Prabowo Ungkap Alasan Indonesia dan Rusia Cocok Kerja sama

Perdagangan bilateral Indonesia-Rusia mencapai USD 5 miliar pada tahun 2025.

Diterbitkan 03 September 2026, 17:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo: Indonesia-Rusia cocok kerja sama karena sumber daya saling melengkapi.
  • Rusia kaya gandum, energi; Indonesia punya sawit, perikanan, tenaga kerja muda.
  • Perdagangan bilateral 2025 capai $5 miliar, naik signifikan, akan terus meningkat.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia dan Rusia sangat cocok bekerja sama. Sebab, kedua negara memiliki kekayaan alam dan sumber daya yang berbeda sehingga dapat menjalin kerja sama di berbagai sektor.

"Perekonomian Indonesia dan Rusia bukanlah gambaran cermin satu sama lain. Saya percaya justru karena itulah keduanya dapat cocok untuk bekerja sama," kata Prabowo saat pidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026), disiarkan dari YouTube Sekretariat Presiden.

Dia menyampaikan Rusia terkenal memiliki kekayaan seperti gandum, pupuk, energi, hingga ilmu pengetahuan. Sementara itu, Indonesia mempunyai minyak sawit, perikanan, hingga tenaga kerja muda.

"Rusia memiliki gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan, teknik maju. Indonesia memiliki minyak sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, dan tenaga kerja muda, serta pintu gerbang menuju 680 juta penduduk ASEAN," jelasnya.

"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya," sambung Prabowo.

 

Fondasi Perdagangan

Prabowo menuturkan hal tersebut menjadi fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan bagi Indonesia-Rusia. Dia mencontohkan perdagangan bilateral Indonesia-Rusia mencapai USD 5 miliar pada tahun 2025.

"Hasilnya sudah terlihat. Tahun lalu pada 2025, perdagangan bilateral kita mendekati USD 5 miliar, meningkat sebesar 21,7 persen dibandingkan satu tahun sebelumnya, 2024. Dan meningkat sebesar 33,7 persen dibandingkan dengan 2023," tuturnya.

Dia menegaskan pencapaian tersebut bukan batas atas, melainkan permulaan atas kerja sama Indonesia-Rusia. Prabowo pun mendorong Indonesia dan Rusia meningkatkan perdagangan dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia.

"Peningkatan ini akan didorong oleh perekonomian yang saling melengkapi, perkiraan mulai berlakunya perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU pada awal 2027, dan mungkin yang paling penting, hubungan yang lebih erat antara komunitas bisnis kita," jelas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, mantan perwira TNI Angkatan Darat dan presiden ke-8 RI.
    H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, mantan perwira TNI Angkatan Darat dan presiden ke-8 RI.
    Prabowo Subianto
  • Vladimir Putin adalah presiden ke-2 dan ke-4 Rusia
    Vladimir Putin adalah presiden ke-2 dan ke-4 Rusia
    Vladimir Putin
  • Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang di dua benua, Eropa dan Asia, dengan sistem pemerintahan federal semi-presidensial.
    Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang di dua benua, Eropa dan Asia, dengan sistem pemerintahan federal semi-presidensial.
    Rusia