Liputan6.com, Jakarta - Pecinta makanan Korea tentu tidak asing dengan hidangan yang satu ini. Dakgalbi Korea menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian karena menggabungkan potongan ayam berbumbu pedas dengan aneka bahan pendamping dalam satu hidangan.Â
Saat disajikan panas, aroma bumbu yang kuat berpadu dengan berbagai isian sehingga membuat hidangan ini cocok disantap bersama.
Yang membuat dakgalbi semakin menggugah selera adalah penyajiannya yang umumnya dilakukan langsung di atas pan atau wajan. Potongan ayam dan bahan lainnya dimasak hingga bumbu meresap, kemudian disantap selagi masih hangat.
Advertisement
Untuk variasi tertentu, dakgalbi juga dilengkapi keju yang diletakkan di bagian tengah atau dicampurkan saat hidangan sudah matang. Keju yang meleleh memberikan rasa gurih dan tekstur lembut yang berpadu dengan bumbu ayam yang bercita rasa kuat.
Melansir My Korean Kitchen, Rabu, (12/8/2026), dakgalbi dikenal sebagai hidangan khas Chuncheon, sebuah kota di Provinsi Gangwon, Korea Selatan.
Sajian ini menggunakan ayam sebagai bahan utama yang dimasak bersama saus berbumbu khas Korea. Selain ayam, terdapat sejumlah bahan yang membuat tekstur dan rasanya semakin beragam, mulai dari kol, ubi jalar, rice cake atau tteok, hingga daun perilla.
Menariknya, dakgalbi juga kerap dinikmati secara beramai-ramai karena proses memasaknya dapat dilakukan di meja makan. Setelah berbagai bahan matang, hidangan bisa langsung disantap bersama nasi atau dinikmati dengan tambahan keju sesuai selera.
Kombinasi rasa pedas, gurih, dan tekstur yang beragam inilah yang membuat dakgalbi menjadi salah satu pilihan menarik bagi pencinta kuliner Korea.
Â
Bahan-Bahan Dakgalbi Korea
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321904/original/092473300_1786508862-chicken-fried-hot-pot-with-spicy-sauce-korean-style.jpg)
Bahan utama:
500 gram paha ayam tanpa tulang, potong ukuran sekali suap
½ ubi jalar ukuran sedang, potong memanjang
½ wortel ukuran kecil, iris menyerong
¼ kol ukuran kecil, iris tipis
10 lembar daun perilla Korea, iris tipis
18 buah rice cake atau tteok Korea
2–3 sendok makan minyak untuk memasak
Bumbu marinasi:
3 sendok makan gochujang atau pasta cabai Korea
2 sendok makan rice wine
1 sendok makan gochugaru atau bubuk cabai Korea
1 sendok makan kecap asin
1 sendok makan gula
1 sendok makan bawang putih cincang
1 sendok teh jahe cincang
1 sendok teh bubuk kari Korea
½ bawang bombai kecil, parut atau cincang
Sedikit lada hitam
Catatan: 1 sendok makan (Tbsp) setara dengan sekitar 15 ml. Jika menggunakan tteok kemasan, pisahkan setiap potongannya terlebih dahulu, lalu rendam dalam air hangat selama sekitar 10 menit sebelum dimasak.
Advertisement
Langkah Membuatnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321903/original/062438200_1786508859-pexels-19x14-8481839.jpg)
- Campurkan seluruh bahan bumbu marinasi dalam mangkuk, lalu tuangkan ke potongan ayam dan aduk hingga merata. Diamkan minimal 30 menit. Untuk rasa yang lebih kuat, sumber menyarankan marinasi selama 4 jam atau semalaman.
- Masak semua bahan dengan memanaskan wajan besar dengan api sedang-tinggi, kemudian tambahkan minyak. Masukkan sayuran dan rice cake, lalu letakkan ayam yang sudah dimarinasi di atasnya.
- Masak selama 3–4 menit dengan api sedang-tinggi. Setelah itu, kecilkan api menjadi sedang hingga rendah dan lanjutkan memasak sekitar 10–15 menit sampai seluruh bahan matang.
- Aduk secara berkala agar makanan tidak menempel di dasar wajan. Wajan juga dapat ditutup selama proses memasak agar bahan lebih cepat matang.
- Setelah seluruh bahan matang dan bumbu meresap, dakgalbi siap disantap. Hidangan ini dapat disajikan bersama nasi dan lauk pendamping khas Korea lainnya sesuai selera. Menikmatinya selagi hangat juga membuat aroma dan cita rasa bumbu lebih terasa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481050/original/073182400_1769075263-Gubernur_Jawa_Barat_Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335137/original/038803100_1787912353-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309549/original/051200300_1785231232-IMG_1515.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385116/original/034388300_1760874917-ahmet-kurt-0xn-8kRWOhE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335910/original/083591500_1788076828-pexels-capturavisualmoment-36547516.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335913/original/012277900_1788076999-telur_dadar_padang_1.jpeg)