Liputan6.com, Jakarta - Parfum yang mampu memberikan aroma segar sepanjang hari tentu jadi incaran banyak orang. Namun, tidak semua parfum dirancang tahan lama, dan salah satu faktor utamanya adalah tingkatan parfum tahan lama berdasarkan konsentrasi minyak wanginya.
Setiap parfum memang punya kadar konsentrasi minyak wangi yang berbeda-beda, dan hal ini sangat berpengaruh pada seberapa lama aromanya bertahan di kulit. Semakin tinggi konsentrasi minyak esensialnya, umumnya semakin lama pula aroma parfum tersebut menempel dan tercium sepanjang hari.
Agar tidak salah pilih wewangian sesuai kebutuhan dan budget, yuk simak tujuh tingkatan parfum tahan lama berdasarkan konsentrasinya, mulai dari yang paling pekat hingga paling ringan yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (31/8/2026).
Advertisement
1. Extrait de Parfum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5246843/original/075930400_1749471264-Raine_Beauty_2.jpg)
Extrait de Parfum menjadi tingkatan parfum tahan lama teratas dalam dunia wewangian. Parfum jenis ini punya konsentrasi minyak esensial paling tinggi, sekitar 20-40%, bahkan pada beberapa merek bisa mencapai 45%, sehingga aromanya jauh lebih tahan lama dibanding jenis lain. Kadar alkoholnya pun jauh lebih rendah dibanding jenis wewangian lainnya.
Sekali semprot, parfum jenis ini bisa bertahan sekitar 6-8 jam di kulit, bahkan bisa awet seharian penuh jika disemprotkan ke pakaian. Karena bahan baku dan proses pembuatannya yang lebih intensif, Extrait de Parfum juga sering dibanderol dengan harga yang cukup mahal dibanding tingkatan parfum lainnya.
Advertisement
2. Perfume Oil (Minyak Wangi)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5160591/original/046170200_1741834999-front-view-women-perfume-colored-flowers-light-blue.jpg)
Perfume oil atau minyak wangi punya konsentrasi minyak esensial sekitar 15-30% dan biasanya minim alkohol, bahkan ada yang sama sekali tidak mengandung alkohol. Karena itu, jenis parfum ini cukup ramah untuk pemilik kulit sensitif dan bisa bertahan hingga 12 jam atau lebih di kulit.
Teksturnya yang berupa minyak membuat perfume oil cukup praktis karena bisa dioleskan langsung di titik-titik nadi, seperti leher, pergelangan tangan, dan belakang telinga. Kamu juga tidak perlu memakainya terlalu banyak karena aromanya cenderung sudah cukup intens meski hanya dioles tipis.
3. Eau de Parfum (EDP)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5237225/original/036816100_1748586640-Screenshot_2025-05-30_at_13.29.48.jpg)
Eau de Parfum hadir dengan konsentrasi minyak esensial sekitar 10-20% dengan kadar alkohol yang lebih tinggi dibanding Extrait de Parfum maupun perfume oil. Meski begitu, aroma parfum jenis ini masih bisa awet sekitar 4-5 jam, bahkan bisa lebih lama tergantung jenis kulit dan cara penyimpanannya.
Selain daya tahannya yang cukup baik, harga EDP juga biasanya lebih ramah di kantong dibanding Extrait de Parfum. Tak heran jika jenis parfum ini jadi favorit banyak orang karena cocok dipakai untuk ke kantor, kampus, sampai acara kondangan.
Advertisement
4. Eau de Toilette (EDT)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5194240/original/090976600_1745293309-Pastikan_Botol_Parfum_Tertutup_Rapat.jpg)
Eau de Toilette merupakan salah satu jenis parfum yang paling banyak dipilih masyarakat karena harganya jauh lebih terjangkau dibanding Extrait de Parfum maupun EDP. Tingkatan parfum ini punya konsentrasi minyak esensial sekitar 5-15%, dengan kadar alkohol yang lebih tinggi dibanding kadar minyak esensialnya.
Karena komposisi itulah, EDT cenderung lebih cepat menguap dan hanya bertahan sekitar 2-3 jam saja di kulit. Parfum jenis ini biasanya dikemas dalam botol spray yang ringan dan encer, sehingga praktis dibawa bepergian dan cocok untuk penggunaan sehari-hari.
5. Eau de Cologne (EDC)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3464728/original/035757900_1621931039-Kamera_3.jpg)
Eau de Cologne menempati posisi kelima dalam tingkatan parfum tahan lama, dengan konsentrasi wangi yang jauh lebih rendah dari jenis-jenis sebelumnya, yakni hanya sekitar 2-4%. Kadar alkoholnya pun jauh lebih tinggi dibanding kadar minyak esensialnya.
Karena konsentrasinya yang rendah, daya tahan Eau de Cologne di kulit relatif singkat, sekitar 1-2 jam saja. Namun, sensasi segarnya yang ringan membuat EDC cocok digunakan sebagai penyegar cepat, misalnya setelah mandi atau di cuaca yang panas.
Advertisement
6. Eau Fraiche
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390362/original/009243100_1761275010-hands-holding-perfume-bottle.jpg)
Eau Fraiche merupakan jenis parfum yang mirip dengan Eau de Cologne, tetapi punya konsentrasi wangi yang lebih rendah, yakni hanya sekitar 1-3%. Jenis parfum ini, yang juga sering dikenal sebagai body mist, punya kadar alkohol rendah namun dominan mengandung air sebagai bahan utamanya.
Dari segi aroma, Eau Fraiche cenderung memberikan sensasi segar yang sangat ringan dengan daya tahan hanya sekitar 1-2 jam saja. Karena konsentrasinya rendah, jenis parfum ini biasanya aman disemprotkan lebih sering dan lebih banyak ke seluruh tubuh.
7. Aftershave atau Splash
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7008223/original/086013600_1779780077-Depositphotos_178904694_L.jpg)
Aftershave atau splash menjadi tingkatan parfum tahan lama paling bawah, dengan konsentrasi minyak esensial hanya sekitar 0,5-2% saja. Jenis wewangian ini awalnya memang dirancang khusus sebagai penyegar kulit setelah bercukur, sehingga kandungan alkoholnya cukup tinggi untuk memberikan efek menyegarkan sekaligus membantu menutup pori-pori kulit.
Karena konsentrasinya paling rendah di antara semua tingkatan, daya tahan aroma aftershave biasanya hanya berkisar sekitar satu jam saja di kulit. Meski begitu, jenis ini tetap populer sebagai pelengkap rutinitas grooming harian, terutama bagi yang menyukai sensasi segar dan ringan tanpa aroma yang terlalu menyengat.
Pertanyaan Seputar Tingkatan Parfum Tahan Lama
1. Tingkatan parfum apa yang paling tahan lama? Extrait de Parfum menjadi tingkatan parfum paling tahan lama karena punya konsentrasi minyak esensial tertinggi, sekitar 20-40%, dengan daya tahan bisa mencapai 6-8 jam atau lebih.
2. Kenapa Eau de Toilette lebih cepat hilang aromanya? Karena konsentrasi minyak esensialnya lebih rendah, sekitar 5-15%, dengan kadar alkohol yang lebih tinggi sehingga lebih cepat menguap dibanding EDP atau Extrait de Parfum.
3. Apa beda Eau de Cologne dan Eau Fraiche? Keduanya sama-sama ringan, tetapi Eau Fraiche punya konsentrasi wangi lebih rendah dan kandungan air yang lebih dominan dibanding Eau de Cologne.
4. Apakah perfume oil cocok untuk kulit sensitif? Cocok, karena perfume oil umumnya minim alkohol bahkan ada yang bebas alkohol sama sekali, sehingga lebih ramah untuk kulit sensitif.
5. Kenapa aftershave punya daya tahan aroma paling singkat? Karena konsentrasi minyak esensialnya paling rendah di antara semua tingkatan parfum, yaitu hanya sekitar 0,5-2%, sehingga aromanya cepat menguap.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336363/original/057401500_1788157591-cek_fakta_motor_murah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3335299/original/093154300_1788148519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T105456.620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336194/original/011453800_1788145793-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T100906.764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481050/original/073182400_1769075263-Gubernur_Jawa_Barat_Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5324138/original/017576900_1755842216-katemangostar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381674/original/021195100_1760514657-pexels-cottonbro-4659794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314849/original/086434600_1785810318-parfun_roll_on.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312454/original/010816100_1785493447-SnapInsta.to_753247523_18549686353072786_5579997433654416348_n.jpg)