Liputan6.com, Jakarta - Mengupas jagung segar terasa kurang praktis, saat rambut-rambut halus masih tertinggal di sela biji. Serat tipis berwarna kecokelatan ini dapat menempel cukup kuat, sehingga proses membersihkan tongkol membutuhkan ketelitian. Bagi pencinta jagung rebus, bakar, atau kukus, mengetahui cara menghilangkan rambut jagung tentu membuat persiapan masakan terasa lebih cepat.
Rambut jagung sebenarnya merupakan bagian alami dari tanaman. Setiap helainya memiliki peran dalam proses penyerbukan sebelum tongkol siap dipanen. Setelah kelobot dibuka, ratusan serat tersebut sering tampak berantakan di antara barisan biji. Kondisi ini membuat cara menghilangkan rambut jagung menjadi trik dapur menarik untuk diketahui.
Selain teknik pembersihan, pemilihan tongkol segar turut menentukan kualitas hidangan. Kelobot hijau cerah, rambut berwarna cokelat keemasan, tekstur tongkol padat dan bobot terasa berat menjadi beberapa tanda penting saat berbelanja. Setelah mendapatkan jagung segar, terapkan cara menghilangkan rambut jagung secara tepat, agar proses memasak terasa lebih mudah dan hasil sajian tetap menggugah selera.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (3/9/2026).
Cara Menghilangkan Rambut Jagung dengan Kain Lembap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331795/original/082356600_1787564626-75fd0f82-9fe8-4898-9a90-9444b3ccdfc3.jpg)
Salah satu metode paling mudah, praktis dan tidak membutuhkan peralatan khusus untuk membersihkan rambut jagung adalah memanfaatkan kain lap dapur dalam kondisi sedikit lembap. Rambut jagung biasanya terdiri atas helai-helai sangat tipis dan halus yang mudah menyelip di antara celah barisan biji, sehingga apabila hanya ditarik menggunakan jari, beberapa serat sering kali tetap tertinggal atau justru terputus dan semakin sulit diambil.
Kain yang telah dibasahi secukupnya memiliki kemampuan untuk menangkap helai-helai tersebut melalui permukaan seratnya, sehingga proses pembersihan dapat dilakukan secara lebih cepat, merata, dan efisien tanpa harus mencabut rambut jagung satu per satu. Berikut langkah-langkahnya:
- Lepaskan kelobot atau kulit pembungkus jagung hingga seluruh tongkol terlihat. Pastikan lapisan kulit luar telah dibuka secara menyeluruh agar tidak ada bagian tongkol tertutup dan rambut jagung dapat terlihat secara jelas. Setelah kelobot terlepas, Anda akan lebih mudah menemukan serat-serat halus yang masih melekat di antara barisan biji.
- Siapkan kain lap dapur yang bersih. Pilih kain bertekstur cukup halus dan pastikan kondisinya benar-benar bersih, sebelum digunakan untuk menyentuh bahan makanan. Kain dapur bersih akan membantu mengangkat rambut jagung tanpa menambahkan kotoran atau serat asing pada permukaan tongkol.
- Basahi kain menggunakan sedikit air, lalu peras hingga kondisinya lembap dan tidak menetes. Jangan membuat kain terlalu basah, sebab kain yang penuh air justru kurang nyaman digunakan dan dapat membuat permukaan jagung terlalu licin. Kondisi lembap sudah cukup untuk membantu serat kain menangkap rambut-rambut tipis yang menempel pada tongkol.
- Pegang tongkol jagung dengan kuat. Pastikan posisi tongkol cukup stabil agar tidak mudah tergelincir saat proses pengusapan berlangsung. Anda dapat memegang salah satu ujung tongkol menggunakan satu tangan, sementara tangan lainnya digunakan untuk menggerakkan kain secara perlahan dan terarah.
- Usapkan kain dari bagian atas menuju bagian bawah tongkol. Lakukan gerakan memanjang mengikuti arah tongkol secara perlahan, sambil memberikan tekanan ringan agar kain dapat bersentuhan dengan permukaan biji dan menangkap rambut jagung. Tidak perlu menggosok terlalu keras, sebab gerakan lembut tetapi konsisten sudah cukup untuk membantu melepaskan banyak serat yang tersangkut.
- Ulangi beberapa kali pada bagian yang masih memiliki rambut jagung. Setelah satu kali pengusapan, perhatikan kembali permukaan tongkol untuk menemukan helai-helai yang masih tertinggal, terutama pada bagian sela-sela biji atau area tertentu yang rambutnya lebih banyak. Gunakan kain lembap kembali pada bagian tersebut sampai rambut jagung terlihat jauh lebih bersih.
- Periksa kembali seluruh permukaan sebelum jagung dimasak. Putar tongkol secara perlahan dan periksa setiap sisi agar tidak ada kumpulan rambut jagung yang masih tertinggal. Pemeriksaan terakhir ini penting dilakukan sebelum jagung direbus, dikukus, dipanggang, atau diolah menggunakan metode memasak lainnya.
Dengan teknik sederhana ini, proses membersihkan jagung menjadi jauh lebih praktis dibandingkan harus mengambil setiap helai menggunakan tangan satu per satu.
Advertisement
Apakah Rambut Jagung Bisa Lebih Mudah Dilepas Setelah Dimasak?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5006305/original/000660300_1731644934-239.jpg)
Rambut jagung tidak selalu menjadi lebih mudah dilepas setelah jagung dimasak. Proses pemanasan justru dapat membuat helai rambut menjadi lebih lembut, basah, atau menempel pada permukaan biji sehingga beberapa bagian terasa lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh. Oleh sebab itu, jika ingin memperoleh hasil yang lebih bersih, rambut jagung sebaiknya dihilangkan sebelum proses perebusan, pengukusan, atau pemanggangan dilakukan.
Membersihkan rambut jagung sebelum dimasak juga memberikan keuntungan dari segi kepraktisan. Helai-helai yang masih menempel pada tongkol dapat terlihat lebih jelas ketika kulit pembungkusnya sudah dibuka. Rambut kemudian bisa diangkat menggunakan tangan, kain lembap, atau metode sederhana lainnya tanpa harus berhadapan dengan tongkol yang panas. Cara ini membuat proses pembersihan terasa lebih nyaman, sekaligus membantu mengurangi kemungkinan masih adanya rambut jagung setelah makanan selesai dimasak.
Jika jagung sudah terlanjur dimasak dan masih terdapat beberapa helai rambut, rambut tersebut tetap dapat diambil setelah jagung cukup dingin untuk disentuh. Gunakan tangan yang bersih atau alat bantu yang sesuai untuk mengangkat helai yang terlihat. Hindari memegang tongkol ketika masih sangat panas, agar proses pembersihan tidak menyebabkan kulit terkena panas.
Â
Tips Memilih Jagung Segar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4916877/original/080595300_1723538778-high-angle-fresh-corn-composition.jpg)
Memilih jagung segar menjadi langkah penting sebelum mengolahnya, terutama jika ingin mendapatkan rasa manis, tekstur renyah, dan aroma khas jagung yang lebih terasa. Jagung segar biasanya memiliki kondisi fisik yang masih baik, mulai dari kulit pembungkus, rambut jagung, hingga biji yang terdapat di dalam tongkol. Pemeriksaan sederhana pada beberapa bagian tersebut dapat membantu memastikan jagung masih layak dan enak untuk dikonsumsi.
Perhatikan kulit pembungkusnya
Pilih jagung yang masih memiliki kulit berwarna hijau dan tampak segar. Kulit sebaiknya tidak terlalu kering, menguning, atau terlihat layu. Kondisi kulit dapat menjadi salah satu petunjuk untuk memperkirakan kesegaran jagung.
Periksa rambut jagung
Rambut jagung yang masih segar biasanya terasa lembut dan tidak terlalu kering. Hindari tongkol yang rambutnya sudah sangat kering, rapuh, atau berubah warna secara mencolok. Meski rambut jagung akan dibersihkan sebelum dimasak, kondisinya tetap dapat menjadi salah satu pertimbangan saat memilih tongkol.
Pilih tongkol yang terasa padat
Saat dipegang, jagung segar umumnya terasa berisi dan padat. Tongkol yang terlalu ringan atau terasa kosong dapat menunjukkan biji di dalamnya kurang penuh. Pilih ukuran tongkol sesuai kebutuhan, lalu pastikan bentuknya terlihat utuh dan tidak mengalami kerusakan.
Cek kondisi bijinya
Jika bagian kulit sedikit dibuka untuk pemeriksaan, perhatikan biji jagung secara menyeluruh. Biji yang masih segar biasanya tampak berisi, tersusun rapat, dan tidak menunjukkan bagian yang menghitam atau rusak. Hindari jagung yang memiliki banyak biji keriput, berlubang, atau tampak mengalami perubahan warna.
Hindari jagung yang berbau tidak sedap
Aroma juga dapat menjadi petunjuk kondisi jagung. Jagung segar umumnya memiliki aroma khas yang ringan. Jika tercium bau asam, menyengat, atau aroma lain yang menunjukkan pembusukan, sebaiknya pilih tongkol lain yang kondisinya lebih baik.
Pilih jagung sesuai waktu pengolahan
Jika jagung akan langsung dimasak, pilih tongkol yang masih tampak segar dan tidak menunjukkan tanda kerusakan. Apabila belum akan diolah, penyimpanan yang tepat juga perlu diperhatikan agar kualitas jagung tidak cepat menurun.
Â
Pertanyaan Seputar Cara Menghilangkan Rambut Jagung
Bagaimana cara menghilangkan rambut jagung paling mudah?
Cara paling praktis adalah memakai kain lap dapur bersih dalam kondisi lembap. Setelah kelobot dilepas, usapkan kain dari bagian atas menuju bawah tongkol untuk menangkap rambut-rambut halus yang tersisa.
Apakah rambut jagung bisa dibersihkan tanpa alat khusus?
Bisa. Kain bersih yang sedikit dibasahi sudah cukup untuk membantu mengangkat sebagian besar rambut jagung. Metode ini sederhana dan dapat dilakukan di rumah.
Mengapa rambut jagung sulit dicabut menggunakan tangan?
Helai rambut jagung sangat tipis dan jumlahnya bisa mencapai ratusan. Banyak serat juga terselip di antara barisan biji, sehingga mencabutnya satu per satu membutuhkan waktu.
Apakah kain basah efektif untuk membersihkan rambut jagung?
Kain lembap justru lebih praktis dibandingkan kain kering. Serat kain dapat menangkap helai rambut saat digosokkan secara perlahan pada permukaan tongkol.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339680/original/094165700_1788424535-cek_fakta_teddy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339337/original/011380800_1788411813-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-03T120214.684.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5007607/original/062973600_1731660144-2148253319.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339887/original/001966800_1788433333-QRIS_ShopeePay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338997/original/004952500_1788360086-WhatsApp_Image_2026-09-02_at_20.06.57.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4575448/original/005575400_1694680432-priscilla-du-preez-xM4wUnvbCKk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326614/original/057483800_1787029193-IMG_2444.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5309527/original/051133300_1754631707-pretty-young-female-standing-white-blouse-looking-glad-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339096/original/051056700_1788399040-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339282/original/066804500_1788409970-Gemini_Generated_Image_pwt1dwpwt1dwpwt1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339085/original/056160100_1788397896-2.jpeg)