Liputan6.com, Jakarta Mengolah daging sapi hingga empuk sering kali membutuhkan waktu dan teknik khusus agar hasilnya tidak alot saat disantap. Banyak orang merasa kesulitan mendapatkan tekstur daging yang lembut meski sudah direbus lama. Dengan memahami tips agar daging sapi cepat empuk, proses memasak jadi lebih efisien tanpa mengorbankan cita rasa.
Salah satu tips agar daging sapi cepat empuk yang sering digunakan adalah merebus daging dengan api kecil dalam waktu tertentu, lalu membiarkannya terendam dalam air panas tanpa dimasak kembali. Teknik seperti ini membantu serat daging melunak secara alami. Dalam tips agar daging sapi cepat empuk, penggunaan bahan tambahan seperti daun pepaya, nanas, atau air kelapa juga sering diterapkan karena kandungan enzim alaminya mampu mempercepat proses pelunakan.
Advertisement
Selain itu, potongan daging juga berpengaruh terhadap hasil akhir. Memotong daging searah serat akan membuatnya lebih sulit empuk, sedangkan memotong melawan serat membantu mempercepat pelunakan saat dimasak. Dengan menerapkan tips agar daging sapi cepat empuk secara tepat, hasil masakan akan terasa lebih lezat, empuk, dan disukai seluruh anggota keluarga.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Rabu (4/6/2025).Â
Penyebab Daging Sapi Kurang Empuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5003387/original/085255900_1731472224-fresh-meat__1_.jpg)
Sebelum kita membahas tips agar daging sapi cepat empuk, penting untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan daging sapi menjadi kurang empuk. Berikut adalah beberapa penyebab utama:
- Usia Sapi: Sapi yang lebih tua cenderung memiliki daging yang lebih keras karena jaringan ikatnya lebih banyak dan kuat.
- Jenis atau Spesies Sapi: Beberapa jenis sapi memiliki karakteristik daging yang lebih keras dibandingkan jenis lainnya.
- Pakan Ternak: Sapi yang diberi pakan rumput saja cenderung memiliki daging yang lebih keras dibandingkan dengan sapi yang diberi pakan biji-bijian atau konsentrat.
- Kondisi Saat Pemotongan: Sapi yang mengalami stres saat pemotongan dapat menghasilkan daging yang lebih keras.
- Teknik Pemotongan: Memotong daging searah dengan serat dapat membuat daging terasa lebih alot saat dikunyah.
- Metode Penyimpanan: Penyimpanan yang tidak tepat, seperti pembekuan yang terlalu cepat, dapat mempengaruhi tekstur daging.
- Cara Memasak: Memasak daging dengan suhu terlalu tinggi atau terlalu lama dapat membuat daging menjadi keras dan kering.
- Kurangnya Proses Aging: Daging yang tidak melalui proses pematangan (aging) yang cukup cenderung kurang empuk.
- Bagian Daging yang Digunakan: Beberapa bagian daging sapi, seperti bagian kaki atau dada, secara alami memiliki tekstur yang lebih keras.
- Genetik Sapi: Faktor genetik juga dapat mempengaruhi keempukan daging, di mana beberapa jenis sapi memiliki predisposisi genetik untuk menghasilkan daging yang lebih empuk.
Memahami faktor-faktor ini akan membantu kita dalam memilih dan mengolah daging sapi dengan lebih baik. Dengan pengetahuan ini, kita dapat menerapkan teknik dan metode yang tepat untuk menghasilkan daging sapi yang empuk dan lezat.
Advertisement
Cara Memasak Daging Sapi Agar Cepat Empuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5228476/original/094679900_1747887492-Ea6VTEis1X.jpg)
Setelah memahami penyebab daging sapi kurang empuk, mari kita bahas berbagai metode memasak yang dapat membantu mengempukkan daging sapi. Berikut adalah beberapa teknik yang efektif:
1. Metode 5-30-7
Metode ini sangat populer dan efektif untuk mengempukkan daging sapi. Caranya:
- Rebus daging dalam air mendidih selama 5 menit.
- Matikan api dan biarkan panci tertutup selama 30 menit.
- Nyalakan kembali api dan rebus selama 7 menit.
Metode ini membantu memecah serat-serat daging secara bertahap, menghasilkan tekstur yang lebih empuk.
2. Teknik Slow Cooking
Memasak daging dengan api kecil dalam waktu lama dapat membantu melunakkan jaringan ikat pada daging. Metode ini cocok untuk bagian daging yang lebih keras seperti sandung lamur atau sengkel.
3. Penggunaan Panci Presto
Panci presto menggunakan tekanan tinggi untuk memasak daging, yang dapat mempercepat proses pengempukan. Biasanya, daging sapi dapat menjadi empuk dalam waktu 30-45 menit menggunakan metode ini.
4. Metode Braising
Teknik ini melibatkan proses menggoreng daging sebentar kemudian melanjutkan proses memasak dengan cara direbus dalam cairan seperti kaldu atau saus. Metode ini sangat efektif untuk mengempukkan daging sekaligus menambah cita rasa.
5. Teknik Marinasi
Merendam daging dalam marinade yang mengandung asam (seperti cuka atau jus lemon) dapat membantu melunakkan jaringan ikat pada daging. Namun, perhatikan waktu marinasi agar tidak terlalu lama yang dapat mengubah tekstur daging.
6. Metode Sous Vide
Teknik memasak modern ini melibatkan proses memasak daging dalam kantong vakum pada suhu rendah dan konstan untuk waktu yang lama. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk dan juicy.
7. Teknik Tenderizing Mekanis
Menggunakan alat penggiling daging atau palu daging untuk memukul-mukul permukaan daging dapat membantu memecah serat-serat daging, membuatnya lebih empuk saat dimasak.
8. Metode Thawing yang Tepat
Jika menggunakan daging beku, proses pencairan (thawing) yang benar sangat penting. Thawing perlahan di dalam kulkas dapat membantu menjaga tekstur daging tetap baik.
9. Teknik Resting
Setelah memasak, biarkan daging "beristirahat" selama beberapa menit sebelum dipotong. Ini membantu cairan dalam daging terdistribusi kembali, menghasilkan tekstur yang lebih juicy dan empuk.
10. Metode Dry Aging
Meski lebih sering dilakukan oleh profesional, proses penuaan daging (dry aging) dapat menghasilkan daging yang sangat empuk dan kaya rasa. Proses ini melibatkan penyimpanan daging dalam kondisi terkontrol selama beberapa minggu.
Setiap metode memiliki kelebihan dan aplikasi yang berbeda-beda. Pemilihan metode tergantung pada jenis masakan yang ingin dibuat, waktu yang tersedia, dan peralatan yang dimiliki. Dengan memahami dan menerapkan metode-metode ini, Anda dapat mengolah berbagai jenis potongan daging sapi menjadi hidangan yang empuk dan lezat.
Bahan Alami untuk Mengempukkan Daging Sapi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1697408/original/026152500_1504238582-daging_nanas.jpg)
Selain metode memasak, penggunaan bahan-bahan alami juga dapat membantu mengempukkan daging sapi. Berikut adalah beberapa bahan alami yang efektif:
1. Daun Pepaya
Daun pepaya mengandung enzim papain yang dapat memecah protein dalam daging, membuatnya lebih empuk. Cara menggunakannya:
- Remas-remas daun pepaya hingga layu.
- Bungkus daging dengan daun pepaya yang telah diremas.
- Diamkan selama 30-60 menit sebelum diolah.
2. Nanas
Nanas mengandung enzim bromelain yang efektif melunakkan serat daging. Metode penggunaannya:
- Parut atau haluskan nanas.
- Oleskan pada permukaan daging.
- Diamkan selama 15-30 menit, jangan terlalu lama untuk menghindari perubahan tekstur yang berlebihan.
3. Jeruk Nipis atau Lemon
Asam sitrat dalam jeruk dapat membantu melunakkan jaringan ikat pada daging. Caranya:
- Peras jeruk nipis atau lemon.
- Oleskan air perasan pada daging.
- Diamkan selama 15-30 menit sebelum diolah.
4. Baking Soda
Baking soda dapat membantu meningkatkan pH permukaan daging, membuatnya lebih sulit bagi protein untuk berikatan terlalu erat. Metode penggunaannya:
- Larutkan 1 sendok teh baking soda dalam air.
- Rendam daging dalam larutan ini selama 15-20 menit.
- Bilas daging sebelum diolah.
5. Jahe
Jahe mengandung enzim protease yang dapat memecah protein dalam daging. Cara menggunakannya:
- Parut atau haluskan jahe.
- Oleskan pada permukaan daging.
- Diamkan selama 30 menit sebelum diolah.
6. Cuka
Asam dalam cuka dapat membantu melunakkan jaringan ikat pada daging. Metode penggunaannya:
- Campurkan cuka dengan air (1:2).
- Rendam daging dalam larutan ini selama 1-2 jam di dalam kulkas.
- Bilas daging sebelum diolah.
7. Kiwi
Kiwi mengandung enzim actinidin yang sangat efektif dalam mengempukkan daging. Caranya:
- Haluskan buah kiwi.
- Oleskan pada permukaan daging.
- Diamkan selama 15-30 menit, jangan terlalu lama karena dapat mengubah tekstur daging secara berlebihan.
8. Teh Hitam
Tanin dalam teh hitam dapat membantu melunakkan daging. Metode penggunaannya:
- Seduh teh hitam dan biarkan hingga dingin.
- Rendam daging dalam teh selama 3-4 jam di dalam kulkas.
- Bilas daging sebelum diolah.
9. Yogurt
Bakteri baik dan asam dalam yogurt dapat membantu mengempukkan daging. Caranya:
- Balurkan yogurt pada permukaan daging.
- Diamkan selama 2-3 jam di dalam kulkas.
- Bilas daging sebelum diolah.
10. Gula Merah
Gula merah dapat membantu melunakkan daging sekaligus menambah rasa manis. Metode penggunaannya:
- Haluskan gula merah dan campurkan dengan sedikit air.
- Oleskan campuran ini pada daging.
- Diamkan selama 1-2 jam sebelum diolah.
Penggunaan bahan-bahan alami ini tidak hanya membantu mengempukkan daging, tetapi juga dapat menambah cita rasa pada masakan. Namun, perlu diingat untuk tidak menggunakan bahan-bahan ini terlalu lama, karena dapat mengubah tekstur daging secara berlebihan. Selalu perhatikan waktu perendaman atau pengolesan yang direkomendasikan untuk hasil terbaik.
Advertisement
Teknik Pemotongan Daging yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240404/original/095742000_1748919503-ChatGPT_Image_3_Jun_2025__09.57.45.jpg)
Teknik pemotongan daging yang tepat merupakan salah satu kunci penting dalam menghasilkan daging sapi yang empuk. Berikut adalah beberapa teknik pemotongan yang dapat Anda terapkan:
1. Memotong Melawan Arah Serat
Ini adalah prinsip dasar yang paling penting dalam memotong daging sapi:
- Identifikasi arah serat pada daging.
- Potong daging dengan arah yang berlawanan atau melintang terhadap serat.
- Hal ini akan membantu memecah serat-serat panjang, membuat daging lebih mudah dikunyah.
2. Memotong dengan Ketebalan yang Tepat
Ketebalan potongan daging mempengaruhi tingkat kematangan dan keempukan:
- Untuk daging yang akan dipanggang cepat (seperti steak), potong dengan ketebalan sekitar 2-3 cm.
- Untuk masakan berkuah atau yang akan dimasak lama, potong daging lebih tipis, sekitar 0,5-1 cm.
3. Teknik Butterfly Cut
Teknik ini cocok untuk potongan daging yang tebal:
- Belah daging secara horizontal, tapi jangan sampai terputus.
- Buka daging seperti buku, sehingga menjadi lebih tipis dan lebar.
- Teknik ini membantu daging matang lebih cepat dan merata.
4. Memotong Daging dalam Keadaan Setengah Beku
Memotong daging dalam kondisi setengah beku dapat memudahkan proses pemotongan:
- Bekukan daging selama 15-30 menit sebelum dipotong.
- Daging yang setengah beku lebih mudah dipotong dengan presisi.
- Pastikan untuk tidak membekukan daging terlalu lama agar tidak terlalu keras.
5. Menggunakan Pisau yang Tajam
Pisau yang tajam sangat penting untuk hasil potongan yang baik:
- Gunakan pisau daging yang khusus dan pastikan selalu dalam kondisi tajam.
- Pisau yang tumpul dapat merusak tekstur daging dan membuatnya lebih sulit untuk dipotong dengan rapi.
6. Teknik Scoring
Untuk bagian daging yang lebih keras atau berlemak:
- Buat goresan dangkal berbentuk diamond pada permukaan daging.
- Hal ini membantu daging matang lebih merata dan memudahkan bumbu meresap.
7. Memotong Daging untuk Tumis
Untuk masakan tumis yang cepat:
- Potong daging tipis-tipis dengan ketebalan sekitar 0,5 cm.
- Pastikan untuk memotong melawan arah serat.
8. Teknik Cubing
Untuk masakan seperti rendang atau goulash:
- Potong daging menjadi kubus berukuran sekitar 2-3 cm.
- Ukuran yang seragam memastikan daging matang merata.
9. Memisahkan Lemak
Untuk hasil yang lebih sehat:
- Identifikasi dan pisahkan lemak yang berlebihan dari daging.
- Sisakan sedikit lemak untuk menambah rasa, tapi jangan berlebihan.
10. Memperhatikan Jenis Potongan Daging
Setiap bagian daging memiliki karakteristik berbeda:
- Pelajari karakteristik setiap bagian daging (misalnya, tenderloin, sirloin, flank).
- Sesuaikan teknik pemotongan dengan jenis potongan daging yang digunakan.
Dengan menerapkan teknik-teknik pemotongan ini, Anda dapat memaksimalkan keempukan daging sapi, bahkan sebelum proses memasak dimulai. Ingatlah bahwa kombinasi antara teknik pemotongan yang tepat, metode memasak yang sesuai, dan penggunaan bahan pengempuk alami akan menghasilkan daging sapi yang empuk dan lezat.
Peralatan yang Membantu Mengempukkan Daging
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240804/original/029210300_1748931689-4594d734-4de9-44de-805e-d805ab4e908f.jpg)
Selain teknik dan bahan alami, penggunaan peralatan yang tepat juga dapat membantu dalam proses mengempukkan daging sapi. Berikut adalah beberapa peralatan yang dapat Anda gunakan:
1. Panci Presto (Pressure Cooker)
Panci presto menggunakan tekanan tinggi untuk memasak, yang sangat efektif dalam mengempukkan daging:
- Dapat mempercepat waktu memasak hingga 70% dibandingkan metode konvensional.
- Membantu memecah serat-serat daging dengan cepat dan efisien.
- Ideal untuk memasak potongan daging yang lebih keras atau besar.
2. Slow Cooker
Slow cooker atau panci masak lambat sangat berguna untuk mengempukkan daging:
- Memasak dengan suhu rendah dalam waktu lama, ideal untuk melunakkan jaringan ikat pada daging.
- Memungkinkan bumbu meresap dengan baik ke dalam daging.
- Cocok untuk membuat masakan seperti sup, stew, atau rendang.
3. Meat Tenderizer (Pemukul Daging)
Alat ini membantu memecah serat-serat daging secara mekanis:
- Berbentuk palu dengan permukaan bergerigi.
- Memukul-mukul daging sebelum dimasak untuk memecah jaringan ikat.
- Efektif untuk potongan daging yang lebih tebal atau keras.
4. Meat Mallet
Mirip dengan meat tenderizer, tetapi dengan desain yang berbeda:
- Memiliki sisi halus dan sisi bergerigi.
- Sisi bergerigi untuk mengempukkan, sisi halus untuk meratakan daging.
- Ideal untuk membuat schnitzel atau daging tipis lainnya.
5. Jarum Pelunak Daging (Meat Tenderizer Needle)
Alat ini terdiri dari jarum-jarum tajam yang membantu melunakkan daging:
- Menusuk daging untuk membuat lubang-lubang kecil.
- Membantu bumbu meresap lebih dalam.
- Memecah jaringan ikat tanpa merusak penampilan luar daging.
6. Food Processor dengan Attachment Penggiling
Berguna untuk menghaluskan daging:
- Dapat mengubah potongan daging yang keras menjadi daging cincang.
- Ideal untuk membuat hamburger, bakso, atau saus daging.
7. Sous Vide Machine
Mesin sous vide memasak daging dalam suhu rendah yang terkontrol:
- Menghasilkan daging yang sangat empuk dan juicy.
- Memungkinkan kontrol suhu yang presisi.
- Cocok untuk berbagai jenis potongan daging.
8. Vacuum Sealer
Meski tidak langsung mengempukkan daging, vacuum sealer sangat berguna dalam proses marinasi:
- Membantu bumbu dan bahan pengempuk meresap lebih cepat dan merata.
- Ideal digunakan bersama dengan metode sous vide.
9. Thermometer Daging
Memastikan suhu yang tepat saat memasak daging:
- Mencegah daging terlalu matang yang dapat membuatnya keras.
- Membantu mencapai tingkat kematangan yang diinginkan dengan akurat.
10. Pisau Daging Berkualitas
Meskipun bukan alat pengempuk, pisau yang baik sangat penting:
- Memungkinkan pemotongan yang presisi dan bersih.
- Membantu memotong daging melawan arah serat dengan mudah.
- Pisau yang tajam mencegah rusaknya tekstur daging saat dipotong.
Penggunaan peralatan yang tepat dapat sangat membantu dalam proses mengempukkan daging sapi. Namun, perlu diingat bahwa peralatan ini hanyalah alat bantu. Pemahaman tentang karakteristik daging, teknik memasak yang tepat, dan penggunaan bahan-bahan pengempuk alami tetap menjadi kunci utama dalam menghasilkan daging sapi yang empuk dan lezat.
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Mengempukkan Daging Sapi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5171130/original/028751100_1742616206-1742611834127_trik-merebus-daging-biar-cepat-empuk.jpg)
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan seputar cara mengempukkan daging sapi, beserta jawabannya:
1. Apakah benar merendam daging dalam air es dapat mengempukkannya?
Merendam daging dalam air es tidak secara langsung mengempukkan daging. Namun, metode ini dapat membantu mengurangi kontraksi otot pada daging saat dimasak, yang dapat membuat teksturnya lebih lembut. Selain itu, merendam daging dalam air es juga dapat membantu menghilangkan darah berlebih, yang dapat memperbaiki rasa daging.
2. Berapa lama waktu ideal untuk memarinasi daging sapi?
Waktu marinasi ideal tergantung pada ukuran dan jenis potongan daging, serta bahan marinasi yang digunakan. Secara umum:
- Untuk potongan daging tipis: 30 menit hingga 2 jam
- Untuk potongan daging sedang: 2 hingga 8 jam
- Untuk potongan daging tebal atau besar: 8 hingga 24 jam
Perlu diingat bahwa marinasi terlalu lama, terutama dengan bahan yang mengandung asam tinggi, dapat mengubah tekstur daging menjadi terlalu lembek.
3. Apakah menambahkan garam pada daging sebelum dimasak dapat membuatnya lebih empuk?
Ya, menambahkan garam pada daging sebelum dimasak dapat membantu mengempukkannya. Proses ini disebut "dry brining". Garam membantu memecah protein dalam daging, yang dapat membuat teksturnya lebih lembut. Namun, perlu diperhatikan waktu dan jumlah garam yang digunakan. Terlalu banyak garam atau waktu yang terlalu lama dapat membuat daging menjadi terlalu asin atau kering.
4. Apakah memukul-mukul daging dengan palu daging benar-benar efektif?
Ya, memukul-mukul daging dengan palu daging atau alat serupa dapat efektif dalam mengempukkan daging. Metode ini bekerja dengan cara memecah serat-serat otot dan jaringan ikat dalam daging, membuatnya lebih mudah dikunyah. Namun, perlu berhati-hati agar tidak terlalu berlebihan dalam memukulnya, karena dapat merusak tekstur daging.
5. Apakah daging yang lebih mahal selalu lebih empuk?
Tidak selalu. Meskipun beberapa potongan daging yang lebih mahal seperti tenderloin memang cenderung lebih empuk, harga tidak selalu menjamin keempukan. Faktor-faktor seperti cara pengolahan, penyimpanan, dan metode memasak juga sangat mempengaruhi keempukan daging. Beberapa potongan daging yang lebih murah, jika diolah dengan benar, dapat menjadi sangat empuk dan lezat.
6. Apakah memasak daging dalam suhu rendah selalu menghasilkan daging yang lebih empuk?
Memasak daging dalam suhu rendah untuk waktu yang lama (slow cooking) memang sering menghasilkan daging yang empuk, terutama untuk potongan daging yang lebih keras. Metode ini membantu memecah jaringan ikat dalam daging secara perlahan. Namun, tidak semua jenis daging cocok untuk metode ini. Beberapa potongan daging yang sudah empuk secara alami, seperti tenderloin, lebih baik dimasak dengan metode cepat dan suhu tinggi untuk mempertahankan kelembutan dan jus dagingnya.
7. Bagaimana cara terbaik untuk mengempukkan daging sapi beku?
Untuk mengempukkan daging sapi beku, langkah-langkah berikut dapat diikuti:
- Thawing (mencairkan) daging dengan benar: letakkan daging di kulkas semalaman atau gunakan metode cold water thawing.
- Setelah mencair, biarkan daging mencapai suhu ruang sebelum dimasak.
- Gunakan metode marinasi atau pengempukan mekanis (seperti memukul dengan palu daging) jika diperlukan.
- Pilih metode memasak yang sesuai dengan jenis potongan daging.
Hindari mencairkan daging pada suhu ruang atau menggunakan air panas, karena dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan mengubah tekstur daging.
8. Apakah menggunakan tenderizer kimia aman untuk kesehatan?
Tenderizer kimia, seperti yang mengandung enzim papain atau bromelain, umumnya dianggap aman jika digunakan sesuai petunjuk. Namun, beberapa orang mungkin memiliki sensitivitas terhadap enzim-enzim ini. Selain itu, penggunaan yang berlebihan dapat mengubah tekstur daging secara drastis, membuatnya terlalu lembek. Jika memungkinkan, lebih baik menggunakan metode alami atau mekanis untuk mengempukkan daging.
9. Bagaimana cara mengempukkan daging sapi untuk orang dengan masalah pencernaan?
Untuk orang dengan masalah pencernaan, beberapa tips berikut dapat membantu:
- Pilih potongan daging yang lebih lunak secara alami, seperti tenderloin atau sirloin.
- Potong daging melawan arah serat dan dalam ukuran kecil.
- Gunakan metode slow cooking atau braising untuk mengempukkan daging.
- Marinasi daging dengan bahan-bahan alami seperti nanas atau papaya yang mengandung enzim pengempuk.
- Hindari menggoreng atau memanggang daging dengan suhu tinggi, yang dapat membuat daging lebih sulit dicerna.
Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk saran yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi kesehatan individual.
10. Apakah ada perbedaan dalam cara mengempukkan daging sapi untuk berbagai jenis masakan?
Ya, cara mengempukkan daging sapi dapat bervariasi tergantung pada jenis masakan yang akan dibuat. Beberapa contoh:
- Untuk steak: Gunakan metode dry aging atau marinasi singkat, lalu panggang atau grill dengan suhu tinggi.
- Untuk rendang atau stew: Gunakan metode slow cooking atau pressure cooking untuk mengempukkan daging dalam waktu lama.
- Untuk sate atau daging iris tipis: Marinasi dengan campuran yang mengandung enzim pengempuk seperti nanas atau papaya.
- Untuk daging giling (seperti untuk hamburger): Pilih daging dengan kandungan lemak yang cukup dan hindari mengolah terlalu banyak untuk menjaga teksturnya.
Penyesuaian metode mengempukkan daging dengan jenis masakan akan membantu mengoptimalkan hasil akhir hidangan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5003886/original/029885600_1731484401-fresh-meat__1___1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287245/original/018106300_1783200103-ma8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287278/original/006462200_1783206952-pra7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245839/original/084355000_1749414399-lamine_yamal_bernardo_silva_portugal_spanyol_UNL_090625_ap_michael_probst.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264240/original/068596200_1782101163-tunisia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287279/original/022281700_1783206952-pra8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)