Weighted Vest Walking Jadi Tren Kebugaran, Jalan Kaki Kini Lebih Menantang

Daya tarik weighted vest walking terletak pada penggunaannya yang praktis.

Diterbitkan 31 Agustus 2026, 14:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Weighted vest walking mulai dilirik sebagai cara sederhana untuk meningkatkan intensitas jalan kaki. Aktivitas ini dilakukan dengan mengenakan rompi berisi beban tambahan saat berjalan, sehingga tubuh perlu mengeluarkan tenaga lebih besar untuk melakukan gerakan yang sama.

Melansir Women's Health, Senin (31/8/2026), penggunaan rompi pemberat semakin populer di kalangan orang yang ingin memberikan tantangan ekstra pada aktivitas sehari-hari. Praktik tersebut dikaitkan dengan sejumlah manfaat kebugaran, mulai dari membantu meningkatkan pembakaran kalori hingga mendukung pembentukan otot.

Daya tarik weighted vest juga terletak pada penggunaannya yang praktis. Rompi dapat dikenakan ketika berjalan kaki, sehingga seseorang tidak perlu menyediakan waktu khusus untuk latihan tambahan maupun menyiapkan peralatan yang rumit.

Beban yang melekat pada tubuh memberikan resistensi ekstra dan membuat otot bekerja lebih keras selama beraktivitas. Sarah Pelc Graca, CPT, pelatih pribadi sekaligus pendiri Strong with Sarah Weight Loss Coaching, mengatakan rompi pemberat dapat mengubah jalan kaki menjadi latihan yang lebih menantang.

Berbeda dengan dumbel atau resistance band yang umumnya membutuhkan tangan untuk menggenggam dan melakukan gerakan tertentu, rompi memberikan beban secara langsung pada tubuh. Kedua tangan pun tetap bebas bergerak selama berjalan.

Hal ini membuat weighted vest walking menarik bagi mereka yang ingin meningkatkan intensitas olahraga tanpa harus mengubah pola latihan secara drastis atau menambahkan gerakan baru yang kompleks.

Lebih Menantang

Berjalan kaki sudah menjadi aktivitas fisik yang baik, tapi menambahkan rompi pemberat dapat membuat latihan terasa lebih menantang. Beban ekstra membuat otot kaki, bokong, dan inti tubuh bekerja lebih keras, sehingga aktivitas kardio ini sekaligus memberikan stimulus untuk penguatan otot.

Penggunaan rompi juga dapat meningkatkan intensitas kardiovaskular selama berjalan. Tubuh membutuhkan usaha lebih besar untuk bergerak, yang dapat membuat detak jantung meningkat dan membantu melatih stamina.

Tak hanya itu, tambahan beban membuat otot perut dan area sekitar tulang belakang bekerja menjaga tubuh tetap stabil. Aktivitas tersebut dapat membantu melatih keseimbangan sekaligus memperkuat otot inti.

Karena harus membawa beban tambahan sepanjang perjalanan, tubuh juga membutuhkan energi lebih banyak. Hal ini berpotensi meningkatkan jumlah kalori yang terbakar dibandingkan berjalan kaki tanpa rompi pemberat.

Rekomendasi Pemakaian

Penggunaan rompi pemberat saat berjalan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Para ahli menyarankan pemula memulai dengan beban ringan dan durasi singkat sebelum meningkatkan intensitas latihan.

Cara ini penting untuk memberi kesempatan tubuh beradaptasi sekaligus mengurangi risiko ketegangan pada sendi, kelelahan otot, maupun gangguan postur. Pada tahap awal, sesi berjalan dengan rompi pemberat dapat dibatasi sekitar 10 hingga 20 menit atau menempuh jarak sedang, seperti 1,6 kilometer.

Jika tubuh sudah terbiasa dan kekuatan serta daya tahan meningkat, durasi maupun frekuensinya dapat ditambah secara perlahan. Penggunaan rompi kemudian bisa dilakukan hingga tiga sampai lima kali dalam seminggu, termasuk saat menjalani latihan menggunakan berat badan sendiri.

Namun, hindari memakainya terlalu lama atau menggunakan beban berlebihan agar tubuh tidak menerima tekanan yang melampaui kemampuannya.

Perhatikan Risikonya

Penggunaan weighted vest saat berjalan umumnya aman, tapi beban yang terlalu berat atau pemakaian berlebihan dapat memberikan tekanan tambahan pada persendian, terutama lutut, pinggul, dan punggung bagian bawah. Karena itu, penting menyesuaikan bobot dengan kemampuan tubuh.

Bagi orang yang memiliki masalah persendian, seperti radang sendi atau nyeri kronis, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mencoba aktivitas ini. Rompi yang tidak terpasang dengan tepat juga dapat mengganggu postur dan pola berjalan, sehingga memicu ketegangan pada punggung atau leher.

Peningkatan intensitas secara terburu-buru turut meningkatkan risiko cedera akibat penggunaan berlebihan, termasuk ketegangan otot dan tendonitis. Pemula sebaiknya memilih beban ringan dan menambahnya secara perlahan.

Pastikan pula beban tersebar merata agar tubuh tetap seimbang. Jika digunakan terlalu lama, rompi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau lecet, terutama pada bahu dan dada.