Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) menyiapkan turnaround bisnis hingga 2030 dengan mengoptimalkan sekitar 1.200 alat berat, memperkuat arus kas, dan memperluas pasar eksternal melalui kontrak sehat serta kemitraan strategis.
Strategi tersebut menjadi kelanjutan fase pemulihan WKI pada 2025 setelah perseroan membukukan laba dan mencapai Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar 100,07% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). WKI juga mencatat realisasi NKB sebesar 116,72% dari target RKAP pada 2024.
Plt Direktur Utama WKI Bambang Wijayanto mengatakan perseroan akan menjalankan pertumbuhan moderat pada periode 2026-2030 dengan memanfaatkan aset, workshop, dan kompetensi teknik sebagai mesin pemulihan bisnis.
Advertisement
“Kita ingin pulih secara disiplin dan mereposisi bisnis sebagai mitra infrastruktur,” kata Bambang dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
WKI akan meningkatkan utilisasi sekitar 1.200 alat berat untuk memperbesar produktivitas aset dan mengonversinya menjadi sumber arus kas. Perseroan akan melakukan penggantian atau daur ulang terhadap alat yang sudah tidak produktif berdasarkan usia dan kondisi aset.
Bambang mengatakan WKI akan menjalankan model pertumbuhan kolaboratif melalui sinergi dengan induk, anak perusahaan, dan afiliasi. Perseroan akan mengembangkan tiga kekuatan utama melalui kontraktor umum atau kontraktor spesialis, penyewaan alat berat, serta perluasan pasar eksternal.
Kinerja NKB 2025 menunjukkan perubahan struktur bisnis WKI dengan semakin kuatnya kontribusi pasar eksternal. Segmen konstruksi menyumbang sekitar 76,6% dari total NKB 2025, sedangkan trading menyumbang 15,1%, pengelolaan alat berat 8,1%, dan manufaktur 0,2%.
“Yang paling penting adalah optimalisasi aset dan kapabilitas melalui sinergi grup sekaligus memperluas pasar eksternal melalui kompetensi, kemitraan, dan kepercayaan pelanggan,” ujar Bambang.
Memasuki Sektor Pertambangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3219058/original/038908600_1598412549-WhatsApp_Image_2020-08-26_at_06.57.55.jpeg)
WKI juga mulai memasuki sektor pertambangan pada 2025 melalui kontrak pekerjaan infrastruktur dari perusahaan tambang. Perseroan melihat sektor sumber daya alam sebagai salah satu pasar yang dapat memberikan utilisasi aset lebih cepat.
Bambang mengatakan WKI dapat mengembangkan posisi sebagai kontraktor spesialis pada pekerjaan hauling, pembangunan jalan tambang, serta operasi dan pemeliharaan infrastruktur. Perseroan akan menggunakan pendekatan tersebut untuk meningkatkan utilisasi aset tanpa menambah beban investasi secara agresif.
WKI menetapkan 2026 sebagai tahun fondasi bisnis dengan fokus pada disiplin kas, pemenuhan kewajiban, dan penataan aset. Perseroan menargetkan 2027 sebagai fase penguatan bisnis inti melalui kontrak sehat dan peningkatan utilisasi aset.
Advertisement
WKI Memasuki Fase Turnaroun pada 2028
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3219060/original/037330500_1598412595-WhatsApp_Image_2020-08-26_at_06.57.54.jpeg)
Pada 2028, WKI akan memasuki fase turnaround melalui peningkatan produktivitas aset dan konversi aset menjadi kas. Perseroan kemudian menargetkan skalabilitas strategis hingga 2030 dengan menentukan fokus spesialisasi pada sektor energi, industri, atau sumber daya alam.
WKI juga akan mengembangkan bisnis energi baru terbarukan (EBT) melalui kemitraan dengan investasi yang terukur. Perseroan akan mengambil porsi pekerjaan atau investasi terbatas untuk memperoleh akses terhadap pasar yang lebih besar.
“Pertumbuhan kami akan dimulai dari aset produktif dan arus kas yang kuat, kemudian pengembangan EBT berbasis kemitraan,” kata Bambang.
Strategi tersebut akan ditopang tata kelola dan disiplin keuangan untuk menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan. WKI akan menjadikan kontrak sehat, aset produktif, arus kas kuat, dan kepercayaan pelanggan sebagai indikator utama pertumbuhan.
Komitmen Perseroan
Bambang menegaskan WKI akan menjaga prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan fairness dalam menjalankan transformasi bisnis. Penguatan tata kelola tersebut juga sejalan dengan posisi WKI sebagai bagian dari grup BUMN.
WKI sebelumnya juga meraih penghargaan TOP GRC Awards 2025 sebagai bagian dari penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan. Pada 2026, WKI kembali menempatkan Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai bagian dari strategi bisnis untuk memastikan pertumbuhan tidak menghasilkan risiko yang lebih besar daripada nilai yang diciptakan.
Dengan capaian NKB yang melampaui target selama dua tahun berturut-turut, WKI menjadikan 2026 sebagai titik awal konsolidasi aset dan keuangan sebelum memasuki fase penguatan bisnis pada 2027.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463536/original/058765400_1767636182-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331557/original/037451000_1787549916-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-24T123722.755.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337309/original/008779100_1788240212-cek_fakta_-_pinjol_ojk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376832/original/065084200_1760058801-1000018080.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337290/original/058977900_1788239587-WhatsApp_Image_2026-08-31_at_15.35.35f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474256/original/088622300_1768470217-pexels-kampus-6605163.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4662758/original/054124700_1700873592-Desain_tanpa_judul_-_2023-11-21T145820.325__1_.jpg)