Peta Persaingan Merek Air Kemasan Indonesia dan Pergeserannya

Top Brand Index memperlihatkan dominasi merek terbesar di kategori AMDK menyusut bertahap dalam lima tahun terakhir,

Diterbitkan 03 September 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Top Brand Index memperlihatkan dominasi merek terbesar di kategori AMDK menyusut bertahap dalam lima tahun terakhir, dari 57,2 persen pada 2022 menjadi 42,82 persen pada 2026, seiring masuknya merek-merek baru dan penguatan pemain regional.

Selama puluhan tahun, AQUA identik dengan air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia — sedemikian kuatnya sampai "aqua" sempat menjadi kata generik untuk air kemasan apa pun. Namun data resmi Top Brand Index (TBI) dari Frontier Research, yang dipublikasikan lewat Top Brand Award, menunjukkan pola yang konsisten: skor TBI AQUA di kategori AMDK terus menyusut lima tahun beruntun, sementara sejumlah pesaing, terutama Le Minerale yang mencatat kenaikan signifikan di periode yang sama.

Artikel ini merangkum data TBI kategori AMDK dari 2022 hingga 2026, profil singkat masing-masing pemain utama, serta faktor yang mendorong pergeseran ini, disusun murni berdasarkan data TBI dan laporan keuangan emiten, bukan klaim pemasaran dari merek mana pun.

Top Brand Index Air Minum Kemasan 2026: Siapa Unggul?

Berdasarkan data resmi dari topbrand-award.com, berikut skor TBI kategori Air Minum Dalam Kemasan untuk lima merek utama dalam lima tahun terakhir:

Merek 2022 2023 2024 2025 2026
AQUA 57,20% 55,10% 46,90% 47,40% 42,82%
Le Minerale 12,50% 14,50% 18,80% 23,20% 21,49%
Ades 6,40% 5,30% 5,50% 3,90% 7,03%
Cleo 4,20% 4,20% 5,10% 5,20% 5,57%
Club 3,80% 3,50% 3,30% 3,70% 2,80%

Sumber: Top Brand Award (topbrand-award.com), data komparasi brand kategori Air Minum Dalam Kemasan, diakses 2026.

Pola lima tahun ini menunjukkan tiga hal sekaligus,yaitu penurunan bertahap AQUA (turun sekitar 14,4 poin dari 2022 ke 2026), lonjakan tajam Le Minerale sampai 2025 sebelum sedikit terkoreksi di 2026, serta kenaikan bertahap namun stabil dari Cleo. Menariknya, Ades justru mencatat rebound cukup tajam di 2026 setelah sempat melemah pada 2025 — pola yang tidak linear dan mengindikasikan persaingan di posisi menengah masih cukup dinamis.

Merek Air Kemasan Terbesar di Indonesia

Berdasarkan skor TBI 2026, urutan merek AMDK terbesar di Indonesia adalah AQUA (42,82%), disusul Le Minerale (21,49%), kemudian Ades (7,03%), Cleo (5,57%), dan Club (2,80%). Meski AQUA masih memimpin dengan margin besar, jarak antara posisi pertama dan kedua telah menyempit signifikan dibanding lima tahun lalu, ketika AQUA unggul lebih dari 44 poin dari Le Minerale pada 2022. Pada 2026, selisih itu menyusut menjadi sekitar 21 poin.

Perlu dicatat bahwa TBI bukan murni ukuran pangsa pasar penjualan, melainkan skor gabungan dari tiga parameter: mind share (top of mind), market share (penggunaan terakhir), dan commitment share (niat penggunaan di masa depan). Karena itu, TBI lebih tepat dibaca sebagai indikator kekuatan merek di benak konsumen, meski secara historis polanya cenderung berkorelasi dengan performa penjualan riil di pasar.

Pangsa Pasar Aqua: Dari Dominasi ke Persaingan Ketat

Sejarah pangsa pasar AQUA memang mencerminkan tren penurunan jangka panjang, jauh sebelum periode data TBI 2022-2026 di atas. Sejumlah paparan industri yang beredar di media menyebutkan pangsa pasar AQUA sempat mencapai lebih dari 90% pada pertengahan 2000-an, lalu turun ke kisaran 80% pada awal 2010-an, dan terus tergerus seiring masuknya pesaing baru dalam dekade berikutnya. Angka-angka pangsa pasar era tersebut berasal dari berbagai paparan analis dan tidak selalu bersumber pada rilis resmi tunggal, sehingga sebaiknya dibaca sebagai gambaran tren jangka panjang, bukan angka presisi yang bisa disandingkan langsung dengan skor TBI di atas.

Yang lebih terverifikasi adalah data TBI periode terkini: penurunan dari 57,2% (2022) ke 42,82% (2026) menunjukkan tren yang konsisten dan berkelanjutan, bukan fluktuasi sesaat. Ini penting dicatat karena skala penurunannya — sekitar 14 poin dalam lima tahun — tergolong signifikan untuk kategori consumer goods dengan basis konsumen sebesar AMDK.

Profil Singkat Pemain Utama

AQUA (Danone-Aqua) — Pelopor AMDK Indonesia sejak 1973, masih memimpin pasar dengan jaringan distribusi terluas dan basis konsumen paling mapan, meski skor TBI-nya terus menyusut lima tahun beruntun.

Le Minerale (PT Tirta Fresindo Jaya, bagian Mayora Group) — Pendatang sejak 2015 yang mencatat pertumbuhan skor TBI paling agresif di antara semua pesaing, didorong strategi distribusi luas dan inovasi kemasan galon sekali pakai.

Cleo (PT Sariguna Primatirta Tbk, kode saham CLEO) — Sebagai perusahaan terbuka, kinerja keuangannya bisa dipantau publik. Laporan keuangan mencatat penjualan bersih Rp2,82 triliun sepanjang 2025, tumbuh 4,77% dari tahun sebelumnya, meski laba bersih turun 17,9% akibat tekanan beban pokok penjualan. Momentum berlanjut ke 2026: penjualan semester I/2026 melonjak 23,77% menjadi Rp1,69 triliun, seiring ekspansi tiga pabrik baru di Palu, Pekanbaru, dan Pontianak.

Ades (PT Ades Alfindo/Coca-Cola Europacific Partners) — Skor TBI-nya paling fluktuatif di antara lima merek besar, sempat melemah pada 2025 sebelum melonjak kembali pada 2026.

Club (Grup Salim/Indofood) — Merek dengan skor TBI paling stabil namun cenderung menurun perlahan, mengindikasikan tekanan persaingan dari merek yang lebih agresif berekspansi.

Apa yang Mendorong Pergeseran Ini?

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin), Rachmat Hidayat, menyampaikan bahwa penjualan industri AMDK secara keseluruhan tumbuh lebih dari 5% pada semester I/2025 dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan permintaan konsumen sekaligus masuknya investasi baru ke industri ini. Pertumbuhan industri secara keseluruhan ini penting dicatat: pergeseran pangsa pasar antarmerek tidak selalu berarti pasar AQUA "direbut" sepenuhnya oleh pesaing, melainkan juga terjadi di tengah pasar yang secara total masih tumbuh, sehingga pemain baru bisa masuk tanpa harus sepenuhnya menggerus penjualan pemain lama.

Faktor lain yang turut membentuk lanskap persaingan adalah regulasi. Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk industri AMDK dijadwalkan mulai berlaku Oktober 2026, yang berpotensi menaikkan standar mutu di seluruh industri sekaligus menjadi tantangan tambahan bagi produsen skala kecil. Tren kemasan galon bebas BPA yang mulai diminati konsumen dalam beberapa tahun terakhir turut menjadi salah satu arena persaingan baru di luar sekadar harga dan distribusi.

Kesimpulan

Data Top Brand Index periode 2022-2026 menunjukkan pergeseran nyata dalam peta persaingan AMDK Indonesia: dominasi AQUA menyusut dari 57,2% menjadi 42,82%, sementara Le Minerale tumbuh pesat menjadi pesaing terdekat, dan sejumlah pemain lain seperti Cleo mencatat pertumbuhan lebih stabil didukung ekspansi kapasitas produksi. Pergeseran ini terjadi di tengah industri AMDK yang secara keseluruhan masih tumbuh, menandakan persaingan yang semakin ramai bukan sekadar soal rebutan pasar yang stagnan, melainkan juga soal siapa yang paling gesit menangkap pertumbuhan permintaan baru.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6