Rupiah Hari Ini Melesat ke 17.679 Setelah Data Tenaga Kerja AS Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada Kamis, (3/9/2026) didorong sentimen global.

Diterbitkan 03 September 2026, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat signifikan pada penutupan perdagangan Kamis, (3/9/2026). Penguatan rupiah terhadap dolar AS didorong data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 84 poin atau 0,47% menjadi 17.679 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.763 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada juga bergerak menguat di level 17.689 per dolar AS dari sebelumnya 17.770 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menuturkan, penguatan rupiah didorong data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan.

"Data ketenagakerjaan swasta AS lebih lemah dari perkiraan, sehingga ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed kembali menjadi perhatian,” tutur dia dikutip dari Antara.

Data ADP Employment Change menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta bertambah 38 ribu pada Agustus, berada di bawah perkiraan 47 ribu dan angka kenaikan sebelumnya sebesar 46 ribu.

Di sisi lain, Amru menuturkan, harga minyak yang mulai terkoreksi dari level tingginya turut memangkas tekanan terhadap mata uang kawasan.

Dia menilai, sentimen negatif dari eskalasi konflik AS-Iran belum menjadi faktor yang dominan terhadap pergerakan rupiah.

Pelemahan Dolar AS

Konflik tersebut meningkatkan ketidakpastian dan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak, dolar AS disebut justru mengalami koreksi. Indeks DXY bergerak melemah di area 99,27, sehingga memberikan ruang bagi rupiah dan sejumlah mata uang Asia untuk menguat.

"Dengan demikian, penguatan rupiah pada Kamis lebih mencerminkan pelemahan dolar AS dan perubahan ekspektasi terhadap suku bunga AS, sementara risiko dari konflik AS-Iran tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan,” ujar Amru.

 

 

 

Rupiah Hari Ini Menguat di Tengah Panasnya Konflik AS-Iran

Sebelumnya, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka bertenaga pada perdagangan Kamis pagi. Mata uang Garuda menguat 50 poin atau setara 0,28 persen ke level 17.713 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup pada posisi 17.763 per dolar AS.

Kenaikan kurs rupiah ini terjadi di tengah bayang-bayang eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai perselisihan antara AS dan Iran memicu kecemasan para pelaku pasar global.

"Meningkatnya ketegangan tersebut memicu meningkatnya skeptisisme investor terhadap perkembangan negosiasi perdamaian," ungkapnya dikutip dari Antara, Kamis (3/9/2026).

Konflik memanas setelah adanya aksi saling serang antara armada militer AS dan pasukan Iran. Kondisi ini membuat para investor cenderung bersikap hati-hati dan memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.

 

Dampak Konflik Timur Tengah dan Proyeksi Kurs Rupiah

Militer Iran meluncurkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, Yordania, hingga Irak. Langkah tersebut diambil usai serangan mematikan dari pihak AS yang menimpa sebuah acara pernikahan di wilayah Republik Islam Iran.

Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengonfirmasi gempuran terhadap berbagai target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran sejak Selasa (1/9/2026). Menyusul pengumuman tersebut, rentetan ledakan dilaporkan terjadi di beberapa lokasi strategis.

Eskalasi militer di wilayah kaya minyak ini langsung berdampak pada pasar komoditas energi global. Investor mulai mengantisipasi potensi gangguan pasokan yang dapat mendongkrak harga minyak mentah.

"Ketidakpastian yang lebih tinggi di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak," ucap Josua.

Mempertimbangkan dinamika ketegangan geopolitik global serta potensi kenaikan harga komoditas energi, nilai tukar rupiah diproyeksikan bakal bergerak fluktuatif di rentang 17.700 per dolar AS hingga 17.825 per dolar AS sepanjang hari ini.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6