Liputan6.com, Jakarta - Perawatan kutikula kuku kerap dianggap sebagai bagian kecil dalam rutinitas kecantikan. Banyak orang lebih memperhatikan permukaan kuku melalui cat kuku, nail art, atau manicure, tanpa menyadari bahwa kesehatan kuku juga dimulai dari bagian pangkalnya.
Kutikula bahkan tak jarang dipotong atau dikupas karena dianggap mengganggu tampilan kuku, padahal kebiasaan tersebut justru dapat merusak lapisan pelindung alami kuku. Kutikula merupakan lapisan tipis kulit yang berada di pangkal kuku dan menutupi sebagian matriks kuku.
Bagian ini berperan melindungi matriks, yaitu pusat produksi keratin yang memungkinkan kuku tumbuh, dari paparan bakteri, jamur, kotoran, serta zat yang berpotensi menyebabkan infeksi. Kutikula yang terlalu sering dikupas atau dipotong berlebihan dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah di sekitar kuku.
Advertisement
Kondisi tersebut bisa menyebabkan iritasi, kulit pecah-pecah, serta kulit yang mengelupas di sekitar kuku. Jika terjadi infeksi, area tersebut dapat mengalami peradangan yang ditandai dengan kemerahan, bengkak, nyeri, bahkan keluarnya nanah.
Melansir Manucurist, Senin, 27 Juli 2026, merawat kutikula bukan hanya soal menjaga penampilan tangan, tapi juga bagian dari upaya mempertahankan kesehatan kuku. Menjaga kelembapan kutikula secara rutin, menggunakan produk perawatan yang sesuai, serta menghindari kebiasaan mengelupas atau menggigitnya dapat membantu menjaga kuku tetap kuat dan sehat.
Perawatan sederhana ini juga membuat tangan secara keseluruhan terlihat lebih bersih, rapi, dan terawat.
Kebiasaan Buruk pada Kutikula Kuku
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366941/original/062013700_1759294718-yazid-n-Ap7X6sVArSk-unsplash.jpg)
Kutikula menjadi salah satu bagian kuku yang rentan mengalami kerusakan. Paparan bahan kimia keras, seperti produk pembersih rumah tangga tanpa sarung tangan, dapat mengikis kelembapannya.
Udara dingin dan kering juga membuat kulit di sekitar kuku lebih mudah kering dan pecah. Kebiasaan menggigit, menggaruk, atau mengelupas kutikula akibat stres turut meningkatkan risiko cedera.
Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan luka mikro pada kutikula sehingga celah pelindung kuku terbuka. Kondisi ini memberikan peluang bagi bakteri dan jamur untuk masuk dan memicu infeksi.
Gejalanya dapat berupa kemerahan, pembengkakan, hingga rasa nyeri di sekitar kuku. Kurangnya perawatan rutin juga membuat kutikula semakin kering, rusak, bahkan robek.
Kerusakan pada bagian ini dapat memengaruhi perlindungan matriks kuku. Pertumbuhan kuku pun berpotensi melambat dan membuatnya lebih mudah rapuh, lunak, atau memiliki garis-garis pada permukaannya. Merawat kutikula secara rutin penting untuk menjaga kesehatan kuku secara menyeluruh.
Advertisement
Cara Merawat Kutikula Kuku dengan Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866553/original/000278000_1718693650-pexels-freestocks-332046.jpg)
Untuk mendorong kutikula tanpa menyebabkan kerusakan, lunakkan kulit terlebih dahulu menggunakan pelembut kutikula. Aplikasikan satu tetes pada setiap pangkal kuku, diamkan sekitar dua menit, kemudian pijat perlahan sebelum membersihkannya dengan kapas.
Gunakan pendorong kutikula berbahan kaca atau besi secara hati-hati setelah kulit melunak. Dorong lapisan tipis kulit ke arah belakang secara perlahan tanpa memberikan tekanan berlebih.
Hindari gerakan maju-mundur agar tidak melukai area kutikula. Jika terdapat kulit mati yang mengganggu, potong bagian tersebut secara hati-hati menggunakan gunting kuku, tapi hindari memotong terlalu dekat dengan tepi kuku.
Setelah kutikula dirapikan, aplikasikan minyak atau serum khusus untuk menjaga kelembapan dan menutrisi area tersebut. Jika ingin melanjutkan manicure dengan cat kuku, bersihkan sisa minyak dan debu terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan base coat agar hasilnya lebih optimal.
Rutinitas Perawatan Kutikula agar Tetap Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000789/original/070036300_1576742559-photo-1523283245631-696bf7a521a9.jpg)
Merawat kutikula tidak membutuhkan langkah rumit. Konsistensi menjadi kunci agar kulit di sekitar kuku tetap lembap, lentur, dan mampu menjalankan fungsinya sebagai pelindung alami.
Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah mengoleskan minyak khusus kutikula setiap hari, terutama sebelum tidur. Minyak almond, kelapa, passion fruit, baobab, dan kenari mengandung vitamin, antioksidan, serta asam lemak esensial yang membantu melembapkan dan menutrisi area sekitar kuku.
Kandungan tersebut juga dapat menjaga kuku tetap kuat dan mendukung pertumbuhan yang sehat. Aplikasikan beberapa tetes minyak pada pangkal setiap kuku, lalu pijat perlahan selama beberapa menit.
Pijatan ringan membantu minyak meresap lebih baik sekaligus mendukung sirkulasi darah di sekitar matriks kuku. Sirkulasi yang baik dapat menunjang regenerasi sel sehingga kuku tumbuh lebih sehat dan kuat. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kuku sehari-hari.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335137/original/038803100_1787912353-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572964/original/041797700_1777876963-cek_fakta_-_cpns_kejaksaan_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5336165/original/032573900_1756863245-giorgio-trovato-gb6gtiTZKB8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333980/original/085201000_1787816476-HL_Labu_Kuning.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570055/original/047480300_1777497958-IMG-20260430-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2923702/original/098120700_1569563536-kinga-cichewicz-FVRTLKgQ700-unsplash.jpg)