Liputan6.com, Jakarta - Indonesia memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) setiap 4 September. Hari Pelanggan Nasional ini menjadi momen untuk kolaborasi perusahaan dan pelanggan sehingga mendorong layanan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Mengutip laman haripelanggan.com, hari pelanggan nasional diperkenalkan oleh Handi Irawan D. pada 2003. Melalui hari pelanggan nasional diharapkan perusahaan tidak hanya melayani pelanggan sebagai kewajiban, melainkan memahami pelanggan sebagai bagian yang berjiwa dari perusahaan.
Adapun ide hari pelanggan nasional ini lahir dari kesadaran akan pentingnya peran pelanggan dalam ekosistem bisnis dan kebutuhan untuk menghargai kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Advertisement
Inisiatif ini segera mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sektor swasta, hingga lembaga pemerintah. Hari pelanggan nasional ini awalnya fokus pada penghormatan terhadap upaya pemerintah dan lembaga dalam melindungi hak-hak konsumen, tetapi seiring waktu, maknanya berkembang melampaui aspek perlindungan semata.
Gagasan peringatan Hari Pelanggan Nasional ini kemudian diresmikan secara formal oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Sejak saat itu, 4 September resmi ditetapkan sebagai Hari Pelanggan Nasional, menjadi tonggak penting dalam sejarah hubungan bisnis dan konsumen di Indonesia.
Mengutip akun instagram @harpelnas, Hari Pelanggan Nasional genap merayakan lebih dari dua dekade pada 4 September 2026. Pada 2026, Harpelnas mengusung tema ThinkCustomer. Bukan sekadar soal layanan cepat atau ramah, tetapi soal perusahaan uang benar-benar memikirkan pengalaman pelanggan dari awal hingga akhir.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302055/original/028598000_1784530995-Presiden_ke-7_Jokowi_kumpulkan_teman_kuliah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339680/original/094165700_1788424535-cek_fakta_teddy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339490/original/078425800_1788418385-ICv51arM9s0mRAcXIh67iczUu1vwwzB6n8aTRWKM1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325123/original/016867900_1786813553-WhatsApp_Image_2026-08-15_at_08.04.53.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339979/original/005407100_1788438770-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_17.15.03.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339935/original/000619700_1788436286-APINDO-3_September_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4922913/original/081787900_1724128219-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617285/original/012275200_1635503742-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4665935/original/073959000_1701152551-4O38W2C_copyright_image_134562.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338829/original/008244000_1788343072-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3614798/original/093423700_1635331467-000_9QG9JJ.jpg)