Cuti Hamil Bikin Tajir, Mantan Guru Jadi Miliarder E-Commerce Raksasa Rusia

Simak kisah Tatyana Kim, miliarder asal Rusia, mulai dari membangun bisnis, ekspansi, hingga konflik pribadi yang membentuk bisnisnya.

Diterbitkan 31 Agustus 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tatyana Kim didaulat menjadi miliarder perempuan kedua di Rusia pada 2019. Ini setelah dia berjuang mendirikan perusahaan retail online, Wildberries, dari apartemen saat sedang mengambil cuti hamil dari pekerjaannya sebagai guru.

Perusahaan ini pun berkembang menjadi pengganti Amazon bagi warga Rusia. Melansir VnExpress, Senin (31/8/2026), dalam dua dekade terakhir, perusahaan ini telah menjadi platform e-commerce terbesar di Rusia, dengan hampir 95.000 titik jemput dan lebih dari setengah populasi Rusia melakukan pembelian setidaknya satu bulan sekali.

Wildberries meraup keuntungan sebesar US$ 9 miliar, atau Rp 159,7 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.747) pada 2024, sebagaimana diprediksi oleh Forbes. Penjualannya pada 2025 yang belum dikonfirmasi dikabarkan sentuh US$ 15 miliar, atau Rp 266,2 triliun.

Sementara, Kim diestimasikan memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 8,1 miliar, atau Rp 143,7 triliun. Mantan guru Bahasa Inggris, yang merupakan keturunan Korea, meluncurkan Wildberries pada 2004 bersama mantan suaminya, entrepreneur IT, Vladislav Bakalchuk.

Perusahaan yang dimulai sebagai usaha keluarga ini tadinya beroperasi di apartemen Kim di Moskow. Dia menjual pakaian yang diambil dari katalog Eropa melalui toko online. Kim membeli pakaian tersebut dalam jumlah banyak, memindai gambar katalog, lalu mengunggahnya ke website.

"Kita punya bayi satu bulan, dan saya ingin kembali bekerja lagi agar tidak merasa hanya menjadi ibu rumah tangga,” ujarnya kepada AFP dalam sebuah wawancara pada 2018.

Kim merencanakan bisnis agar membantu wanita seperti dirinya, yakni seorang ibu yang memiliki dana dan waktu terbatas. Apa yang membedakan Wildberries dari pesaingnya kala itu adalah model yang memungkinkan pembeli untuk meminta pesanannya dikirim ke titik jemput, di mana mereka bisa mencoba dan memikirkan apakah akan membelinya, menurut The Wall Street Journal.

 

 

Bisnis Cepat Berkembang

“Awalnya saya melakukan semua sendirian, mengambil barang dan mengantarnya kepada pembeli di ujung Moskow dengan kereta bawah tanah atau bus,” ujar Kim kepada Bloomberg pada 2018.

Mantan suami Kim kala itu mengatur bagian teknologi dari bisnis tersebut, dan mengawasi pembangunan gudang besar, mengoordinasikan titik jemput, dan jaringan franchise nya,

Bisnis ini cepat berkembang, sehingga dalam satu tahun, Kim mulai merekrut kurir untuk melakukan pengiriman dan menyewa gudang karena apartemennya tidak lagi mampu menampung jumlah barang.

 

 

Masuk Daftar 10 Miliarder Baru versi Forbes

Kim masuk ke dalam daftar 10 miliarder baru paling mencolok menurut Forbes. Meskipun seringkali dikaitkan dengan pendiri Amazon, Jeff Bezos, Kim jauh lebih tertutup. Ibu dari tujuh anak yang tuturnya lembut ini jarang menyetujui wawancara, dan fotonya sulit ditemukan hingga beberapa tahun belakangan.

Dia dikabarkan menjalani hidup sederhana, dan menyewa dibanding membeli rumah. Kim jarang terlihat di toko perhiasan mewah maupun pakaian desainer, dan mengatakan bahwa dia membeli semuanya di Wildberries. Dia menjuluki dirinya seorang “introvert” dalam wawancaranya dengan AFP.

Dia juga selama ini terbang di kelas ekonomi, walau dengan penerbangan prioritas, sebelum akhirnya karyawannya membuatnya mulai terbang dengan kelas bisnis tahun lalu, menurut Air Mail.

 

 

Hadapi Tantangan

Melesatnya karier Kim tentu bukan tanpa tantangan. Seiring Wildberries berkembang, kesuksesannya menarik pebisnis Rusia, menekankan tegangan antara Kim dan Bakalchuk tentang arah perusahaan tersebut. Pertikaian mereka berbuah baku tembak di sebuah kantor Wildberries pada 2024, diikuti oleh perceraian publik yang disahkan satu tahun kemudian.

Wildberries telah kehilangan sepertiga kapasitas gudangnya dan sekitar US$ 5,9 atau Rp 104,7 triliun aset setelah serangan yang diterima dari Ukraina, menurut laporan New York Times, mengutip konsultan e-commerce Moskow, Data Insight.

Perusahaan ini juga harus menghadapi penurunan tajam dalam belanja konsumen untuk produk non-makanan melalui platform e-commerce sejenisnya, serta tanda-tanda bahwa beberapa penjual beralih ke pesaingnya, Ozon, yang merupakan platform e-commerce terbesar kedua di negara tersebut.

Meski demikian, analis meyakini sebagai perusahaan yang dianggap strategis bagi perekonomian Rusia, Wildberries kemungkinan besar tidak akan bangkrut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6