Liputan6.com, Jakarta - Federasi Bisnis Singapura atau The Singapore Business Federation (SBF) telah memperkuat hubungan kelembagaan di seluruh ekosistem bisnis Indonesia. Hal ini melalui serangkaian pertemuan tingkat tinggi di Jakarta pada pekan ini.
Pertempuan yang dipimpin Ketua SBF, Mark Lee itu berisi poin-poin penting termasuk peningkatan keterlibatan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan diskusi dengan lembaga pengelola dana kekayaan negara Danantara mengenai prioritas investasi Indonesia.
Pertemuan-pertemuan ini menjadi landasan bagaimana komunitas bisnis Singapura akan berkontribusi pada ASEAN yang lebih kuat dan terintegrasi seiring Singapura bersiap menjadi Chairmanship pada 2027.
Advertisement
"Singapura dan Indonesia akan menandai 60 tahun hubungan diplomatik tahun depan. Enam dekade yang dibangun atas dasar kepercayaan antara pemerintah dan bisnis kita,” ujar Ketua Singapore Business Federation, Mark Lee dikutip dari keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).
Ia menambahkan, kunjungan ini telah kembali menegaskan kedalaman dan nilai praktis hubungan bisnis ke bisnis Singapura dan Indonesia. "Dengan membangun kemitraan dengan KADIN, dan sekarang keterlibatan baru kita dengan APINDO, SBF berkomitmen untuk menerjemahkan kerja sama tingkat tinggi menjadi peluang nyata bagi perusahaan kita, dalam perdagangan lintas batas, investasi dan pembangunan kapasitas,” ujar dia.
Ia mengatakan, saat Singapura bersiap memimpin ASEAN pada 2027, kemitraan seperti ini akan menjadi pusat bagaimana membantu bisnis meraih pertumbuhan regional.
Poin-Poin Pertemuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339939/original/098483200_1788436439-KADIN-3_September_2026a.jpeg)
Berikut sejumlah poin-poin pertemuan:
Memajukan Kemitraan SBF-KADIN
Kunjungan itu kembali menegaskan kedalaman kemitraan SBF-KADIN. Dihadiri oleh Deputi Koordinator Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Dr Edi Prio Pambudi, kedua pihak meninjau hasil praktis yang akan dicapai di bawah tiga pilar MoU dua tahun yang ditandatangani pada Pertemuan Pemimpin Singapura-Indonesia pada Juli 2026, antara lain:
-Pemberdayaan Digital termasuk peluncuran Trade Al Advisor (TAIA) milik SBF-Indonesia, platform perdagangan berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan generatif pertama di dunia.
-Keterlibatan kebijakan melalui forum bisnis dan diskusi meja bundar.
-Pembangunan kapabilitas melalui pencocokan bisnis dan lokakarya
Di luar perdagangan, kedua pihak juga menjajaki peluang memperdalam kerja sama dan berbagi pendekatan regional tentang keberlanjutan dan dekarbonisasi.
Advertisement
Kemitraan Kelembagaan Baru dengan APINDO
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339936/original/001167100_1788436329-APINDO-3_September_2026b.jpeg)
SBF juga menandatangani MoU dengan APINDO yang diwakili Ketua APINDO Shinta W.Kamdani, untuk membangun kerangka kerja yang berorientasi ke masa depan untuk kerja sama ekonomi dan bisnis Singapura-Indonesia.
Nota kesepahaman ini menetapkan tiga bidang kolaborasi antara lain:
(a)Memfasilitasi kemitraan bisnis lintas batas, melalui pencocokan bisnis dan inisiatif kemitraan antara perusahaan Singapura dan perusahaan anggota APINDO.
(b)Memperkuat dialog terstruktur, melalui diskusi meja bundar, forum, dan platform dialog untuk memfasilitasi keterlibatan antarbisnis, pemangku kepentingan industri, dan mitra ekosistem terkait, termasuk pertukaran perspektif dan identifikasi prioritas bersama, dan
(c)Memajukan kolaborasi bakat dan tenaga kerja melalui pengembangan keterampilan dan inisiatif pertukaran bakat, termasuk program terstruktur seperti Tech:X, yang bertujuan memperkuat pengembangan keterampilan lintas batas, paparan industri dan hubungan bisnis antara Singapura dan Indonesia.
Kemitraan APINDO menyediakan platform lebih luas untuk keterlibatan bisnis praktis Singapura-Indonesia. Hal ini dengan kolaborasi yang mencakup kemitraan bisnis, dialog terstruktur, pertukaran bakat dan pengembangan tenaga kerja.
Ketua APINDO, Shinta Kamdani menuturkan, MoU ini bukan tujuan akhir. Ini merupakan platform untuk apa yang dapat dibangun bersama.
"Nilai sebenarnya akan diukur bukan dari perjanjian itu sendiri, tetapi dari koneksi bisnis yang kita ciptakan, peluang investasi yang kita buka, kemampuan dan talenta yang kita perkuat, jaringan bisnis yang lebih kuat, dan tangguh yang kita bangun antara Indonesia dan Singapura,” ujar Shinta.
Ia menambahkan, melalui kemitraan ini pihaknya berupaya mengubah keselarasan strategis menjadi hasil bisnis yang nyata dan menciptakan jalur baru bagi perusahaan dari kedua negara untuk tumbuh bersama.
Melibatkan Ekosistem Investasi Indonesia
SBF juga bertemu Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria untuk memahami prioritas investasi Indonesia dan mengidentifikasi peluang bagi perusahaan Singapura untuk menyumbangkan modal, kemampuan dan keahlian teknis untuk prioritas pertumbuhan Indonesia, di seluruh pengembangan industri, infrastruktur, transisi energi dan inisiatif pengembangan hilir.
Menuju Kepemimpinan ASEAN oleh Singapura pada 2027
Kunjungan ke Jakarta ini berlangsung dengan latar belakang kepemimpinan ASEAN Singapura yang akan datang pada 2027, momen penting bagi kerja sama dan integrasi bisnis regional.
Dalam pertemuan-pertemuan itu, SBF dan mitra mengeksplorasi bagaimana hubungan bisnis ke bisnis yang lebih dalam dapat memperkuat perdagangan infra-ASEAN, rantai pasokan yang tangguh, dan akses ke pasar regional untuk UKM, semua prioritas yang akan menentukan agenda kepemimpinan ASEAN Singapura.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339680/original/094165700_1788424535-cek_fakta_teddy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339337/original/011380800_1788411813-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-03T120214.684.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339935/original/000619700_1788436286-APINDO-3_September_2026a.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561758/original/045802700_1776759486-AP17156649082791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376832/original/065084200_1760058801-1000018080.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337461/original/000678100_1788246808-IMG_4215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337290/original/058977900_1788239587-WhatsApp_Image_2026-08-31_at_15.35.35f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474256/original/088622300_1768470217-pexels-kampus-6605163.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4662758/original/054124700_1700873592-Desain_tanpa_judul_-_2023-11-21T145820.325__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336278/original/053924400_1788152361-tatyana_kim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336627/original/028546600_1788168704-IMG20260831142133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336629/original/080413200_1788168762-IMG20260831142342.jpg)