Liputan6.com, Jakarta - Rumah bisa terasa sesak meski sebenarnya memiliki luas yang cukup. Masalahnya sering bukan terletak pada ukuran bangunan, melainkan pada pilihan perabot, jumlah barang, serta cara menempatkannya. Furnitur yang terlalu besar, terlalu banyak, atau memiliki desain berat dapat mengambil ruang visual sehingga ruangan terasa lebih sempit daripada ukuran sebenarnya.
Karena itu, mengenali perabotan yang bikin rumah sumpek bisa menjadi langkah awal sebelum memutuskan renovasi atau membuang banyak barang. Kadang cukup mengganti satu furnitur besar, mengurangi barang tertentu, atau mengubah cara penyimpanan untuk membuat ruang tamu, kamar, maupun ruang keluarga terasa jauh lebih lega.
1. Sofa Besar yang Tidak Seimbang dengan Ukuran Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336345/original/072000400_1788156345-2bf7d14e-4333-4ea6-b57f-6411e78f39e3.jpg)
Sofa memang menjadi salah satu furnitur utama di ruang tamu atau ruang keluarga, tetapi ukurannya perlu disesuaikan dengan luas ruangan. Sofa tiga dudukan berukuran besar, terutama yang memiliki sandaran tebal dan lengan lebar, dapat mendominasi ruangan kecil hingga menyisakan sedikit ruang untuk bergerak.
Masalahnya semakin terasa apabila sofa dipadukan dengan beberapa kursi tambahan, meja kopi, meja samping, dan rak. Masing-masing furnitur mungkin terlihat wajar ketika berdiri sendiri, tetapi ketika ditempatkan bersama dalam satu ruangan, area lantai yang tersisa menjadi sangat terbatas.
Untuk rumah dengan ruang tamu mungil, sofa dua dudukan atau model berkaki ramping sering lebih mudah ditata. Furnitur yang bagian bawahnya terlihat juga memberikan kesan visual lebih ringan karena lantai tidak sepenuhnya tertutup oleh badan sofa.
Advertisement
2. Lemari Berukuran Terlalu Besar
Lemari tinggi dan lebar memang menawarkan banyak tempat penyimpanan, tetapi ukurannya dapat membuat ruangan terasa berat. Kondisi ini terutama terlihat pada kamar tidur kecil ketika lemari memenuhi sebagian besar dinding dan hanya menyisakan jalur sempit antara tempat tidur dengan furnitur lainnya.
Lemari berwarna gelap dengan desain tebal juga dapat memperkuat kesan penuh karena secara visual terlihat lebih dominan. Jika bagian atas lemari kemudian digunakan untuk menumpuk koper, kardus, atau barang lain, kamar akan terlihat semakin padat.
Daripada sekadar memilih lemari terbesar, pertimbangkan kebutuhan penyimpanan yang sebenarnya. Lemari dengan pintu geser, desain hingga mendekati plafon, atau penyimpanan built-in dapat membantu memanfaatkan ruang vertikal tanpa terlalu banyak mengambil area untuk membuka pintu.
3. Meja Makan Terlalu Panjang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336346/original/076744300_1788156345-d648eaa4-1877-4093-9839-dff4aa491337.jpg)
Meja makan besar memang nyaman ketika rumah sering digunakan untuk berkumpul bersama keluarga atau menerima banyak tamu. Namun, meja yang ukurannya tidak sebanding dengan ruang makan dapat menjadi salah satu perabotan yang bikin rumah sumpek, terutama jika jalur menuju dapur atau ruangan lain ikut terhalang.
Kursi juga membutuhkan ruang ketika ditarik keluar. Artinya, ukuran meja saja tidak cukup menjadi pertimbangan. Sebuah meja mungkin terlihat pas ketika semua kursi masuk ke bawahnya, tetapi terasa terlalu besar saat anggota keluarga mulai duduk dan menggunakan area tersebut.
Untuk rumah kecil, meja bulat, meja lipat, atau meja dengan ukuran yang sesuai jumlah penghuni sehari-hari sering lebih praktis. Meja makan yang dapat diperpanjang saat diperlukan juga memberikan fleksibilitas tanpa membuat ruangan terus-menerus dipenuhi furnitur berukuran besar.
Advertisement
4. Rak Terbuka yang Terlalu Penuh
Rak terbuka sering digunakan karena membuat barang mudah dijangkau sekaligus bisa menjadi tempat dekorasi. Sayangnya, rak seperti ini mudah berubah menjadi tempat menumpuk buku, kotak kecil, pajangan, botol, kabel, dan berbagai benda yang sebenarnya tidak perlu ditampilkan.
Semakin banyak benda yang terlihat, semakin tinggi pula kepadatan visual sebuah ruangan. Meskipun barang sudah tersusun di dalam rak dan tidak berserakan di lantai, terlalu banyak bentuk, warna, dan ukuran yang terlihat sekaligus tetap dapat membuat ruangan terasa penuh.
Jika menyukai rak terbuka, sisakan beberapa bagian kosong agar susunannya tidak terlihat sesak. Barang kecil yang kurang menarik secara visual dapat dimasukkan ke dalam kotak penyimpanan seragam atau dipindahkan ke lemari tertutup.
5. Meja Kopi yang Terlalu Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336347/original/081256200_1788156345-59fcaee2-e47f-4bcf-81d5-0360806624ae.jpg)
Meja kopi sering ditempatkan tepat di tengah ruang tamu sehingga ukurannya sangat memengaruhi kelancaran pergerakan. Meja yang terlalu panjang atau lebar dapat mempersempit jarak antara sofa, kursi, dan area keluar-masuk ruangan.
Pada ruang tamu kecil, meja kopi dengan badan solid juga memberikan efek visual yang cukup berat. Permukaan lantai di tengah ruangan menjadi tertutup sehingga ruang tampak lebih padat.
Sebagai alternatif, pilih meja berukuran lebih kecil, meja berbentuk bulat, nesting table, atau meja dengan kaki ramping. Model tersebut tetap memberikan tempat untuk meletakkan minuman dan benda kecil tanpa membuat bagian tengah ruangan terasa penuh.
Advertisement
6. Terlalu Banyak Meja Samping
Meja samping memang praktis, terutama untuk menaruh lampu, ponsel, buku, atau minuman. Namun, kebiasaan menempatkan satu meja di setiap sisi sofa, tempat tidur, hingga sudut ruangan dapat menambah jumlah furnitur tanpa disadari.
Masalahnya bukan hanya ukuran masing-masing meja, tetapi akumulasi barang di dalam satu ruangan. Beberapa meja kecil dapat mengambil lebih banyak ruang daripada satu furnitur multifungsi yang dirancang dengan baik.
Coba perhatikan kembali fungsi setiap meja. Jika dua furnitur digunakan untuk kebutuhan yang sama, salah satunya mungkin bisa dikeluarkan. Rak kecil yang menempel di dinding atau furnitur dengan tempat penyimpanan tambahan juga dapat menjadi alternatif.
7. Kabinet Pendek yang Menutupi Banyak Dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336348/original/085090800_1788156345-6adb87d4-7d34-4034-a5ba-f0244c5b8257.jpg)
Kabinet, buffet, dan credenza sering digunakan untuk menyimpan peralatan makan, dokumen, atau barang rumah tangga lainnya. Namun, menempatkan banyak kabinet pendek di sepanjang dinding dapat membuat hampir seluruh sisi ruangan dipenuhi furnitur.
Kabinet horizontal juga membutuhkan bidang lantai yang cukup panjang. Jika terdapat beberapa unit di ruangan yang sama, ruang kosong di sepanjang dinding menjadi sangat sedikit sehingga ruangan terlihat padat dari berbagai arah.
Jika penyimpanan memang dibutuhkan, memanfaatkan ruang vertikal bisa lebih efisien. Satu kabinet tinggi yang tertata baik terkadang dapat menggantikan beberapa lemari pendek sekaligus, tergantung kebutuhan dan bentuk ruangan.
Advertisement
8. Kursi Tambahan yang Jarang Digunakan
Banyak rumah memiliki kursi tambahan karena alasan berjaga-jaga ketika tamu datang. Sayangnya, kursi tersebut sering hanya digunakan beberapa kali dalam sebulan tetapi terus mengambil ruang setiap hari.
Kursi cadangan biasanya ditempatkan di pojok ruang tamu, dekat meja makan, atau bahkan menjadi tempat menumpuk tas dan pakaian. Akibatnya, furnitur yang awalnya dianggap berguna justru menambah kepadatan ruangan.
Jika tamu tidak terlalu sering datang, kursi lipat atau bangku yang dapat disimpan di bawah meja bisa menjadi pilihan lebih fleksibel. Ottoman yang sekaligus memiliki ruang penyimpanan juga dapat menjalankan beberapa fungsi tanpa menambah terlalu banyak perabot.
9. Furnitur dengan Banyak Ornamen dan Bentuk Berat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336349/original/089826400_1788156345-9c299efa-3342-4b70-83b8-9d7d7ca34f3f.jpg)
Ukuran bukan satu-satunya faktor yang membuat sebuah furnitur terasa besar. Lemari, sofa, meja, atau tempat tidur dengan banyak ukiran, panel tebal, kaki besar, dan detail dekoratif dapat terlihat jauh lebih berat dibandingkan furnitur dengan dimensi yang sebenarnya hampir sama.
Gaya furnitur seperti ini tidak selalu buruk. Pada rumah luas dengan proporsi ruangan yang memadai, furnitur berornamen justru dapat menjadi karakter utama interior. Masalah muncul ketika desain tersebut ditempatkan dalam ruangan kecil yang sudah memiliki banyak elemen dekoratif.
Jika ingin mempertahankan furnitur berkarakter kuat, sebaiknya batasi jumlahnya. Satu furnitur sebagai focal point biasanya lebih mudah diseimbangkan daripada menggunakan banyak perabot dengan desain berat dalam satu ruangan.
Advertisement
10. Tempat Tidur dengan Rangka Terlalu Tebal
Tempat tidur merupakan furnitur terbesar di sebagian besar kamar sehingga pemilihan modelnya sangat menentukan kesan ruang. Rangka yang jauh lebih lebar daripada ukuran kasur, sandaran kepala sangat besar, atau desain seperti platform tebal dapat memakan ruang tambahan tanpa memberikan banyak fungsi.
Pada kamar kecil, selisih belasan sentimeter di setiap sisi tempat tidur cukup berarti. Ruang tersebut sebenarnya dapat digunakan sebagai jalur berjalan, tempat meja kecil, atau sekadar membuat kamar terasa tidak terlalu rapat.
Model tempat tidur dengan rangka sederhana sering lebih cocok untuk ruangan terbatas. Jika membutuhkan penyimpanan tambahan, tempat tidur dengan laci bawah dapat menjadi pilihan selama mekanisme membuka lacinya masih memiliki ruang yang cukup.
11. Rak Sepatu Terbuka yang Penuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336350/original/094178200_1788156345-04d0c953-de55-4334-9acc-0c8faa3a2a37.jpg)
Rak sepatu biasanya ditempatkan di dekat pintu masuk rumah, sehingga menjadi salah satu benda pertama yang terlihat ketika seseorang masuk. Ketika rak dipenuhi banyak sandal dan sepatu dari berbagai warna dan bentuk, area tersebut dapat langsung memberikan kesan berantakan.
Selain persoalan visual, rak yang terlalu lebar juga dapat mempersempit jalur masuk. Pada rumah dengan foyer kecil atau pintu yang langsung menghadap ruang tamu, kondisi seperti ini membuat bagian depan rumah terasa sempit sejak awal.
Sepatu yang jarang digunakan sebaiknya tidak semuanya diletakkan di rak terbuka. Kabinet sepatu tertutup atau rak vertikal dapat membantu mengurangi barang yang terlihat sekaligus menggunakan ruang secara lebih efisien.
Advertisement
12. Furnitur yang Hanya Berfungsi sebagai Pajangan
Bangku dekoratif, meja konsol, kabinet kecil, rak sudut, hingga kursi aksen memang dapat mempercantik interior. Namun, terlalu banyak furnitur dekoratif bisa membuat rumah kehilangan ruang kosong yang sebenarnya sangat penting.
Ruang kosong bukan berarti rumah belum selesai ditata. Justru area kosong memberikan ruang bagi mata untuk beristirahat sekaligus membuat furnitur yang benar-benar penting terlihat lebih menonjol.
Sebelum menambahkan furnitur baru, tanyakan apa fungsi barang tersebut dan apakah ada furnitur lain yang sudah menjalankan fungsi serupa. Cara sederhana ini dapat mencegah rumah dipenuhi perabot yang menarik ketika dibeli tetapi akhirnya jarang digunakan.
Cara Mengurangi Perabotan yang Bikin Rumah Sumpek
Tidak semua furnitur yang membuat rumah terasa penuh harus langsung dibuang. Mulailah dengan melihat ruangan secara keseluruhan dan menentukan barang mana yang paling banyak mengambil ruang dibandingkan manfaat yang diberikan.
- Prioritaskan furnitur yang benar-benar digunakan. Perabot yang jarang disentuh selama berbulan-bulan layak dievaluasi kembali, terutama jika ukurannya cukup besar.
- Kurangi furnitur dengan fungsi serupa. Dua meja kecil, beberapa rak, atau banyak kursi tambahan mungkin dapat digantikan oleh satu furnitur yang lebih serbaguna.
- Manfaatkan ruang vertikal. Rak tinggi, kabinet vertikal, dan penyimpanan yang mendekati plafon dapat mengurangi kebutuhan menggunakan terlalu banyak bidang lantai.
- Pilih furnitur berkaki ramping. Sofa, kabinet, atau meja yang menyisakan bagian lantai terlihat biasanya memberikan kesan lebih ringan.
- Sisakan jalur berjalan yang jelas. Furnitur sebaiknya tidak membuat penghuni harus berjalan menyamping atau terus menghindari sudut meja ketika berpindah tempat.
- Kurangi benda yang terlihat sekaligus. Penyimpanan tertutup dapat membantu mengurangi kepadatan visual dari koleksi barang-barang kecil.
- Jangan merasa semua sudut harus diisi. Beberapa bagian rumah memang lebih nyaman dibiarkan kosong daripada diisi meja, tanaman besar, atau rak tambahan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Perabotan yang Bikin Rumah Sumpek
1. Kenapa rumah tetap terasa sempit meskipun tidak banyak barang?
Ukuran dan penempatan furnitur juga berpengaruh. Beberapa furnitur berukuran besar dapat membuat ruang terasa penuh meskipun jumlah barang sebenarnya sedikit.
2. Apakah furnitur berwarna gelap membuat rumah terlihat sempit?
Warna gelap dapat memberikan kesan visual lebih berat, terutama jika digunakan pada furnitur besar di ruangan kecil. Namun, efeknya juga dipengaruhi pencahayaan dan kombinasi warna di sekitarnya.
3. Furnitur seperti apa yang cocok untuk rumah kecil?
Furnitur berukuran proporsional, berkaki ramping, multifungsi, serta memiliki ruang penyimpanan biasanya lebih mudah digunakan pada rumah berukuran terbatas.
4. Apakah rak terbuka bagus untuk ruangan kecil?
Bisa, tetapi sebaiknya tidak dipenuhi terlalu banyak barang. Rak terbuka yang terlalu padat justru dapat meningkatkan kepadatan visual ruangan.
5. Bagaimana membuat rumah terlihat lebih luas tanpa renovasi?
Kurangi furnitur yang tidak diperlukan, sisakan ruang kosong, rapikan benda kecil ke dalam penyimpanan tertutup, dan pastikan jalur berjalan tidak terhalang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3335299/original/093154300_1788148519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T105456.620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336194/original/011453800_1788145793-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T100906.764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481050/original/073182400_1769075263-Gubernur_Jawa_Barat_Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291848/original/085662800_1783579031-Material_Meja_Dapur_yang_Tidak_Mudah_Kusam__Bikin_Tetap_Terlihat_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5025301/original/023974300_1732677452-Depositphotos_324634922_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326738/original/060662100_1787034657-01M09GZD1V1J026AWHAZAHQASV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336286/original/029523000_1788153033-a2893bd8-0402-4b87-a46f-f69469e8936a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328848/original/006699300_1787210684-6.jpeg)