Danantara Minta Adhi Karya Pangkas Anak Usaha, Fokus Jadi Kontraktor

Soroti anak usaha bermasalah, Danantara minta Adhi Karya rampingkan struktur bisnis dan fokus tingkatkan kualitas kontraktor.

Diterbitkan 04 September 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara resmi mengarahkan transformasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) beserta jajaran anak usahanya. Langkah ini dilakukan melalui penyederhanaan struktur bisnis secara berkesinambungan.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa perampingan ini ditargetkan mampu mengembalikan ADHI pada performa kinerja yang optimal.

"Harapan saya dari hasil seluruh proses yang kita lakukan ini, bisa membuat Adhi (Karya) menjadi sehat, dan kita fokus di atasnya yang hanya sebagai kontraktor dengan kualitas yang baik," ujar Dony dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).

Skema penataan bisnis ini menyasar 18 entitas usaha yang ada di bawah naungan ADHI saat ini. Jumlah tersebut bakal dipangkas menuju struktur yang jauh lebih ramping dan terintegrasi, demi memperkokoh fokus operasional sekaligus memulihkan kesehatan finansial emiten konstruksi tersebut.

Di hadapan jajaran manajemen, Dony menegaskan kembali krusialnya mengembalikan ADHI pada marwah bisnis intinya sebagai perusahaan kontraktor profesional, dengan menjadikan standar kualitas pekerjaan sebagai pilar utama.

Mengiringi penataan bisnis tersebut, Dony secara tegas memperingatkan manajemen untuk menyederhanakan struktur usaha dan tidak lagi menambah entitas baru.

"Kita lihat nih, setiap bikin anak perusahaan semuanya bermasalah. Jadi setop, tidak boleh lagi ada anak-anak perusahaan baru," tegasnya.

Proses Restrukturisasi

Di sisi lain, proses restrukturisasi keuangan ADHI ditargetkan rampung pada September 2026. Penyelesaian agenda ini dinilai menjadi batu pijakan penting untuk memperkuat fondasi dan menjaga keberlanjutan bisnis perseroan di masa depan.

Adapun bagi lini anak usaha yang bergerak di bidang properti, termasuk PT Adhi Commuter Properti Tbk, pemerintah bakal menggelar uji tuntas (due diligence) secara menyeluruh. Temuan dari uji tuntas inilah yang nantinya menentukan nasib serta pengelolaan aset dan bisnis properti tersebut ke depannya.

Melalui struktur usaha yang makin padat karya, konsistensi pada bisnis inti, serta pemulihan kondisi finansial, ADHI diyakini mampu mendongkrak daya saing sekaligus mencetak pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6