Skema Bansos Diubah, Langsung Transfer ke Penerima Mulai 2027

Pemerintah siap ubah skema bansos ke transfer tunai langsung pada 2027. Simak penjelasan lengkap dari Luhut.

Diterbitkan 03 September 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan skema baru penyaluran bantuan sosial (bansos). Pemerintah berencana menggelar uji coba program bansos berbasis transfer tunai langsung (cash transfer) pada awal tahun 2027.

Sistem baru ini menandai pergeseran strategi penyaluran bantuan sosial pemerintah dari yang semula berfokus pada subsidi produk menjadi bantuan langsung kepada penerima manfaat.

"Karena bansos itu nanti kita mungkin tidak berikan lagi insentif kepada produk, kita akan berikan insentif kepada orang langsung. Jadi nanti sekian puluh juta atau ratus juta penduduk kita yang qualified untuk menerima cash transfer itu saya kira bisa kita lakukan pada awal tahun depan. Kita akan uji coba pada awal 2027," ujar Luhut di Subang, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Kamis (3/9/2026).

Demi mendukung transparansi penyaluran, pemerintah kini tengah mematangkan penerapan government technology berbasis kecerdasan buatan (AI).

Luhut menilai digitalisasi ini menjadi lompatan besar dalam tata kelola pemerintahan. Pemanfaatan teknologi diyakini ampuh menekan potensi penyimpangan karena meminimalkan interaksi langsung selama proses administrasi.

"Karena pertemuan orang-orang akan sangat berkurang, karena semua dengan face recognition, dengan biometrik itu sudah bisa semua didapat. Pendataan ini saya kira satu loncatan yang hebat di jaman pemerintahannya Presiden Prabowo," jelasnya.

Proses Registrasi

Guna memastikan keakuratan penerima manfaat, pemerintah akan menggandeng pemerintah daerah (pemda) dalam proses registrasi. Pemda diminta segera mendata masyarakat yang berhak memperoleh bansos tersebut.

"Kita dukung semua dan semua pemda saya kira akan terlibat, saya sudah minta juga untuk me-register, mendaftar untuk yang ingin dapat bansos," tutur Luhut.

Luhut menambahkan bahwa langkah pembenahan ini krusial mengingat potensi ekonomi Indonesia yang kian membesar seiring melonjaknya populasi dan ekspansi kelompok masyarakat kelas menengah.

"Indonesia tahun depan ini akan berpenduduk 300 juta. Jadi bukan jumlah yang kecil, jadi market-nya makin luas dan juga nanti kelas menengah juga akan naik," pungkas Luhut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6