Liputan6.com, Lombok - Putri Mahkota Swedia, Victoria, melihat langsung bagaimana teknologi digital membantu memperkuat layanan kesehatan hingga ke daerah terpencil saat mengunjungi Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (5/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Victoria menyaksikan tenaga kesehatan memanfaatkan aplikasi SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik secara Elektronik) untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan vaksin yang dibutuhkan masyarakat.
SMILE dikembangkan Pemerintah Indonesia bersama UNDP dengan dukungan The Global Fund, Gavi, the Vaccine Alliance, dan sejumlah mitra lainnya. Aplikasi ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok kesehatan melalui penyediaan data secara real-time kepada tenaga kesehatan di lini terdepan.
Advertisement
Dengan informasi tersebut, petugas dapat memantau stok obat dan vaksin sekaligus mengelola pasokan secara lebih cepat dan tepat. Di Puskesmas Pemenang, sistem digital tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih tepat waktu dan andal bagi masyarakat.
Victoria Saksikan Teknologi Bekerja di Puskesmas
Saat berada di Puskesmas Pemenang, Victoria melihat langsung bagaimana tenaga kesehatan menggunakan SMILE untuk memantau stok berbagai komoditas kesehatan dan mengelola pasokan.
Perangkat digital tersebut membantu petugas memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat sasaran. Sistem ini juga membantu mencegah terjadinya kekurangan pasokan obat maupun vaksin.
Penggunaan SMILE di Puskesmas Pemenang menjadi gambaran bagaimana inovasi digital yang dikembangkan secara nasional dapat diterapkan hingga tingkat lokal, termasuk untuk mendukung tenaga kesehatan yang melayani masyarakat di wilayah terpencil.
Sejak diperkenalkan pada 2018, SMILE telah berkembang dari proyek percontohan di 54 fasilitas kesehatan menjadi sistem logistik kesehatan digital nasional yang mencakup seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Saat ini, SMILE digunakan oleh lebih dari 10.000 puskesmas dan 3.000 rumah sakit. Sistem tersebut memiliki hampir 30.000 pengguna aktif dan mencatat sekitar 1,1 juta transaksi setiap bulan.
SMILE juga telah melacak hampir satu miliar dosis vaksin dan obat-obatan. Dalam enam bulan pertama setelah diperkenalkan, sistem ini membantu mengurangi kekurangan stok vaksin hingga 70 persen.
Evaluasi ekonomi menunjukkan SMILE memiliki pengembalian investasi atau Return on Investment (ROI) sebesar 2,77 kali, sementara rasio manfaat-biaya atau Benefit-Cost Ratio (BCR) mencapai 3,77. Angka tersebut menunjukkan nilai yang dihasilkan dari digitalisasi sistem logistik kesehatan.
Pada Agustus 2026, SMILE juga diakui sebagai Barang Publik Digital atau Digital Public Good oleh Digital Public Good Alliance. Pengakuan tersebut diberikan setelah SMILE dinilai berdasarkan standar global Digital Public Goods Alliance dan diakui sebagai solusi digital terbuka yang dapat digunakan kembali untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Â
Menjembatani Layanan Kesehatan hingga Pelosok
Menjangkau masyarakat di daerah terpencil bukan hanya soal menyediakan layanan kesehatan, tetapi juga memastikan layanan tersebut tersedia secara tepat waktu, andal, dan berkualitas.
Melalui SMILE, tenaga kesehatan di lini terdepan mendapatkan informasi yang diperlukan untuk memastikan obat-obatan dan vaksin penting tersedia ketika dibutuhkan masyarakat.
Pengalaman di Puskesmas Pemenang menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat menghubungkan sistem kesehatan nasional dengan tenaga kesehatan di daerah. Inovasi tersebut sekaligus memperkuat layanan dari tingkat pusat hingga daerah dan mendukung akses yang lebih merata terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341461/original/036106700_1788622148-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_21.57.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411558/original/055857900_1479703869-Swedia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341409/original/049648300_1788613355-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_19.52.20.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341002/original/046668600_1788563023-Menteri_Budi_Gunadi_Sadikin_Bersama_Putri_Mahkota_Swedia_Victoria.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340954/original/098462900_1788539498-IMG_9770.jpg)