SKK Migas Resmikan Fasilitas Overhaul Taurus 60 Pertama di Asia

SKK Migas meresmikan fasilitas overhaul dan pembangunan engine Taurus 60 pertama di Asia untuk memperkuat industri hulu migas Indonesia.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meresmikan fasilitas overhaul dan pembangunan engine Solar Turbines Taurus 60 Single Shaft di Bandung, Jawa Barat.

Fasilitas tersebut menjadi yang pertama di Asia yang memiliki kemampuan overhaul sekaligus pembangunan engine Taurus 60 Single Shaft.

Pembangunan fasilitas ini merupakan hasil investasi bersama PT Indoturbine, Solar Turbines, dan PT Nusantara Turbin & Propulsi (NTP). Pengembangannya menjadi bagian dari Road Map Peningkatan Kapasitas Nasional yang disusun melalui Strategic Agreement antara SKK Migas dan Solar Turbines.

Peresmian turut dihadiri perwakilan Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, PT Dirgantara Indonesia, NTP, Solar Turbines, PT Indoturbine, Guspen Migas, serta pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Kehadiran fasilitas ini dinilai strategis karena populasi engine Solar Turbines di Indonesia telah mencapai lebih dari 580 unit. Sekitar 75 persen di antaranya digunakan di sektor hulu minyak dan gas bumi.

Dari jumlah tersebut, engine Taurus 60 mencakup sekitar 15 persen dari populasi Solar Turbines di sektor hulu migas.

Karena itu, fasilitas overhaul di dalam negeri diharapkan dapat mendukung keberlangsungan operasi sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok industri hulu migas nasional.

Selain manfaat operasional, fasilitas ini juga berpotensi menekan biaya overhaul, logistik, serta waktu pengerjaan bagi KKKS.

 

Peningkatan Kapasitas Nasional

Pengembangan kemampuan overhaul Taurus 60 di dalam negeri juga dinilai mendukung program peningkatan kapasitas nasional.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap layanan overhaul di luar negeri. Di sisi lain, keberadaannya membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Dampaknya juga diharapkan meluas ke industri pendukung melalui peningkatan penggunaan tenaga kerja dan jasa lokal serta pengembangan kemampuan industri nasional.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto berharap fasilitas tersebut dapat berkembang menjadi pusat keunggulan perawatan engine Solar Turbines di kawasan Asia.

"Kami berharap fasilitas ini juga dapat menjadi salah satu center of excellence untuk perawatan engine Solar Turbines di kawasan Asia, sehingga nantinya Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memberikan layanan dan keahlian kepada pasar regional," ujar Djoko Siswanto dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Indoturbine, Solar Turbines, NTP, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan fasilitas tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas pihak menjadi faktor penting dalam memperkuat kemampuan industri penunjang hulu migas di Indonesia.

 

Hasil Kolaborasi

Peresmian fasilitas Taurus 60 tersebut menjadi bagian dari sinergi Vendor Development Plan yang melibatkan SKK Migas, Solar Turbines, PT Indoturbine, dan NTP.

Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem industri penunjang hulu migas yang lebih kuat dan mandiri di dalam negeri.

Perwakilan Solar Turbines dan Indoturbine menyatakan komitmen untuk terus mendukung peningkatan kapabilitas overhaul di Indonesia.

Dukungan tersebut dilakukan melalui penerapan standar teknologi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta pemenuhan kebutuhan operasional Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Dengan kemampuan overhaul Taurus 60 di dalam negeri, Indonesia tidak hanya mendapatkan manfaat dari sisi operasional, tetapi juga berpeluang meningkatkan kapasitas industri nasional.

Fasilitas ini juga diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian, termasuk mendorong pertumbuhan industri pendukung, meningkatkan pemanfaatan tenaga kerja lokal, dan membuka peluang jasa di dalam negeri.

SKK Migas berharap pencapaian tersebut dapat menjadi contoh bagi mitra kerja lainnya untuk meningkatkan investasi dan membangun kemampuan industri penunjang minyak dan gas bumi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6