Liputan6.com, Jakarta - Mliarder makin menunjukkan minat untuk membeli tim olahraga. Selain jumlah miliarder kian hari kian banyak, ahli juga mengamati ada alasan lain di balik maraknya pembelian tim olahraga, yakni Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Perombakan tim terjadi dengan sangat cepat, sehingga mendorong valuasi ke tingkat yang sangat tinggi. Semakin banyak permintaan oleh miliarder, semakin sedikit jumlah tim, sehingga mendorong harga semakin tinggi.
Melansir CNN, Jumat (28/8/2026), olahraga dipercaya menjadi lahan investasi yang tidak terpengaruh AI. Tim olahraga berpotensi kecil untuk tergeser akibat teknologi terkemuka, tidak seperti investasi lainnya.
"Saya bertaruh dalam 100 tahun ke depan Yankees akan tetap di sini saat IBM sudah lenyap," ujar seorang bankir investasi terkemuka di bidang penjualan tim olahraga, Sal Galatioto.
Advertisement
Dia telah menegosiasikan kesepakatan pembelian tim, atau saham tim selama 30 tahun. Dia mengatakan, sedang sibuk-sibuknya.
"Tidak ada yang membeli tim untuk pengembalian tunai. Itu dibeli untuk nilai jangka panjang, gratifikasi ego, dan nilai kelangkaan. Ini dibeli seperti karya seni. Sekarang tim bagaikan hedging terhadap gangguan teknologi,” dia menambahkan.
Banyak bisnis lain yang tidak dipengaruhi AI, atau bahkan diuntungkan oleh perkembangannya, seperti alat elektronik, ujar seorang profesor ekonomi di College of the Holy Cross dan seorang pakar di bidang bisnis olahraga, Victor Matheson. Namun, dia berpendapat tim olahraga lebih “menarik.”
“Tidak ada yang bermimpi menjadi CEO (perusahaan elektronik) National Grid. Namun semua orang bermimpi untuk menjadi pemilik atau manajer Yankees,” Matheson berpendapat.
Demam Belanja Modal Ventura
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555757/original/046849700_1776216196-isak.jpg)
Pada bulan ini, mantan CEO Disney, Bob Iger, dan investor modal ventura, Josh Kushner, setuju untuk membeli saham pengendali di La Lakers, sebuah penawaran yang memberi harga tim tersebut ke pencetak rekor, US$ 12,5 miliar, atau Rp 221,3 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.704).
Selain itu, Fenway Sports Group, yang menjadi pemilik Boston Red Sox, dilaporkan menjual 40% dari klub Premier League, Liverpool, ke sebuah konsorsium yang diikuti oleh pendiri Amazon, Jeff Bezos.
Sementara, Major League Baseball menyetujui penjualan US$ 3,9 miliar, atau Rp 69,04 triliun untuk San Diego Padres kepada seorang miliarder di bidang ekuitas swasta dan istrinya.
Ini mengalahkan jumlah uang yang dibayarkan oleh manajer hedge fund Steve Cohen untuk membeli tim New York Mets pada 2020, yakni US$ 2,4 miliar, atau Rp 42,4 triliun. National Football League juga mendekati akhir persetujuan penjualan rekor untuk Seattle Seahawks sebesar US$ 9,6 miliar, atau Rp 169,9 triliun.
Pada Jumat, Minnesota Timberwolves dari NBA dan Lynx WNBA terjual seharga US$ 4,5 miliar, atau Rp 79,6 triliun. Dan, tim basket paling bergengsi, Yankees, menyetujui suntikan dana sebesar US$ 2,6 miliar, atau Rp 46,05 triliun dari Apollo Global Management, sebuah perusahaan ekuitas swasta, untuk memperoleh saham minoritas di tim tersebut.
Ketertarikan modal ventura yang meningkat akan tim olahraga adalah tanda demam belanja, ujar kepala kelompok hukum olahraga di firma hukum Herrick Feinstein, Irwin Kishner.
"Setiap tahun (penilaian) kerap meningkat, jadi saya rasa modal ventura mulai melihat nilai dari peluang ini,” ujar dia.
Advertisement
Hak Siar dan Taruhan Olahraga Menjadi Pendukung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4595131/original/089153000_1696226192-trac-vu-Yut0WQE3jzs-unsplash.jpg)
Nilai hak siar tayangan langsung olahraga mencapai titik termahalnya. Pada zaman penonton on-demand, tayangan olahraga adalah salah satu hal yang orang akan tonton dengan iklan. Masuknya layanan streaming seperti Amazon, Apple, dan Netflix justru semakin menaikkan biaya hak siar.
"Siapa yang bisa menyangka teknologi baru apa yang akan jadi metode distribusi pertandingan. Jika sudah memiliki kontennya, distribusi seperti apapun tidak masalah,” kata Galatioto,
Di sisi lain, pertaruhan olahraga, yang dilegalkan di AS pada 2018 berdasarkan keputusan Mahkamah Agung, memiliki popularitas meningkat, mendongkrak jumlah penonton. Saat orang bertaruh di sebuah acara, mereka lebih condong menonton dua tim yang tidak menjadi ketertarikan mereka.
"Jumlah total uang dari perjudian yang disalurkan ke tim dan liga mungkin mencapai satu miliar dolar AS per tahun,” kata Matheson, termasuk sumber dana baru dari para sponsor.
"Juga ada anggapan bahwa orang-orang yang lebih sering berjudi cenderung lebih sering menonton, yang berarti lebih banyak penonton di tribun, serta lebih banyak pemirsa di depan televisi," ia menambahkan.
Transaksi Jual Beli Tim Olahraga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149051/original/068232000_1591784781-200515_ilustrasi_Liverpool.jpg)
Yang terakhir, tim olahraga adalah komoditas terbatas, hanya ada beberapa yang dapat dibeli.
Beberapa tim, seperti Padres, baru akan dijual ketika pemiliknya meninggal dunia. Namun, juga terdapat tim seperti New York Giants dari NFL yang sudah dikontrol oleh keluarga Mara selama lebih dari satu abad, yang rela menjual sebagian timnya.
Menjual saham minoritas di tim olahraga sudah umum dilakukan, tetapi baru-baru ini semakin marak. Selain itu, jenis pembelinya juga semakin banyak, contohnya investor Amerika membeli klub sepak bola Eropa, sedangkan klub olahraga Amerika Utara dibeli oleh investor asing,
Banyak dari pemilik ini bergantung pada satu hal, yakni, meskipun mereka rugi di jangka pendek, penjualannya di masa depan akan sangat menguntungkan.
“Tidak apa untuk membayar lebih asalkan percaya bahwa orang di masa depan akan membayar setara bahkan lebih,” kata Matheson.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334781/original/015019500_1787897918-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-28T131649.453.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533211/original/044921600_1773727619-063_2266954533.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309669/original/058761600_1785236106-saham3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)