Liputan6.com, Jakarta - Kekeringan dampak musim kemarau di Kabupaten Jember semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat sedikitnya 1.052 kepala keluarga (KK) di enam desa dan tiga kelurahan mulai mengalami krisis air bersih.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD Jember menggencarkan distribusi air bersih secara bertahap ke delapan kecamatan terdampak, yakni Pakusari, Kalisat, Silo, Jelbuk, Bangsalsari, Sumbersari, Rambipuji, dan Patrang.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan hingga Minggu (30/8/2026), total air bersih yang telah disalurkan mencapai 492.500 liter.
Advertisement
“Petugas di lapangan terus menyuplai air bersih ke daerah-daerah yang dilanda kekeringan. Pasokan ini akan terus kami layani selama musim kemarau berlangsung,” ujar Edy, Senin (31/8/2026).
Edy mengatakan Kecamatan Pakusari menjadi salah satu wilayah yang cukup parah terdampak dengan 125 KK mengalami krisis air. BPBD telah menyalurkan 150.000 liter air bersih secara rutin setiap dua hari sekali.
Distribusi tersebut didukung tiga unit tandon berkapasitas 1.200 liter dan satu unit tandon mandiri berkapasitas 1.000 liter.
Minim Air Pipa
Sementara itu, kekeringan di Kecamatan Sumbersari mulai meluas ke wilayah perkotaan. Sebanyak 130 KK di dua kelurahan terdampak telah menerima total 77.500 liter air bersih melalui 12 kali pengiriman ke Antirogo dan lima kali pengiriman ke Tegal Gede.
“Sedangkan di Kecamatan Sumbersari kekeringan kini turut meluas ke wilayah perkotaan. Sebanyak 130 KK terdampak di dua kelurahan ini telah menerima total 77.500 liter air bersih, melalui 12 kali pengiriman ke Antirogo dan 5 kali pengiriman ke Tegal Gede,” tambah Edy.
Di Kecamatan Rambipuji, penyaluran air bersih dilakukan secara mendesak akibat minimnya jaringan pipa.
Warga yang selama ini mengandalkan sumur resapan mulai mengalami penurunan debit air. Sebagian sumur bahkan mengering dan menghasilkan air yang tidak layak konsumsi karena berbau.
“Kami memastikan armada tangki air akan terus bergerak menelusuri titik-titik rawan krisis air untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sepanjang musim kemarau ini,” tambahnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481050/original/073182400_1769075263-Gubernur_Jawa_Barat_Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335137/original/038803100_1787912353-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336112/original/009495600_1788132390-WhatsApp-Image-2026-08-30-at-17.46.29-1.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4930610/original/053719300_1724843671-image_-_2024-08-28T181111.701.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333445/original/066500200_1787758624-1001601299.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332120/original/093938300_1787635708-ker4.jpg)