Cerita Warga Saat Gempa Cilacap Terasa hingga Ciamis: Rumah Tiba-Tiba Bergetar

Guncangan yang berpusat di laut selatan Cilacap itu terasa hingga Pacitan, Kulon Progo, dan Ciamis.

Diterbitkan 04 September 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi bermagnitudo 5,4 mengguncang wilayah selatan Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2026) siang. Guncangan yang berpusat di laut selatan Cilacap itu terasa hingga sejumlah wilayah, mulai dari Ciamis, Jawa Barat, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga Pacitan, Jawa Timur.

Salah satu warga Ciamis, Andi, mengaku sempat terkejut ketika merasakan guncangan pada Jumat siang.

Menurut Andi, getaran terasa cukup jelas, terutama ketika berada di dalam rumah. Dia kemudian memastikan kondisi keluarga dan lingkungan sekitar setelah guncangan terjadi.

“Terasa cukup kencang, awalnya kaget karena tiba-tiba rumah terasa bergetar. Setelah itu saya langsung cek kondisi rumah dan keluarga,” ujar Andi.

Dampak gempa di Cilacap juga membuat sejumlah rumah warga di Kabupaten Ciamis rusak. Getaran gempa membuat rusak rumah warga di Dusun Sukamaju, Desa Sukajadi RT 21 RW 06, kecamatan Pamarican Ciamis.

Getaran di Kulon Progo

Warga Kulon Progo, Slamet juga merasakan getaran yang sama. Dia mengaku sempat terkejut ketika merasakan bangunan bergetar. Namun, dia berusaha tetap tenang dan memilih melanjutkan salat Jumat.

“Saat gempa kan sedang berdoa, jadi berusaha fokus, usaha dan khusyu,” tutur Slamet.

Slamet menyebut bahwa sejumlah jemaah di sekitarnya sempat memegang tembok ketika getaran terasa. Meski sempat terkejut, situasi di dalam masjid tetap terkendali dan tidak terjadi kepanikan.

Pengalaman serupa dirasakan Agung, warga Kulon Progo. Kala getaran gempa terjadi, sejumlah pegawai di lingkup Pemkab Kulon Progo bergegas keluar ruangan.

“Kalangan pegawai perempuan di Pemkab Kulon Progo pada keluar ruangan, mereka mengaku kaget karena ada goyangan gempa,” ucap Ari.

Cerita Warga Pacitan

Getaran gempa selatan Cilacap juga menjalar hingga Pacitan. Salah seorang warga Pacitan, Agus, mengaku terkejut saat terjadi guncangan saat hendak melaksanakan salat Jumat.

“Saya kaget saat terasa gempa. Tapi tidak lari keluar, saya tetap melanjutkan berdoa,” terang Agus.

Meski guncangan sempat membuat warga terkejut, hingga kini belum ada laporan mengenai kerusakan maupun dampak lain akibat gempa tersebut di wilayah Pacitan.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Pacitan, juga menyatakan masih melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan.

“Sampai saat ini belum menerima laporan terkait dampak kerusakan akibat gempa tersebut, sambil memantau situasi kondisi terkini,” ucap petugas Pusdalops BPBD Pacitan.

BPBD Pantau Gempa Cilacap

Di wilayah Cilacap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sempat juga melakukan pemantauan. Hal itu untuk memastikan tidak ada kerusakan maupun korban akibat guncangan gempa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Bayu Prahara mengatakan, guncangan gempa terasa cukup kencang di sejumlah wilayah. Meski demikian, berdasarkan pemantauan awal, belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Gempa tersebut juga tak berpotensi tsunami.

Bayu mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar bohong atau hoaks terkait potensi tsunami.

Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi BMKG maupun pemerintah daerah apabila terjadi perkembangan terbaru.

BMKG menjelaskan gempa di selatan Cilacap berkaitan dengan aktivitas tektonik di zona subduksi. Wilayah selatan Jawa merupakan kawasan yang dipengaruhi pergerakan lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Kondisi tersebut membuat kawasan pesisir selatan Jawa termasuk wilayah yang memiliki aktivitas kegempaan cukup tinggi.

Hingga laporan ini disusun, belum terdapat informasi mengenai gempa susulan yang signifikan maupun laporan kerusakan besar akibat gempa M5,4 tersebut.

Aktivitas kegempaan juga menjadi perhatian di wilayah Pacitan. Data Pusdalops BPBD Pacitan mencatat, terdapat 18 kejadian gempa yang berpusat di sekitar Pacitan dan wilayah sekitarnya selama periode 1 hingga 4 September 2026.

Dari jumlah tersebut, dua kejadian dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Satu gempa berpusat di wilayah Pacitan, sedangkan satu lainnya merupakan gempa yang berpusat di wilayah Cilacap.

Secara lebih luas, BMKG mencatat dalam sepekan terakhir telah terjadi 31 kejadian gempa signifikan. Kondisi itu dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, dengan variasi magnitudo dan kedalaman.