Liputan6.com, Jakarta - Hutan-hutan di bumi menyimpan sejuta misteri tersembunyi yang terus diungkap oleh para penjelajah alam. Keberadaan pohon tertinggi di dunia menjadi bukti nyata betapa megahnya ekosistem hijau yang terus berkembang hingga tahun 2026 ini. Melansir dari situs resmi Guinness World Records, penemuan raksasa hutan baru selalu menggunakan teknologi canggih seperti pemindaian laser dan drone udara.
Mengutip World Atlas, pada 2006, gelar pohon tertinggi di dunia berubah ketika pohon redwood pantai baru ditemukan. Pohon tertinggi di Asia juga ditemukan pada 2023, menggantikan pemegang rekor sebelumnya.Â
Penemuan demi penemuan membuktikan bahwa alam masih menyimpan banyak kejutan yang belum terpetakan sepenuhnya oleh manusia. Kita patut berbangga karena beberapa jenis flora raksasa ini juga tumbuh subur di kawasan hutan tropis nusantara. Berikut adalah cara mengatasi belalang yang sering memakan daun sayuran dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (31/7/2026)
Advertisement
1. Pantai Redwood (Sequoia sempervirens)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336466/original/007158900_1788162692-pexels-aditya-bhatia-264152318-13809734__1_.jpg)
Pohon legendaris yang diberi nama "Hyperion" ini berdiri sangat kokoh dan tersembunyi di dalam kawasan Taman Nasional Redwood, California, Amerika Serikat. Berdasarkan catatan resmi Guinness World Records dan para ahli botani dunia, tingginya mencapai 115,92 meter—setara dengan gedung pencakar langit bertingkat 35 hingga 40.
Menjadi raksasa hijau tertinggi yang tak tertandingi di muka bumi, spesies ini memiliki sistem adaptasi yang sangat unik. Karena air dari dalam tanah tidak mampu dipompa hingga ke ujung pucuknya yang sangat tinggi, pohon ini berevolusi untuk menyerap kelembapan kabut laut Pasifik langsung melalui pori-pori daunnya.
Usia spesies Pantai Redwood ini diperkirakan mampu bertahan lebih dari 2.000 tahun, menjadikannya saksi bisu sejarah peradaban manusia. Karakteristik kulit batangnya yang sangat tebal dan kaya akan kandungan tanin membuatnya tahan terhadap api dan serangan serangga. Mekanisme pertahanan alami ini sangat mirip dengan beberapa pohon keras andalan Indonesia, seperti kayu Ulin di Kalimantan atau Jati di Jawa.
Untuk mencegah kerusakan ekosistem akar dangkalnya akibat injakan wisatawan, Layanan Taman Nasional Amerika Serikat (National Park Service) kini menutup ketat akses menuju lokasi Hyperion. Pelanggar bahkan bisa diancam dengan denda miliaran rupiah dan hukuman penjara, sebuah langkah tegas yang bisa menjadi inspirasi pelestarian kawasan konservasi di nusantara.
Advertisement
2. Cemara Himalaya (Cupressus torulosa)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336467/original/025201000_1788162692-University_PEking.jpg)
Spesies menakjubkan ini baru-baru ini mencetak sejarah saat ditemukan menjulang tinggi di dasar Ngarai Besar Yarlung Zangbo, wilayah Tibet. Berdasarkan penelitian gabungan dari Universitas Peking pada pertengahan 2023, ketinggian pohon ini terukur secara presisi mencapai 102,3 meter, menobatkannya sebagai pohon tertinggi di Benua Asia.
Pemetaan ukurannya tidak lagi menggunakan metode konvensional, melainkan memanfaatkan kecanggihan teknologi drone khusus yang membawa sensor radar bumi atau LiDAR (Light Detection and Ranging) untuk memindai struktur pohon secara tiga dimensi di tebing yang curam.
Secara ekologis, tumbuhan raksasa ini memiliki kemiripan kerabat dengan keluarga cemara gunung (seperti Casuarina junghuhniana) yang sering kita jumpai tumbuh subur di dataran tinggi vulkanik Indonesia, seperti di Gunung Bromo atau Lawu. Ketahanan hidup Cemara Himalaya di lanskap berbatu yang minim nutrisi serta bercuaca ekstrem memberikan pelajaran berharga bagi ilmuwan tentang ketangguhan genetika vegetasi alami dalam menghadapi tekanan lingkungan.
Menyadari nilai ekologisnya yang sangat besar sebagai penyimpan cadangan karbon, pemerintah Tiongkok telah menetapkannya sebagai flora perlindungan kelas satu demi melindunginya dari ancaman perubahan iklim dan kepunahan.
3. Meranti Kuning (Richetia faguetiana)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336468/original/064474900_1788162694-World_s_Tallest_Tropical_Tree_-_panoramio.jpg)
Di kawasan hutan hujan tropis Lembah Danum, Sabah, Malaysia, berdiri tegak sebuah pohon raksasa yang dijuluki "Menara". Memiliki tinggi mencapai 100,8 meter, pohon ini dinobatkan sebagai pohon tropis tertinggi di dunia oleh tim peneliti dari Universitas Oxford dan Universitas Nottingham pada tahun 2019. Pengukurannya dilakukan dengan keberanian luar biasa; seorang pemanjat pohon profesional lokal harus memanjat hingga ke puncak tajuk yang rapuh dan menjatuhkan pita ukur secara manual ke permukaan tanah.
Keajaiban botani ini menghasilkan bunga kekuningan yang indah dan memiliki bobot diperkirakan melebihi 81.000 kilogram—lebih berat dari sebuah pesawat komersial Boeing 737 tanpa muatan.
Bagi masyarakat awam di Indonesia, pohon ini lebih dikenal dalam kelompok kayu meranti yang banyak tersebar di pedalaman hutan pulau Kalimantan dan Sumatra. Meranti kuning terkenal memiliki kayu yang ringan, mudah dibentuk, namun sangat kokoh, yang ironisnya membuat populasi liarnya sempat terpuruk akibat maraknya aktivitas pembalakan liar untuk bahan bangunan.
Saat ini, International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan banyak spesies meranti dalam daftar merah (Red List) spesies terancam punah. Perlindungan ketat lintas negara dan patroli hutan yang intensif terus digalakkan agar mahkota hutan hujan kawasan Malesia (wilayah ekologi yang mencakup Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini) ini tetap lestari.
4. Pohon Cemara Sitka (Picea sitchensis)
Para pemburu flora raksasa dari organisasi konservasi independen berhasil mengidentifikasi spesimen unik berukuran fantastis ini di wilayah hutan rimbun pesisir barat Amerika Serikat. Melalui pemindaian laser tiga dimensi dari udara maupun darat, tinggi pohon ini terkonfirmasi menembus angka 100,2 meter secara akurat.
Penemuan ini merupakan tonggak sejarah penting dalam ilmu botani karena berhasil memecahkan rekor pencarian vegetasi raksasa di luar keluarga Redwood yang pencariannya telah berlangsung selama puluhan tahun.
Pohon Cemara Sitka sangat bergantung pada lingkungan dengan curah hujan dan tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi sepanjang tahun, menjadikannya spesies endemik pesisir yang sejati. Pola adaptasi lingkungan basah ini sebenarnya sangat relevan dan mirip dengan karakteristik pohon-pohon di hutan hujan tropis dataran rendah Indonesia.
Melansir jurnal dari lembaga kelestarian lingkungan seperti National Geographic, perlindungan terhadap habitat Cemara Sitka sangat krusial mengingat ekosistem pesisir adalah garda terdepan yang paling rentan terhadap hantaman badai ekstrem dan anomali cuaca akibat dampak perubahan iklim global saat ini.
Advertisement
5. Mountain Ash (Eucalyptus regnans)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336469/original/074508500_1788162694-Mountain_Ash__Eucalyptus_regnans_.jpg)
Dikenal dengan julukan kebesaran "Centurion", pohon dari jenis kayu keras (hardwood) ini berhabitat asli di hutan liar Pulau Tasmania, Australia selatan. Dengan tingginya yang melampaui 100,5 meter, Centurion memegang rekor dunia sebagai tumbuhan berbunga (angiospermae) paling tinggi yang pernah tercatat dalam sejarah sains. Tumbuh menjulang melebihi Patung Liberty, pertumbuhan luar biasa cepat dari spesies ini sangat didukung oleh kondisi tanah vulkanis Tasmania yang sangat gembur, menyimpan air dengan baik, dan kaya akan kandungan unsur hara alami.
Menariknya, kerabat dekat dari keluarga raksasa ini adalah tanaman ekaliptus (seperti pohon kayu putih) yang sangat umum dijumpai dan dibudidayakan di wilayah Indonesia Timur, seperti Maluku dan Papua. Jika sistem manajemen kehutanan Australia yang modern dapat diadopsi di nusantara, pengembangan vegetasi sejenis berpotensi besar memajukan industri kehutanan berkelanjutan dan reklamasi lahan kritis di Indonesia.
Tantangan terbesarnya, Centurion hidup di kawasan yang sangat rawan terbakar. Pohon ini bahkan sempat tersambar api pada krisis kebakaran hutan Australia tahun 2019, namun beruntung berhasil selamat berkat kulit pangkalnya yang beradaptasi menahan panas ekstrem.
6. Douglas-Fir (Pseudotsuga menziesii)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336470/original/001994100_1788162695-Douglas-Fir__Pseudotsuga_menziesii_.jpg)
Di kawasan Hutan Lindung Coos County, Oregon, yang dikelola oleh Biro Pengelolaan Lahan Amerika Serikat (BLM), hidup raksasa hijau bernama "Doerner Fir". Pohon ini memiliki reputasi luar biasa di kalangan pecinta alam karena pernah memegang rekor tinggi mencapai 99,7 meter. Berada di tengah ekosistem hutan tua (old-growth forest) yang usianya ratusan tahun dan belum pernah ditebang, pengamatan para ahli biologi menunjukkan bahwa struktur batangnya yang masif dan kokoh mampu menopang berat tajuk kanopi hingga ratusan ton, sekaligus menjadi rumah bagi berbagai satwa langka seperti burung hantu tutul.
Bagi Indonesia, keberadaan hutan tua seperti habitat Doerner Fir memberikan inspirasi nyata mengenai pentingnya menjaga "pohon-pohon induk" (mother trees). Di hutan lindung nusantara, pohon induk berfungsi sebagai pusat jaringan ekologi tanah; mereka mendistribusikan nutrisi dan air kepada pohon-pohon kecil di sekitarnya melalui jaringan jamur bawah tanah.
Pendekatan pengelolaan yang diterapkan di Oregon membuktikan bahwa upaya pelestarian vegetasi raksasa tidak akan berhasil tanpa melibatkan komunitas adat dan lokal secara aktif. Pemberdayaan ekonomi warga di sekitar hutan terbukti menjadi benteng paling efektif untuk mencegah konversi lahan secara ilegal menjadi perkebunan komersial.
Advertisement
7. Mengaris (Koompassia excelsa)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336471/original/013318500_1788162695-Koompassia_excelsa__the_Mengaris_Tree__14312506649_.jpg)
Masyarakat Indonesia dan Malaysia lebih mengenalnya dengan sebutan pohon Tualang atau Mengaris. Tumbuhan megah berakar banir raksasa ini merupakan salah satu penghuni paling ikonis di hutan hujan tropis dataran rendah pulau Sumatra dan Kalimantan. Dengan ketinggian yang bisa mencapai lebih dari 88 meter, Mengaris memegang gelar bergengsi sebagai salah satu spesies legum (keluarga polong-polongan) tertinggi di muka bumi.
Keunikan utamanya terletak pada permukaan batangnya yang berwarna keperakan, sangat licin, dan cabang pertamanya baru muncul di ketinggian 30 meter. Hal ini merupakan bentuk evolusi cerdas untuk melindungi bagian atas pohon dari jangkauan predator pemanjat seperti beruang madu.
Di Indonesia, menurut laporan dari lembaga Center for International Forestry Research (CIFOR), pohon ini sangat dihormati dan sering kali disakralkan oleh masyarakat adat Melayu dan Dayak. Alasan utamanya adalah karena tajuk raksasanya merupakan tempat favorit bagi lebah madu hutan liar (Apis dorsata) untuk membangun puluhan sarang berukuran masif.
Oleh karena itu, keberadaan Mengaris sangat krusial, bukan hanya untuk rantai makanan dan proses penyerbukan bunga di hutan secara alami, tetapi juga untuk ekonomi masyarakat desa yang memanen madu secara tradisional. Hukum adat yang kuat terbukti menjadi instrumen paling ampuh yang menjaga pohon raksasa ini dari mata rantai eksploitasi gergaji mesin.
8. Meranti Putih (Shorea argentifolia)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336472/original/026847200_1788162695-Meranti_Putih.jpeg)
Sebagai salah satu harta karun biologi tersembunyi, flora raksasa ini banyak mendiami wilayah pelosok Kalimantan Utara dan bagian timur pulau Borneo, dengan rekor tinggi menembus 84 meter. Di era modern, penjelajahan untuk menemukan pohon-pohon super tinggi tidak lagi mengandalkan jalan kaki berbulan-bulan, melainkan menggunakan teknologi pemetaan udara berbasis satelit dan pesawat tanpa awak.
Lewat teknologi tersebut, peneliti ekologi belakangan ini terus mengungkap keberadaan spesimen raksasa baru yang tersembunyi di rapatnya tajuk hutan. Sebagai bagian dari keluarga Dipterocarpaceae, Meranti Putih memiliki peranan luar biasa vital sebagai penyerap emisi karbon dioksida global dengan kapasitas berton-ton per pohon.
Kehadiran varietas meranti super tinggi ini adalah bukti tak terbantahkan akan status kebesaran megabiodiversitas yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia. Laporan dari World Wide Fund for Nature (WWF) sering menekankan bahwa konservasi habitat asli di kawasan Taman Nasional—seperti Kayan Mentarang di Kalimantan—adalah benteng sekaligus kunci utama agar pohon purba ini terhindar dari status kritis akibat deforestasi.
Upaya menjaga kekayaan hayati ini tidak cukup hanya dengan regulasi pemerintah; edukasi berkelanjutan lewat kurikulum sekolah dasar dan ekowisata kepada generasi muda mutlak diperlukan, agar mereka sadar bahwa menjaga pohon lokal sama artinya dengan menyelamatkan masa depan iklim bumi.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pohon Tertinggi di Dunia
Apa jenis pohon paling tinggi di dunia yang masih hidup sampai sekarang?
Jenis pohon yang memegang rekor tertinggi di dunia saat ini adalah Pantai Redwood atau Sequoia sempervirens. Salah satu spesimennya yang bernama Hyperion berhasil ditemukan di California dengan tinggi mencengangkan melampaui 115 meter.
Bagaimana para ahli mengukur tinggi pohon raksasa di dalam hutan lebat?
Para ahli menggunakan perpaduan teknologi mutakhir seperti sensor laser 3D, radar bumi, serta pemetaan udara menggunakan drone canggih. Selain itu, verifikasi akhir sering kali melibatkan pemanjat profesional yang menjatuhkan pita pengukur langsung dari puncak kanopi pohon.
Apakah ada pohon raksasa tertinggi di dunia yang tumbuh di wilayah Indonesia?
Ya, Indonesia memiliki varietas pohon tropis raksasa dari keluarga Meranti seperti Meranti Kuning dan Meranti Putih, serta pohon Mengaris. Jenis-jenis pohon ini tumbuh subur di hutan hujan Kalimantan serta Sumatra dan tingginya bisa mencapai lebih dari 80 hingga 100 meter.
Mengapa lokasi pohon tertinggi di dunia seperti Hyperion dirahasiakan dari publik?
Lokasi pastinya dirahasiakan demi melindungi sistem perakaran pohon dan ekosistem tanah di sekitarnya yang sangat rapuh. Kunjungan wisatawan yang membeludak dikhawatirkan dapat menginjak tanah secara berlebihan dan merusak kelestarian hidup sang raksasa hutan.
Bagaimana pohon-pohon tinggi tersebut bisa bertahan hidup selama ratusan tahun?
Pohon-pohon raksasa ini memiliki mekanisme adaptasi yang luar biasa seperti kulit kayu yang tebal dan tahan terhadap api kebakaran hutan. Selain itu, mereka mampu menyerap kelembapan dan air secara langsung dari kabut udara melalui pori-pori daun serta kulit batangnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3335299/original/093154300_1788148519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T105456.620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336194/original/011453800_1788145793-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T100906.764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481050/original/073182400_1769075263-Gubernur_Jawa_Barat_Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336465/original/075666300_1788162691-pexels-stephen-leonardi-587681991-30289052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336356/original/026745500_1788156721-pexels-runffwpu-18408951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465381/original/020337400_1767766631-bubur__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3228938/original/028457300_1599220684-pexels-engin-akyurt-3356489.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336311/original/012725700_1788153809-HAh4J8KzBQFZAWr7m9corL-1024-80.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336286/original/029523000_1788153033-a2893bd8-0402-4b87-a46f-f69469e8936a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510733/original/053916700_1771837198-Gemini_Generated_Image_vtpiyuvtpiyuvtpi.jpg)