Rampung Bulan Ini, Danantara Bereskan Masalah 2.400 Konsumen LRT City

Danantara siapkan langkah cepat selesaikan polemik proyek hunian LRT City. Nasib 2.400 konsumen dipastikan aman bulan ini.

Diterbitkan 31 Agustus 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Danantara Indonesia tengah menggodok rencana kerja bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) demi mempercepat penyelesaian polemik proyek hunian LRT City. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian bagi ribuan konsumen yang terdampak.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria menargetkan penyusunan skema kerja sama tersebut dapat rampung pada bulan ini. Dengan demikian, proses penanganan masalah di lapangan bisa langsung dieksekusi.

"Saya sedang menyiapkan rencana kerja mereka karena mereka kan itu .Tbk ya. Jadi setiap pemasukan harus ada keputusan RUPS mereka. Apakah bentuknya nanti equity, otomatis pemegang sahamnya terdilusi atau kita bentuknya shareholder loan. Ya, ini sedang kita lihat. Tapi itu akan segera dibereskan dalam bulan ini," kata Dony saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (31/8/2026).

Sebagai bentuk komitmen, Danantara telah mengalokasikan suntikan dana sebesar Rp 456 miliar. Dana segar ini disiapkan untuk menyokong penuntasan masalah hunian LRT City yang dikembangkan oleh anak usaha Adhi Karya, yakni PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Intervensi finansial tersebut diproyeksikan dapat menyelesaikan persoalan yang merugikan sekitar 2.400 konsumen hunian LRT City.

Dony menjelaskan, pihak Danantara dan Adhi Karya akan menggelar pertemuan lanjutan pekan ini untuk membedah opsi penyelesaian secara mendalam. Pilihan solusi yang paling cepat akan menjadi prioritas utama, termasuk opsi relokasi unit bagi konsumen.

"Ini mereka (Adhi Karya) sedang paparan, baru paparan pertama sama saya. Jadi kita akan pilih mana yang paling cepat. Tentu nanti akan ada, apakah pemindahan unit dan lain sebagainya. Kita akan ketemu dengan Adhi Karya lebih detail lagi minggu ini," jelasnya.

 

Langkah percepatan ini ditempuh demi menjamin hak-hak konsumen yang telah menunaikan kewajiban pembayaran agar segera mendapatkan unit hunian mereka.

"Setelah minggu ini kita akan langsung masukkan ke dalam proses bantuan kepada Adhi Karya untuk penyelesaian proyek ini. Pada intinya, kita ingin bahwa ini tidak boleh terjadi. Jadi itu yang penting," tuturnya.

Sebelumnya, Dony juga telah mengumpulkan jajaran Direksi Adhi Karya pada Selasa (11/8/2026) untuk mengevaluasi perkembangan proyek serta merespons berbagai keluhan masyarakat.

Dalam rapat tersebut, ia menegaskan pentingnya respons cepat dan perbaikan komunikasi antara pengembang dengan para penghuni serta pemangku kepentingan terkait.

"Semua keluhan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti. Komunikasi dengan penghuni juga perlu diperkuat, agar persoalan yang ada bisa segera diselesaikan," ujar Dony.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6