Liputan6.com, Jakarta - Sedekah dan infaq merupakan dua amal kebaikan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Keduanya tidak hanya mencerminkan aspek spiritual, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam Islam, sedekah tidak sekadar pada pemberian materi, tetapi mencakup seluruh bentuk kebaikan, termasuk ucapan yang baik, senyuman, hingga tindakan sosial yang bermanfaat.
Ketika seseorang menerima sedekah atau infaq, Islam mengajarkan adab yang mulia, yaitu mendoakan kebaikan bagi orang yang telah memberikan. Bacaan doa ketika menerima sedekah dan infaq sesuai sunnah yang diucapkan oleh penerima sedekah dan infaq bukan sekadar ungkapan terima kasih biasa, melainkan bentuk ibadah yang mengandung nilai-nilai luhur.
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang memberikan kebaikan kepadamu, maka balaslah kebaikannya. Jika kalian tidak sanggup membalasnya, doakanlah dia” (HR. Bukhari). Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar juga menegaskan bahwa sebagian ulama Syafi’iyah mewajibkan mendoakan orang yang memberikan zakat.
Advertisement
Syekh M. Nawawi Banten dalam Nihayatuz Zain menjelaskan bahwa siapa pun yang berbuat kebaikan kepada kita, hendaknya dibalas dengan kebaikan serupa; jika tidak mampu, maka doakanlah ia dengan sungguh-sungguh hingga terwujud pembalasan kebaikan yang setara.
Doa Ketika Menerima Sedekah dan Infaq Teks Arab, Latin dan Artinya
Berikut adalah beberapa bacaan doa yang dianjurkan ketika seseorang menerima sedekah, infaq, hibah, atau hadiah, sebagaimana diajarkan dalam sunnah dan dirujuk oleh para ulama.
1. Doa Menerima Sedekah, Infaq, Hibah, atau Hadiah
Doa ini diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada seseorang yang telah bersedekah:
Teks Arab: أَجَرَكَ اللَّهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا، وَبَارَكَ لَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ
Latin: Ajarakallāhu fīmā a‘ṭaita, wa ja‘alahu laka ṭahūran, wa bāraka laka fīmā abqaita
Artinya: “Semoga Allah memberi pahala kepadamu atas apa yang telah engkau berikan, menjadikannya sebagai pembersih bagimu, dan memberkahi apa yang masih engkau tinggalkan.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i dalam Al-Kubro. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan doa ini sebagai bentuk balasan kebaikan dan ungkapan syukur atas kebaikan orang lain. Imam As-Sakhawi juga menyebutkannya dalam Al-Maqasidul Hasanah.
Ibnu Qudamah al-Maqdisi dalam karyanya turut mengutip doa ini sebagai amalan yang dianjurkan bagi penerima zakat dan sedekah.
2. Doa Menerima Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS)
Doa ini memiliki redaksi yang sedikit berbeda namun maknanya senada:
Teks Arab: اَجْرَكَ اللَّهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا
Latin: Ajarakallāhu fīmā a‘ṭaita wa bāraka fīmā abqaita wa ja‘alahu laka ṭahūran
Artinya: “Semoga Allah memberikan ganjaran (pahala) terhadap engkau atas apa yang telah engkau berikan, memberikan keberkahan terhadap harta yang engkau sisakan, dan menjadikannya sebagai pensuci bagimu.”
Doa ini banyak dikutip dalam literatur fikih dan menjadi amalan yang dianjurkan bagi mustahik (penerima zakat) untuk membalas kebaikan muzakki (pemberi zakat).
3. Doa Ringkas: Jazākallāhu Khairan
Teks Arab: جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا
Latin: Jazākallāhu khairan
Artinya: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.”
Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang diperlakukan baik, lalu ia mengatakan kepada pelakunya, ‘Jazakallahu khairan (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan),’ maka sungguh ia telah sangat menyanjungnya.” (HR. Tirmidzi no. 2035 dan An-Nasa’i dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah)
Syekh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly menyatakan bahwa sanad hadits ini sahih dan perawinya tsiqqah (terpercaya).
4. Doa: Allāhumma Ṣalli ‘Alaihim
Teks Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ
Latin: Allāhumma ṣalli ‘alaihim
Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat/berkah atas mereka.”
Doa ini merupakan bentuk ringkas yang disunnahkan untuk mendoakan pemberi zakat atau sedekah. Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan makna “shallī ‘alaihim” dalam konteks ini berarti mendoakan mereka (pemberi zakat atau muzakki).
5. Doa Menerima Zakat Menurut Syekh Nawawi Banten
Teks Arab: طَهَّرَ اللهُ قَلْبَكَ فِي قُلُوْبِ الأَبْرَارِ وَزَكَّى عَمَلَكَ فِي عَمَلِ الأَخْيَارِ وَصَلَّى عَلَى رُوْحِكَ فِي أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ
Latin: Ṭahharallāhu qalbaka fī qulūbil abrār, wa zakkā ‘amalaka fī ‘amalil akhyār, wa ṣallā ‘alā rūḥika fī arwāḥis syuhadā’
Artinya: “Semoga Allah menyucikan hatimu pada hati para hamba-Nya yang abrar. Semoga Allah membersihkan amalmu pada amal para hamba-Nya yang akhyar. Semoga Allah bershalawat untuk rohmu pada roh para hamba-Nya yang syahid.”
Doa ini dikutip dari Syekh M. Nawawi Banten dalam kitab Nihayatuz Zain. Doa ini dilafalkan bagi orang yang menerima zakat, termasuk di dalamnya amil atau petugas zakat.
Hikmah Bacaan Doa Ketika Menerima Sedekah dan Infaq
Berikut adalah lima hikmah dari membaca doa ketika menerima sedekah dan infaq sesuai sunnah:
1. Menumbuhkan Rasa Syukur kepada Allah SWT
Membaca doa saat menerima sedekah atau infaq mengingatkan penerima bahwa segala rezeki berasal dari Allah SWT. Rasa syukur ini menjadi landasan untuk menerima pemberian dengan hati yang lapang dan tidak merasa rendah diri.
2. Membalas Kebaikan dengan Doa
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa jika seseorang tidak mampu membalas kebaikan secara materi, maka doa adalah bentuk balasan yang terbaik. Doa yang dipanjatkan menjadi pengganti ucapan terima kasih yang lebih bermakna di sisi Allah.
3. Membersihkan Harta dan Jiwa
Doa yang dibaca oleh penerima sedekah mengandung permohonan agar sedekah yang diberikan menjadi ṭahūr (pembersih) bagi pemberi. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 103 yang menyatakan bahwa sedekah berfungsi membersihkan dan menyucikan.
4. Mempererat Ukhuwah dan Solidaritas Sosial
Doa yang diucapkan penerima kepada pemberi sedekah menciptakan ikatan kasih sayang dan rasa saling menghargai. Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai literatur, sedekah memperkuat ikatan antar manusia dan menghilangkan sifat kikir serta egois.
5. Mendatangkan Keberkahan bagi Kedua Belah Pihak
Doa yang tulus dari penerima sedekah menjadi sebab turunnya keberkahan bagi pemberi, sebagaimana terkandung dalam redaksi doa “wa bāraka laka fīmā abqaita” (semoga Allah memberkahi apa yang masih engkau tinggalkan). Keberkahan ini meliputi harta, keluarga, dan kehidupan secara keseluruhan
Pertanyaan Seputar Doa Ketika Menerima Sedekah
1. Apakah doa ketika menerima sedekah wajib dibaca?
Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan (sunnah). Rasulullah SAW menganjurkan agar kebaikan dibalas dengan kebaikan, dan jika tidak mampu, maka doakanlah pemberi kebaikan tersebut (HR. Bukhari). Imam Nawawi dalam Al-Adzkar juga menyebutkan anjuran ini.
2. Apa perbedaan doa menerima zakat dan doa menerima sedekah?
Secara redaksi, doa yang diucapkan untuk menerima zakat dan sedekah pada dasarnya sama, seperti Ajarakallāhu fīmā a‘ṭaita. Namun, dalam praktiknya, doa untuk zakat fitrah kadang ditambahkan dengan redaksi khusus sesuai dengan golongan penerima, termasuk amil zakat.
3. Bolehkah membaca doa menerima sedekah dalam bahasa Indonesia?
Boleh. Yang terpenting adalah makna dan niat dalam hati. Namun, membaca doa dalam bahasa Arab sesuai dengan lafal yang diajarkan Rasulullah SAW lebih utama karena mengikuti sunnah dan mendapatkan pahala tambahan dari bacaan Arabnya.
4. Apakah penerima sedekah harus mengucapkan doa dengan suara keras?
Tidak harus. Doa dapat dibaca dalam hati atau dengan suara pelan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan ketulusan dalam mendoakan kebaikan bagi pemberi sedekah.
5. Apakah doa ini juga dibaca ketika menerima hadiah atau hibah?
Ya. Para ulama menyebutkan bahwa doa Ajarakallāhu fīmā a‘ṭaita wa ja‘alahu laka ṭahūran dapat dibaca ketika menerima sedekah, infaq, hibah, maupun hadiah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334781/original/015019500_1787897918-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-28T131649.453.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5086896/original/037392100_1736405144-1736397738506_perbedaan-infaq-dan-shodaqoh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)