Detik-Detik 6 Awak Kapal Diselamatkan, Lambaikan Tangan Saat Kapal Tenggelam

Enam awak kapal berhasil diselamatkan setelah kapal mereka tenggelam di Delta Mahakam. Tim Pertamina bergerak cepat memberi pertolongan.

Diterbitkan 04 September 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Enam awak kapal masyarakat berhasil diselamatkan setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di perairan Delta Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (1/9/2026). Pertolongan datang setelah awak kapal lain melihat mereka melambaikan tangan meminta bantuan di tengah kondisi perairan yang buruk.

Kapal tersebut mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dari Muara Pantuan menuju Pulau Nubi, Kecamatan Anggana. Cuaca dengan angin dan gelombang yang buruk membuat kapal terhempas hingga kemasukan air dan akhirnya tenggelam.

Kapal masyarakat itu diketahui berada di sekitar area sumur migas yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Informasi mengenai kecelakaan pertama kali diketahui awak kapal TB Paramount Fortune yang sedang melintas di perairan dangkal Delta Mahakam sekitar pukul 17.45 WITA.

Dari jarak sekitar 3,2 kilometer dari daratan, awak TB Paramount Fortune melihat kapal masyarakat telah tenggelam. Enam orang yang berada di dalamnya terlihat melambaikan tangan sebagai tanda meminta pertolongan.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada tim patroli keamanan PHM dari Fasilitas South Processing Unit (SPU). Tim langsung bergerak menuju lokasi menggunakan armada ST Ruhen 28.

Sekitar pukul 18.20 WITA, seluruh awak kapal akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Proses Kepulangan

Setelah berhasil dievakuasi, keenam awak kapal diberikan tempat untuk beristirahat dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. PHM turut mendampingi mereka untuk memastikan kondisi seluruh korban tetap baik.

Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat mengenai kebutuhan para awak kapal, termasuk proses kepulangan mereka. Pendampingan dilakukan agar keenam warga tersebut dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing.

General Manager PHM Muzwir Wiratama mengapresiasi gerak cepat tim patroli yang melakukan evakuasi. Ia juga bersyukur seluruh awak kapal dapat diselamatkan dalam kondisi baik.

“Bagi kami, melihat enam saudara kita berhasil diselamatkan dan dapat segera kembali berkumpul dengan keluarganya merupakan kebahagiaan tersendiri. Sebagai warga masyarakat yang baik, PHM senantiasa berupaya untuk memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, terlebih lagi pada saat kondisi darurat seperti ini,” ujar Wira, panggilan akrab General Manager PHM dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).

Menurut Wira, tindakan cepat untuk menyelamatkan warga merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengutamakan keselamatan dan kemanusiaan.

Respons Cepat

PHM menempatkan keselamatan manusia, fasilitas, dan lingkungan sebagai prioritas dalam menjalankan kegiatan operasional hulu migas. Komitmen tersebut juga mencakup kepedulian terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi perusahaan.

“Kepedulian terhadap keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar merupakan bagian dari komitmen PHM dalam menjalankan kegiatan hulu migas yang selamat, andal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pascaevakuasi, PHM memastikan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terus dilakukan. Langkah tersebut bertujuan memastikan keenam awak kapal mendapatkan pendampingan hingga seluruh proses kepulangan mereka berjalan dengan baik.

“Keselamatan dan kemanusiaan menjadi hal yang utama. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan di sekitar wilayah operasi, kami akan berupaya memberikan respons terbaik sesuai kemampuan dan prosedur yang kami miliki,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6