Drama Penculikan Bayi di RS Sundari, Pelakunya Tak Disangka-sangka

Warga Kota Medan dibuat gempar dengan kabar hilangnya seorang bayi yang baru dilahirkan di RS Sundari.

Diterbitkan 03 September 2026, 22:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Medan - Suasana panik dan kecemasan mendalam sempat melingkupi satu keluarga di Medan, setelah bayi laki-laki yang baru saja dilahirkan dilaporkan hilang misterius dari Rumah Sakit (RS) Sundari, Medan Sunggal, pada Senin (31/8/2026).

Peristiwa yang langsung menghebohkan warga sekitar dan ruang publik ini memicu respons cepat dari jajaran kepolisian, yang langsung bergerak melakukan penyelidikan intensif demi keselamatan sang buah hati.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi aparat penegak hukum untuk menguak misteri di balik raibnya bayi mungil tersebut. Berkat kesigapan tim Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, pelaku berhasil dibekuk dan sang bayi ditemukan dalam keadaan selamat pada malam harinya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat begitu menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban.

"Dari laporan yang kita terima, kita langsung bergerak. Beberapa jam langsung kita amankan pelaku dan bayinya," ujar Adrian dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Dari hasil pengembangan kasus yang mendalam, penyidik akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka yang masing-masing berinisial AM dan F.

"Dua orang yang kita tetapkan tersangka, inisial AM dan F," jelas AKBP Adrian Risky Lubis.

 

Fakta Mengejutkan

Fakta mengejutkan pun terkuak mengenai identitas salah satu tersangka wanita berinisial AM. Wanita bernama lengkap Amelia tersebut ternyata merupakan seorang mantan perawat yang pernah bertugas di RS Sundari, Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal.

Amelia berhasil diringkus petugas di kawasan Tanjung Anom, yang kemudian menjadi kunci pembuka bagi polisi untuk mengamankan tersangka kedua berinisial F yang diduga turut membantu melancarkan aksi nekat tersebut.

Sementara itu, bayi laki-laki yang sempat dilarikan oleh pelaku berhasil ditemukan oleh petugas di kawasan Sigaragara, Kecamatan Patumbak.

Tanpa buang waktu, aparat kepolisian langsung membawa bayi tak berdosa itu kembali ke rumah sakit untuk diserahkan kepada kedua orang tuanya yang masih menjalani masa pemulihan pascapersalinan.

Kehadiran kembali sang buah hati di pelukan ibunya membawa kelegaan luar biasa setelah sempat dilanda ketakutan yang mencekam.

Dalam proses pemeriksaan lebih lanjut di kantor polisi, tersangka Amelia mengaku bahwa aksi penculikan tersebut dilakukannya murni atas dorongan pribadi tanpa melibatkan pihak mana pun dari dalam rumah sakit.

"Saya kepikiran aja langsung ke rumah sakit. Ini kerjaan saya sendiri, inisiatif saya sendiri," ungkap Amelia saat diinterogasi oleh penyidik.

Kendati demikian, Polrestabes Medan memastikan bahwa proses hukum masih berjalan dan kasus ini terus didalami guna mengungkap secara tuntas peran spesifik dari masing-masing tersangka serta motif sebenarnya di balik penculikan bayi yang sempat menghebohkan Kota Medan tersebut.