Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan target pertumbuhan investasi sebesar 7 persen pada 2027 bukanlah perkara sulit. Sederet hambatan investasi akan dibahas secara berkala setiap pekan untuk mencari solusi yang tepat.
Purbaya menerangkan, kecukupan likuiditas perbankan yang ditambah akselerasi ekonomi untuk tumbuh 6 persen pada 2027 sejalan dengan pergerakan positif investasi. Jika ekonomi tumbuh 6 persen pada 2027, bukan tidak mungkin investasi juga tumbuh lebih besar.
"Gini, kalau ekonomi tumbuh tadi dengan kecukupan likuiditas, pasti akan banyak investasi. Kalau pertumbuhan ekonomi 6 persen, ya investasi tumbuh 7 persen enggak sulit-sulit amat," kata Purbaya dikutip Kamis (3/9/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan, pemerintah berupaya untuk menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi dan investasi. Akselerasi investasi turut dilakukan sejak awal.
Salah satunya melalui sidang kanal aduan debottlenecking yang dipimpinnya setiap pekan. Forum tersebut ditujukan untuk mencari solusi dari berbagai hambatan investasi.
"Kita perbaiki lagi investasi dengan (sidang) debottlenecking yang kita adakan setiap minggu, kan. Terus nanti dari situ akan kita perbaiki aturan-aturan yang mengganggu investasi, jadi kita akan lebih aktif lagi me-manage," jelas Bendahara Negara ini.
Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338664/original/065771000_1788337109-kom6.jpg)
Sebelumnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 dengan mendorong akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen. Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi serta kesinambungan fiskal.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI terkait pembahasan Asumsi Dasar Ekonomi Makro dalam penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2027, Selasa (1/9/2026).
“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen. Target ini akan dicapai melalui kolaborasi pemerintah, swasta, dan Danantara,” ujar Purbaya.
Advertisement
Fundamental Ekonomi Terjaga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338663/original/012542900_1788337109-kom5.jpg)
Target tersebut didukung oleh fundamental ekonomi nasional yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Pada Semester I 2026, perekonomian Indonesia tumbuh 5,45 persen (cumulative-to-cumulative) dengan inflasi yang tetap terkendali. Likuiditas perbankan juga memadai untuk menopang penyaluran kredit.
Neraca perdagangan periode Januari–Juni 2026 tetap mencatat surplus, sementara cadangan devisa hingga Juli mencapai US$ 145,3 miliar. Sentimen positif di pasar keuangan domestik juga terus berlanjut, tercermin dari apresiasi nilai tukar rupiah, penguatan IHSG, dan perkembangan yield SBN yang kondusif. Aliran modal masuk hingga 28 Agustus 2026 mencapai Rp 140,6 triliun.
Kinerja APBN juga tetap solid. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3 persen secara year-on-year (yoy), sementara belanja negara tetap tumbuh kuat dengan defisit terkendali pada level 0,91 persen terhadap PDB.
Sinergi Kebijakan Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Untuk mengakselerasi investasi dan pertumbuhan ekonomi, pemerintah akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan Danantara agar setiap instrumen dapat bekerja secara optimal dan saling menguatkan.
APBN diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan publik, tetapi juga menjadi katalis bagi peningkatan peran swasta dalam mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan.
“APBN difokuskan untuk memenuhi kebutuhan publik dan berperan sebagai katalis untuk membangkitkan peran swasta dalam akselerasi pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan,” jelas Purbaya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669455/original/089727000_1780463646-Ahok_cek_fakta_dana_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338745/original/090258200_1788339990-cek_fakta_-_mahfud.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453611/original/095026200_1766482769-82fef968-9e62-4473-a3bf-f5a931b5c7f3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7898267/original/021588900_1780727716-images.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338664/original/065771000_1788337109-kom6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338663/original/012542900_1788337109-kom5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338659/original/038964700_1788337106-kom2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338663/original/012542900_1788337109-kom5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338659/original/038964700_1788337106-kom2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305867/original/021025200_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385985.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317899/original/090138400_1786076958-IMG_0704.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335179/original/068083900_1787917398-cek_fakta_menko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323548/original/072878700_1786619439-IMG_3705.jpg)