Api Melahap 1,3 Hektare Gunung Hatta Bandar Lampung

Tiupan angin membuat area terbakar cepat meluas.

Diterbitkan 31 Agustus 2026, 13:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran lahan melanda kawasan Gunung Hatta, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026) malam. Kobaran api menghanguskan 1,3 hektare lahan di kawasan perbukitan tersebut.

Besarnya kobaran api dan kondisi angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merambat ke area lahan di sekitarnya. Petugas pemadam kebakaran pun harus berjibaku selama beberapa jam untuk menjinakkan api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 19.52 WIB.

"Unit langsung kami kerahkan untuk melakukan proses pemadaman di lokasi," kata Anthoni, Senin (31/8/2026).

Lima mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Armada tersebut terdiri dari Unit Gajah Pos Siaga Teluk Betung Timur, Unit Karba Pos Siaga Teluk Betung Selatan, Unit Macan 021 Mako Tendean, Unit Supply Pos Siaga Langkapura, serta Unit Supply 022 Mako Tendean.

Tak hanya mengerahkan armada, Damkarmat juga menerjunkan 22 personel untuk mengatasi kebakaran di kawasan Gunung Hatta.

Berdasarkan keterangan pamong setempat, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan. Kondisi angin yang cukup kencang kemudian membuat kobaran api membesar dan merambat ke lahan di sekitarnya.

"Untuk penyebab kebakaran masih diduga akibat orang membakar sampah lalu ditinggalkan. Karena angin kencang, api kemudian cepat membesar," jelas Anthoni.

Meski demikian, Anthoni menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

"Kepastian mengenai sumber api masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib," ucapnya.

Petugas Damkarmat terus melakukan pemadaman hingga api akhirnya berhasil dikendalikan. Proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 23.10 WIB.

Dalam operasi tersebut, petugas menghabiskan sedikitnya tujuh tangki air untuk memastikan kobaran api benar-benar padam dan tidak kembali menjalar.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran lahan tersebut.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti nilai kerugian materi maupun pihak yang menjadi pemilik lahan yang terbakar.