Marah Besar, Trump Sebut Pengkritik Stok Amunisi AS Pengkhianat

Presiden AS Donald Trump menyebut pengkritik ketersediaan amunisi militer AS sebagai .pengkhianat.

Diterbitkan 04 September 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut orang-orang dan media yang mempertanyakan ketersediaan amunisi militer AS sebagai pihak yang melakukan "pengkhianatan". Pernyataan itu disampaikan Trump saat membela operasi militer AS yang masih berlangsung terhadap Iran.

Dikutip dari Anadolu, Jumat (4/9/2026), Trump menyampaikan tudingan tersebut melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis.

"Orang-orang dan media yang terus mempermasalahkan fakta bahwa kami tidak memiliki amunisi ... sebenarnya adalah pengkhianat," kata Trump.

Ia menuding para pengkritiknya justru ingin melihat Amerika Serikat kalah dalam perang, alih-alih menyaksikan dirinya berhasil. Trump mengklaim AS saat ini dengan mudah memenangkan perang tersebut.

Dalam unggahan keduanya, Trump kembali menegaskan bahwa AS memiliki persediaan amunisi dalam jumlah yang "hampir tidak terbatas".

Menurut Trump, AS memiliki amunisi kelas menengah hingga tinggi dalam jumlah yang melebihi kebutuhan untuk operasi saat ini maupun perang lain yang mungkin terjadi. Ia juga mengklaim produksi amunisi AS kini berada pada "tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya".

"Kami menimbun persediaan dan bersiap menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi," ujar Trump.

Trump mengatakan Washington saat ini menahan persediaan amunisinya untuk kebutuhan militernya sendiri, bukan menjualnya kepada negara lain. Namun, ia menyebut penjualan senjata kepada negara-negara sekutu AS akan kembali dilakukan "segera".

 

 

Kritik Bantuan Militer ke Ukraina

Trump juga kembali mengkritik pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden terkait bantuan militer yang diberikan kepada Ukraina.

Ia mengklaim pemerintahan Biden memberikan Kyiv amunisi secara cuma-cuma dalam jumlah lebih besar dibandingkan yang telah digunakan AS dalam operasi terhadap Iran.

"Ratusan miliar dolar diberikan kepada Ukraina dan NATO secara cuma-cuma, padahal Eropa yang seharusnya membayarnya," kata Trump. Ia tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Trump menambahkan bahwa pemerintahannya akan berupaya meminta penggantian biaya dari negara-negara Eropa atas bantuan tersebut. Ia mengatakan Washington akan meminta pembayaran tersebut "meski agak terlambat".

Pernyataan Trump muncul di tengah sorotan terhadap sumber daya militer dan konsumsi amunisi AS saat Washington terus menjalankan operasinya di Iran.

Trump berulang kali membela kapasitas militer AS sekaligus mengkritik laporan dan komentar yang menurutnya menggambarkan Amerika Serikat kekurangan senjata dan amunisi.