1.602 Peti Bir Hilang, Perusahaan AS Siapkan Rp 353 Juta bagi Sang Penemu

Ini skema yang dilakukan untuk mencuri bir bernilai miliaran rupiah ini

Diterbitkan 05 September 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Merek bir Pabst Blue Ribbon (PBR) membuka sayembara untuk menemukan bir mereka yang hilang. Perusahaan tersebut bahkan menyiapkan imbalan bagi siapapun yang berhasil menemukannya.

Dikutip dari AP News, Sabtu (5/9/2026), CEO dari Pabst Brewing Co., Greig DeBow, berkata pada hari Rabu bahwa perusahaan akan membayar hingga US$ 20 ribu atau setara Rp 353,8 juta kepada siapapun yang memberikan informasi terbaru yang mengarahkan kepada penemuan kembali 1.602 peti bir Pabst Blue Ribbon dan bir non-alkohol Old Milwaukee. Bir-bir tersebut hilang pada 17 Agustus lalu di California selatan.

"Saya yakin mereka terlihat keren dengan garasi penuh bir PBR," tutur DeBow dalam sebuah postingan di TikTok.

"Tapi sebetulnya itu tidak keren. Kami mau bir itu kembali," lanjut postingan tersebut.

Polisi di Montclair, California, berkata bir tersebut dicuri dari sebuah gudang dalam dua insiden terpisah di hari yang sama.

Menurut polisi, di aksi pencurian pertama, bir senilai US$ 45 ribu (Rp 796 juta) yang seharusnya dikirim ke Tucson, Arizona telah diambil tapi tidak pernah dikirimkan.

Satu jam kemudian, sebuah perusahaan subkontraktor yang diduga palsu menyerahkan dokumen palsu untuk mengambil bir senilai US$ 25 ribu (Rp 442,2 juta) lainnya.

Kedua pencurian ini terjadi pada 17 Agustus di pusat distribusi Anheuser-Busch yang terletak sekitar 65 kilometer di timur Los Angeles.

Pabst mengatakan secara keseluruhan, para pencuri berhasil membawa kabur 18 ton bir. Polisi memperkirakan nilai harga bir yang dicuri tersebut mencapai US$ 70 ribu (Rp 1,2 miliar).

DeBow bilang perusahaan ingin bir tersebut kembali paling lambat 9 September. Siapapun yang memiliki informasi diminta untuk mengirim email ke hotline@pabst.com.

Pencurian tersebut adalah salah satu dari beberapa kasus pencurian makanan skala besar yang terjadi belakangan ini. Di akhir tahun lalu, 40 ribu tiram, lobster seharga US$ 400 ribu (Rp 7,07 miliar), dan sejumlah daging kepiting dicuri dalam insiden terpisah yang terjadi dalam waktu beberapa minggu di New England.

Kemudian di bulan Maret, perusahaan makanan besar asal Swiss, Nestle, menyatakan 413,7 ribu batang cokelat merek KitKat yang akan dikirim ke Polandia dicuri setelah meninggalkan tempat produksinya di Italia.