Puncak Kemacetan Horor, Sopir Truk Blokade Pelabuhan Ketapang

Sopir-sopir truk terjebak macet hampir 24 jam.

Diterbitkan 03 September 2026, 18:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kemacetan horor yang melumpuhkan Jalur Situbondo-Banyuwangi mencapai puncaknya, Kamis (3/9/2026) sore. Dipicu rasa frustrasi setelah terjebak macet hampir 24 jam, puluhan sopir truk muatan besar menggelar aksi protes dan memblokir pintu masuk Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

​Sejak pukul 16.00 WIB, para sopir meninggalkan armada logistik mereka yang mengular di jalan raya dan menduduki area depan pelabuhan yang terhalang portal. Berdasarkan pantauan di lapangan, ekor kemacetan telah menembus angka 15 kilometer, menjadikannya kondisi terparah dari krisis lalu lintas yang telah berlangsung berturut-turut dalam beberapa pekan terakhir.

​Perwakilan sopir Mukhlisin, menganggap petugas pelabuhan bersikap 'pilih kasih' dengan terus memprioritaskan bus penumpang, mobil pribadi dan armada colt diesel kecil dibanding truk tronton atau muatan besar.

Durasi tunggu penyeberangan menembus hampir 24 jam. Para sopir mengalami kelelahan ekstrem, kurang tidur, serta pembengkakan biaya operasional akibat menginap di jalan raya.

 

"Protes ini sebagai gerakan spontanitas solidaritas antar-pengemudi armada logistik tanpa instruksi asosiasi maupun intervensi pihak luar. Karena kami sudah lelah menunggu antrean masuk ini," ujarnya Mukhlisin, Kamis (3/9/2026).

Para sopir menuntut manajemen PT ASDP Indonesia Ferry membuat surat pernyataan dan kesepakatan tertulis resmi yang menjamin pemerataan antrean secara proporsional.

"​Kami, mendesak ASDP untuk segera merombak pola pengaturan antrean secara adil," tambahnya.

Sebab jika tata kelola penyeberangan tak kunjung dievaluasi, antrean pasokan barang antar-pulau dipastikan bakal makin melumpuhkan perekonomian regional.