Liputan6.com, Jakarta - Bicara soal bubur terenak di dunia, Indonesia ternyata punya alasan untuk bangga. Dalam daftar All Porridges yang ditampilkan TasteAtlas, bubur ayam menempati posisi pertama dengan skor 4,3. Hidangan sederhana berbahan dasar nasi ini bersanding dengan beragam bubur dari Georgia, Filipina, Ukraina, Rumania, Amerika Serikat, Mesir, hingga Brasil.
Bubur memang menjadi salah satu makanan yang mudah ditemukan dalam berbagai budaya. Bahan dasarnya bisa berupa nasi, jagung, kacang-kacangan, atau tepung singkong, kemudian dipadukan dengan bahan dan bumbu khas daerah masing-masing.
Menariknya, setiap bubur memiliki karakter yang berbeda. Ada yang lembut dan gurih, ada yang sangat kental dan elastis, sementara lainnya hadir sebagai pendamping hidangan utama. TasteAtlas mencatat 133 jenis dalam kategori All Porridges, dengan bubur ayam Indonesia berada di posisi paling atas dari daftar yang dirujuk. berikut ulasan Liputan6.com, Senin (31/8/2026).
Advertisement
1. Bubur Ayam – Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465382/original/061536000_1767766631-bubur_ayam.jpg)
Bubur ayam menjadi nama yang paling menonjol dalam daftar TasteAtlas dengan skor 4,3. Hidangan yang dikenal luas sebagai menu sarapan ini berasal dari tradisi kuliner Jawa, Indonesia, dan merupakan versi lokal dari chicken congee.
Teksturnya khas: nasi dimasak dalam waktu cukup lama hingga berubah menjadi bubur yang kental dan lembut. Salah satu ciri pentingnya adalah penggunaan kaldu ayam. Dalam penjelasan TasteAtlas, ayam umumnya direbus terlebih dahulu, kemudian kaldu yang dihasilkan digunakan untuk memasak nasi sehingga bubur mendapatkan rasa gurih yang lebih kuat.
Semangkuk bubur ayam biasanya tidak berhenti pada nasi dan suwiran ayam. Taburan daun bawang, bawang goreng, seledri atau daun ketumbar, kacang tanah, cakwe, serta telur rebus dapat menjadi pelengkap. Kecap, minyak wijen, atau saus ikan juga dapat ditambahkan untuk memperkaya rasa. Sambal biasanya disediakan secara terpisah sehingga tingkat kepedasannya bisa disesuaikan.
Bubur ayam juga punya hubungan erat dengan budaya sarapan masyarakat Indonesia. Pedagang kaki lima kerap menjualnya pada pagi hari, menjadikannya makanan yang praktis sekaligus mengenyangkan.
TasteAtlas mencatat Bubur Ayam Barito di Jakarta sebagai salah satu tempat yang dikenal ikonik untuk menikmati hidangan ini. Posisi tersebut membuat bubur ayam bukan sekadar makanan rumahan, tetapi juga salah satu representasi kuliner Indonesia dalam daftar bubur dunia.
2. Elarji – Georgia
Di posisi kedua terdapat Elarji dari wilayah Samegrelo-Upper Svaneti, Georgia, dengan skor 4,2. Berbeda dari bubur berbahan nasi, elarji dibuat dari tepung jagung dan cornmeal yang dicampur dengan keju khas Georgia, seperti sulguni atau tchkhinti.
Keistimewaan elarji terletak pada teksturnya yang sangat kental sekaligus elastis. TasteAtlas bahkan menggambarkan elarji yang dibuat dengan baik dapat ditarik hingga melebar jauh. Karakter ini membuatnya berbeda dari kebanyakan bubur yang identik dengan tekstur lembut dan mudah disendok.
Elarji biasanya disantap dalam kondisi panas. Hidangan ini dapat disajikan bersama bazhe, saus khas Georgia yang dibuat dari bawang putih, kenari, dan berbagai rempah. Perpaduan jagung, keju yang gurih, serta saus bercita rasa kuat menghasilkan hidangan yang sederhana tetapi kaya karakter.
3. Arroz Caldo – Filipina
Arroz caldo menempati posisi ketiga dengan skor 4,2. Hidangan Filipina ini juga merupakan variasi congee berbahan dasar nasi dan ayam.
Ciri yang membedakannya adalah penggunaan jahe dalam proses memasak. Nasi dan ayam dimasak dalam kaldu yang diberi aroma jahe, kemudian dibumbui dengan bahan seperti saus ikan, bawang putih, bawang bombai, garam, dan lada hitam.
Menurut TasteAtlas, arroz caldo merupakan salah satu dari banyak variasi congee yang berkembang di Filipina. Akar congee sendiri berkaitan dengan tradisi kuliner Tiongkok, tetapi arroz caldo berkembang menjadi hidangan yang menyesuaikan selera dan sejarah lokal Filipina.
Hidangan ini biasa disantap sebagai sarapan yang mengenyangkan atau makanan pada siang hari. Teksturnya yang hangat dan lembut membuatnya cocok disantap ketika membutuhkan makanan yang sederhana tetapi tetap kaya rasa.
Advertisement
4. Banosh – Ukraina
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336391/original/088875900_1788159596-banosh.jpeg)
Dari kawasan Pegunungan Carpathia, Ukraina, ada Banosh yang memperoleh skor 4,1. Bubur ini berbahan dasar tepung jagung yang dimasak menggunakan campuran krim asam dan keju Bryndza.
Banosh secara tradisional dimasak di atas api terbuka. Metode tersebut menjadi bagian dari karakter historis makanan ini, terutama karena hidangan tersebut dahulu sangat berkaitan dengan masyarakat Hutsul. TasteAtlas mencatat bahwa pada masa lalu, tugas memasak banosh bahkan secara tradisional diperuntukkan bagi laki-laki dalam komunitas tersebut.
Saat ini, banosh telah menjadi bagian dari kuliner tradisional Ukraina yang lebih luas. Penyajiannya bisa dilengkapi potongan daging asap, keju Bryndza yang dihancurkan, saus jamur, atau cracklings yang renyah.
Kelembutan bubur jagung berpadu dengan rasa asam-gurih dari krim dan keju. Hasilnya adalah hidangan yang jauh lebih kaya dibandingkan gambaran sederhana tentang bubur.
5. Mămăligă cu Brânză – Rumania
Posisi kelima ditempati Mămăligă cu brânză dari Rumania dengan skor 4,1. Hidangan ini merupakan perpaduan bubur jagung khas Rumania dengan keju putih.
Mămăligă dibuat dengan memasak tepung jagung, garam, dan air hingga menghasilkan tekstur yang tebal dan halus. Setelah matang, bubur dapat disajikan dengan keju putih seperti telemea atau brânză de burduf.
Keju bisa ditaburkan di atas bubur yang masih mengepul, disajikan di sampingnya, dicampurkan langsung, atau dibuat berlapis dengan mămăligă sebelum dipanggang. Krim asam juga kerap hadir sebagai pendamping.
Kesederhanaan bahan justru menjadi kekuatan makanan ini. Rasa gurih keju dan sensasi lembut mămăligă menciptakan kombinasi yang mengenyangkan dan mudah dinikmati.
6. Taci şi Înghite – Rumania
Masih dari Rumania, Taci şi înghite berada di posisi keenam dengan skor 4,1. Nama hidangan ini cukup unik karena secara harfiah dapat diterjemahkan menjadi “diam dan telan” atau shut up and swallow.
Taci şi înghite merupakan variasi mămăligă yang dibuat berlapis. Bubur jagung yang lembut dipadukan dengan keju asin dan krim asam, kemudian dapat diberi tambahan keju parut dan telur sebelum dipanggang dalam oven.
Dalam beberapa variasi, daging goreng seperti bacon dan sosis juga dapat ditambahkan. Setelah dipanggang, hidangan ini menghasilkan lapisan mămăligă yang lebih padat dengan rasa gurih dari keju dan bahan pendamping.
TasteAtlas menggambarkannya sebagai makanan yang mengenyangkan dan cocok untuk santapan keluarga. Hidangan ini biasanya disajikan panas atau agak dingin bersama krim asam, acar sayuran, atau salad segar.
7. Shrimp and Grits – Amerika Serikat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336392/original/093966900_1788159596-Shrimp_and_Grits.jpeg)
Bubur tidak selalu identik dengan nasi. Shrimp and grits dari kawasan Amerika Serikat bagian Selatan menunjukkan bagaimana bubur jagung dapat menjadi hidangan ikonik.
TasteAtlas memberikan skor 4,0 untuk hidangan ini. Grits merupakan bubur berbahan jagung yang memiliki tekstur lembut dan creamy, kemudian dipadukan dengan udang yang dimasak bersama berbagai bahan gurih.
Hidangan tersebut awalnya dikenal sebagai makanan sederhana nelayan, dengan udang yang dimasak menggunakan lemak bacon dan disajikan di atas grits. Popularitasnya meningkat setelah kritikus makanan Craig Claiborne menuliskannya di The New York Times pada 1985 setelah mencicipi versi hidangan tersebut di Crook's Corner, North Carolina.
Versi yang kemudian terkenal turut menggunakan jamur, bacon, dan keju cheddar. Kini variasinya semakin beragam, termasuk penggunaan rempah pedas, saus barbeku, tomat, hingga telur goreng.
Popularitasnya bahkan melahirkan festival tahunan Shrimp & Grits Festival di Jekyll Island, Georgia.
8. Bissara – Mesir
Bissara mendapatkan skor 4,0 dalam daftar TasteAtlas. Hidangan yang dikenal di Mesir dan Maroko ini dibuat dari kacang-kacangan yang dihaluskan, terutama kacang fava kering atau split peas.
Bissara dapat memiliki konsistensi seperti sup maupun bubur. Versi yang lebih kental bahkan bisa digunakan sebagai saus cocol. Bahan dasarnya kemudian diberi bumbu bawang putih, minyak zaitun, dan perasan lemon.
Paprika dan jintan dapat ditambahkan untuk memberikan aroma serta rasa yang lebih kompleks. Roti renyah juga menjadi pendamping yang umum.
Bissara secara tradisional dikonsumsi sebagai menu sarapan dan sangat populer pada musim dingin. Teksturnya yang lembut dan sifatnya yang mengenyangkan menjadikan hidangan ini cocok untuk memulai hari.
9. Mămăliguță cu Brânză și Smântănă – Rumania
Rumania kembali muncul melalui Mămăliguță cu brânză și smântănă, yang memperoleh skor 4,0. Hidangan ini masih menggunakan mămăliguță sebagai dasar, tetapi ditambah keju dan krim asam.
Tekstur bubur jagung dapat dibuat lebih lembut atau lebih padat sesuai selera. Keju parut dan krim asam dapat ditempatkan di atasnya, disajikan sebagai pendamping, atau dibuat berlapis bersama mămăliguță.
Jenis keju yang digunakan bisa berupa telemea yang teksturnya mirip feta, brânză de burduf dari susu domba, atau brânză de vaci yang menyerupai keju cottage.
Kesederhanaan hidangan ini menunjukkan bagaimana satu bahan pokok dapat berkembang menjadi banyak sajian berbeda. Dengan tambahan keju dan krim asam, mămăliguță berubah menjadi makanan yang creamy, gurih, dan lebih kaya rasa.
Advertisement
10. Pirão – Brasil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336393/original/098711400_1788159596-pirao.jpeg)
Melengkapi 10 besar terdapat Pirão dari Brasil dengan skor 3,9. Hidangan ini sekilas menyerupai bubur encer atau polenta, tetapi bahan utamanya bukan beras maupun jagung.
Pirão dibuat menggunakan tepung singkong yang dimasak bersama kaldu beraroma. Kaldu yang digunakan dapat berasal dari ikan, daging sapi, atau ayam, sehingga rasa akhirnya sangat bergantung pada bahan pendampingnya.
TasteAtlas menyebut pirão sebagai salah satu makanan pendamping khas Brasil. Hidangan ini telah menjadi bagian dari kuliner Brasil selama berabad-abad dan kemungkinan berakar dari budaya masyarakat adat Brasil.
Pirão biasanya disajikan bersama nasi serta hidangan berbahan daging atau makanan laut. Konsistensinya yang lembut membuatnya mudah menyatu dengan kuah atau lauk yang disantap bersamanya.
Apa yang Membuat Bubur dari Berbagai Negara Begitu Menarik?
Daftar bubur terenak di dunia versi TasteAtlas memperlihatkan bahwa bubur memiliki bentuk yang jauh lebih beragam daripada yang selama ini mungkin dibayangkan. Bubur ayam Indonesia dan arroz caldo Filipina sama-sama menggunakan nasi, tetapi cita rasa keduanya berbeda karena penggunaan bumbu dan tradisi lokal.
Di sisi lain, elarji, banosh, dan berbagai jenis mămăligă memperlihatkan dominasi jagung dalam tradisi kuliner Eropa Timur. Bissara menggunakan kacang-kacangan sebagai bahan utama, sedangkan pirão mengandalkan singkong. Shrimp and grits bahkan memperlihatkan bagaimana bubur jagung dapat berkembang menjadi hidangan utama dengan udang dan berbagai pelengkap.
Kesamaan seluruh hidangan tersebut terletak pada kemampuannya mengubah bahan sederhana menjadi makanan yang memiliki identitas budaya. Bubur dapat menjadi sarapan, makanan keluarga, makanan pendamping, atau hidangan tradisional yang memiliki sejarah panjang.
Daftar TasteAtlas juga menunjukkan bahwa penilaian kuliner tidak hanya soal bahan mahal atau teknik memasak rumit. Bubur yang dibuat dari nasi, jagung, kacang, atau singkong dapat memperoleh tempat di panggung kuliner dunia ketika memiliki rasa dan karakter yang kuat.
Bagi masyarakat Indonesia, posisi bubur ayam di peringkat pertama tentu menjadi hal menarik. Hidangan yang setiap pagi mudah ditemukan di gerobak kaki lima ternyata mampu bersanding dengan makanan tradisional dari berbagai penjuru dunia.
Pertanyaan Seputar Bubur
1. Apa bubur terenak di dunia menurut TasteAtlas?
Berdasarkan daftar All Porridges dari TasteAtlas, bubur ayam dari Indonesia menempati posisi pertama dengan skor 4,3. Di bawahnya terdapat elarji dari Georgia serta arroz caldo dari Filipina dengan skor masing-masing 4,2.
2. Bubur ayam berasal dari mana?
TasteAtlas mencatat bubur ayam sebagai hidangan dari Jawa, Indonesia. Hidangan ini disebut sebagai versi Indonesia dari chicken congee dan kemungkinan memiliki hubungan dengan tradisi bubur nasi Tiongkok yang kemudian beradaptasi dengan bahan serta cita rasa lokal.
3. Apa perbedaan bubur ayam dan arroz caldo?
Keduanya sama-sama menggunakan nasi dan ayam, tetapi karakter bumbunya berbeda. Bubur ayam Indonesia umumnya menggunakan beragam pelengkap seperti bawang goreng, daun bawang, cakwe, kacang, telur, kecap, dan sambal. Arroz caldo khas Filipina menggunakan kaldu beraroma jahe serta dapat dibumbui dengan saus ikan, bawang putih, bawang bombai, garam, dan lada.
4. Apakah semua bubur terbuat dari nasi?
Tidak. Daftar TasteAtlas menunjukkan bahwa bahan dasar bubur sangat beragam. Elarji, banosh, dan mămăligă menggunakan jagung, bissara menggunakan kacang-kacangan, sedangkan pirão dibuat dari tepung singkong. Keragaman tersebut memperlihatkan bagaimana istilah bubur dapat merujuk pada berbagai makanan bertekstur lembut atau kental di seluruh dunia.
5. Mengapa bubur populer sebagai makanan sarapan?
Bubur umumnya memiliki tekstur lembut, mudah disantap, dan dapat dibuat mengenyangkan dengan tambahan protein maupun pelengkap lainnya. Banyak tradisi kuliner menjadikannya menu pagi, seperti bubur ayam di Indonesia, arroz caldo di Filipina, dan bissara di Mesir serta Maroko.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3335299/original/093154300_1788148519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T105456.620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336194/original/011453800_1788145793-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T100906.764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481050/original/073182400_1769075263-Gubernur_Jawa_Barat_Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5465381/original/020337400_1767766631-bubur__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5025301/original/023974300_1732677452-Depositphotos_324634922_S.jpg)