Bacaan Doa setelah Tahajud Agar Keinginan Segera Tercapai dan Urutannya

Doa yang dipanjatkan setelah shalat Tahajud menjadi puncak dari ibadah malam

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bacaan doa setelah tahajud agar keinginan segera tercapai merupakan bagi seseorang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon dikabulkannya segala hajat. Sholat tahajud memiliki kedudukan istimewa karena dilakukan di saat manusia terlelap, menandakan kesungguhan seorang hamba dalam mencari ridha Ilahi.

Pada waktu inilah para malaikat turun dan langit terbuka, dan membuat doa-doa yang dipanjatkan berpotensi lebih besar terkabul. Keistimewaan orang yang shalat malam juga ditegaskan dalam QS. Al-Isra ayat 79: " Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.."

Dalam buku Tuntunan Shalat Tahajud karya H. Sayuti, dijelaskan bahwa shalat Tahajud adalah shalat yang dikerjakan pada waktu malam dan sesudah tidur, dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas, setiap dua rakaat diakhiri dengan satu salam.

Doa yang dipanjatkan setelah shalat Tahajud menjadi puncak dari ibadah malam ini, di mana seorang hamba dengan penuh kerendahan hati memohon ampunan dan segala kebaikan kepada Sang Pencipta.

Doa-Doa Setelah Tahajud Agar Keinginan Segera Tercapai dan Urutannya

Para ulama menyatakan bahwa tidak ada doa khusus yang wajib dibaca setelah shalat Tahajud. Seseorang dapat berdoa dengan kata-kata apa pun yang dihafalnya, dan lebih utama menggunakan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Namun, para ulama sepakat bahwa doa setelah shalat Tahajud memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan karena didahului oleh amalan saleh.

Berikut adalah urutan bacaan doa setelah tahajud agar keinginan segera tercapai yang bersumber dari kitab Tuntunan Shalat Tahajud karya H. Sayuti serta riwayat-riwayat shahih:

1. Doa Pertama: Doa Utama Setelah Shalat Tahajud

Doa ini diriwayatkan dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim, dan dicantumkan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi serta buku Tuntunan Shalat Tahajud karya H. Sayuti. Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan menjadi doa utama yang dianjurkan untuk dibaca setelah menyelesaikan shalat Tahajud.

Arab: اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Latin: Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fihinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fihinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fihinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqa'uka haq. Wa qawluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa'atu haq. Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khasamtu. Wa ilaika hakamtu. Faghfirli ma qaddamtu wa ma akhkhartu wa ma asrartu wa ma a'lantu wa ma anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru la ilaha illa anta. Wa la haula wa la quwwata illa billah.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu. Engkaulah yang mengurus langit, bumi, dan segala makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkaulah Raja langit, bumi, dan segala isinya. Segala puji bagi-Mu, Engkaulah cahaya langit, bumi, dan segala isinya. Segala puji bagi-Mu, Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, firman-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar, dan hari Kiamat itu benar. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan-Mu aku berdebat, dan kepada-Mu aku memohon keputusan. Maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang kusembunyikan dan yang kutampakkan, serta dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang Maha Mengakhirkan. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ini mengandung pengakuan seorang hamba akan kebesaran Allah SWT dan kebenaran semua yang dikabarkan dalam Al-Qur'an dan hadits. Doa ini juga berisi pengakuan dosa dan permohonan ampunan yang tulus, menjadikannya doa yang sempurna untuk dipanjatkan setelah shalat Tahajud.

2. Doa Kedua: Doa Memohon Rahmat dan Kemudahan

Doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW membacakan doa-doa ini setelah menyelesaikan shalat Tahajud. Doa ini tercatat dalam riwayat Tirmidzi.

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ بِهَا تَهْدِي قَلْبِي، وَتَجْمَعُ بِهَا أَمْرِي، وَتَلُمُّ بِهَا شَعْثِي، وَتُصْلِحُ بِهَا غَائِبِي، وَتَرْفَعُ بِهَا شَاهِدِي، وَتُزَكِّي بِهَا عَمَلِي، وَتُلْهِمُنِي بِهَا رُشْدِي، وَتَرُدُّ بِهَا أُلْفَتِي، وَتَعْصِمُنِي بِهَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ

Latin: Allahumma inni as'aluka rahmatan min 'indika biha tahdi qalbi, wa tajma'u biha amri, wa talummu biha sya'tsi, wa tushlihu biha gha'ibi, wa tarfa'u biha syahidi, wa tuzakki biha 'amali, wa tulhimuni biha rusydi, wa taruddu biha ulfati, wa ta'shimuni biha min kulli su'in.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rahmat dari sisi-Mu yang dengannya Engkau memberi petunjuk hatiku, yang dengannya Engkau mengumpulkan urusanku, yang dengannya Engkau merapikan kekacauanku, yang dengannya Engkau memperbaiki keadaanku yang gaib, yang dengannya Engkau mengangkat derajatku, yang dengannya Engkau menyucikan amalku, yang dengannya Engkau memberi ilham kepadaku tentang kebenaran, yang dengannya Engkau mengembalikan keakraban, dan yang dengannya Engkau memeliharaku dari segala kejahatan."

Doa ini mengajarkan seorang hamba untuk memohon rahmat Allah yang mencakup segala aspek kehidupan: petunjuk hati, kemudahan urusan, perbaikan keadaan, peningkatan derajat, kesucian amal, dan perlindungan dari kejahatan. Dalam kitab Tuntunan Shalat Tahajud karya H. Sayuti, doa ini disebutkan sebagai bagian dari wirid yang dianjurkan setelah shalat Tahajud.

3. Doa Ketiga: Doa Memohon Iman, Kemenangan, dan Keselamatan

Masih dalam riwayat yang sama dari Abdullah bin Abbas RA, Rasulullah SAW juga membaca doa berikut setelah Tahajud:

Arab: اللَّهُمَّ أَعْطِنِي إِيمَانًا وَيَقِينًا لَيْسَ بَعْدَهُ كُفْرٌ، وَرَحْمَةً أَنَالُ بِهَا شَرَفَ كَرَامَتِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْفَوْزَ فِي الْقَضَاءِ وَنُزُلَ الشُّهَدَاءِ وَعَيْشَ السُّعَدَاءِ وَالنَّصْرَ عَلَى الْأَعْدَاءِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Latin: Allahumma a'thini imanan wa yaqinan laisa ba'dahu kufrun, wa rahmatan analu biha syarafa karamatika fid-dunya wal-akhirah. Allahumma inni as'alukal fauza fil-qadha'i wa nuzulasy-syuhada'i wa 'aisyas-su'ada'i wan-nashra 'alal-a'da'i. Allahumma inni as'alukal-huda wat-tuqa wal-'afafa wal-ghina.

Artinya: "Ya Allah, berilah aku iman dan keyakinan yang tidak diikuti oleh kekufuran, dan rahmat yang dengannya aku meraih kemuliaan karunia-Mu di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kemenangan dalam setiap ketetapan, kedudukan para syuhada, kehidupan orang-orang yang berbahagia, dan kemenangan atas musuh-musuh. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kekayaan hati."

Doa ini mencakup permohonan iman yang kokoh, kemenangan, dan keselamatan, serta petunjuk dan ketakwaan. Dalam kitab Hisnul Muslim (Benteng Muslim) karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahtani, doa-doa seperti ini dianjurkan untuk dibaca pada waktu-waktu mustajab termasuk setelah shalat Tahajud.

4. Doa Keempat: Doa Memohon Perlindungan dan Keselamatan Dunia Akhirat

Doa berikut dianjurkan untuk dipanjatkan setelah shalat Tahajud, sebagaimana disebutkan dalam berbagai kitab doa dan dzikir:

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Latin: Allahumma inni as'alukal-'afiyah fid-dunya wal-akhirah. Allahumma inni as'alukal-'afwa wal-'afiyah fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali. Allahummas-tur 'awrati wa amin raw'ati. Allahummah-fazhni min baini yadayya wa min khalfi wa 'an yamini wa 'an syimali wa min fauqi, wa a'udzu bi 'azhamatika an ughtala min tahti.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutuplah auratku dan tenteramkanlah ketakutanku. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, dari belakang, dari kanan, dari kiri, dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu agar tidak dibinasakan dari bawahku."

Doa ini mengajarkan seorang hamba untuk memohon perlindungan dan keselamatan dari segala arah. Dalam kitab Tuntunan Shalat Tahajud karya H. Sayuti, doa-doa untuk keselamatan dunia dan akhirat sangat dianjurkan untuk dibaca setelah shalat Tahajud sebagai bentuk permohonan kepada Allah agar diberikan perlindungan dalam segala aspek kehidupan.

5. Doa Kelima: Doa Memohon Hajat Khusus

Setelah membaca doa-doa di atas, seorang Muslim dapat memanjatkan doa sesuai dengan hajat dan keinginannya masing-masing. Tidak ada batasan dalam berdoa, dan seorang hamba dianjurkan untuk memohon segala kebaikan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang sangat dianjurkan adalah doa Nabi Musa AS dalam QS. Al-Qashash ayat 24:

Arab: رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Latin: Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir.

Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku."

Doa ini sangat mustajab dan dianjurkan bagi siapa pun yang memiliki hajat, termasuk keinginan agar segera tercapai.

Kemustajaban Waktu Sepertiga Malam

Waktu sepertiga malam yang terakhir adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Rabb kita setiap malam turun ke langit dunia ketika sepertiga malam terakhir. Allah berjanji akan mengijabah semua doa hamba-Nya, serta mengampuni dosa bagi siapa saja yang memohon ampunan pada sepertiga malam terakhir".

Dalam riwayat lain disebutkan: "Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku pada saat ini maka akan Aku kabulkan doanya, barangsiapa yang meminta sesuatu kepada-Ku maka Aku akan memberikan permintaan-nya, barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka Aku akan mengampuninya".

Para ulama menjelaskan bahwa sepertiga malam terakhir adalah waktu antara tengah malam hingga menjelang fajar. Pada waktu inilah seorang hamba memiliki kesempatan untuk "berhadapan" dengan Allah SWT, sehingga doa dan permohonan akan lebih cepat dikabulkan.

Imam Tirmidzi meriwayatkan bahwa doa yang dipanjatkan pada tengah malam dan setelah shalat-shalat wajib adalah doa yang paling mustajab. Para ulama juga menegaskan bahwa doa setelah shalat Tahajud memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan karena didahului oleh amalan saleh.

Fadhilah Doa Setelah Shalat Tahajud

Berikut adalah lima keutamaan (fadhilah) doa setelah shalat Tahajud:

1. Doa Setelah Tahajud Lebih Mustajab

Doa yang dipanjatkan setelah shalat Tahajud memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan karena didahului oleh amalan saleh. Para ulama menuliskan bahwa lebih utama bagi seseorang untuk melakukan amalan saleh sebelum berdoa, karena doa seperti itu lebih mungkin diterima. Inilah sebabnya doa setelah shalat Tahajud sangat dianjurkan.

2. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Doa setelah shalat Tahajud menjadi sarana seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuntunan Shalat Tahajud karya H. Sayuti, shalat malam adalah kebiasaan orang-orang saleh dan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Menghubungkan Hamba dengan Khaliq-Nya

Doa memiliki fungsi ganda, yaitu menghubungkan seorang hamba dengan khaliq-Nya, di mana Dia sebagai Maha Pencipta adalah sumber berbagai kekuatan dan kekuasaan di alam jagat raya. Melalui doa setelah Tahajud, seorang hamba menyadari ketergantungannya kepada Allah dan memperkuat hubungan spiritualnya.

4. Penghapus Dosa dan Pencegah Kejelekan

Rasulullah SAW bersabda bahwa shalat malam merupakan penebus kejelekan-kejelekan dan pencegah dosa. Doa setelah shalat Tahajud yang disertai dengan istighfar dan permohonan ampunan menjadi sarana penghapus dosa dan pencegah dari perbuatan keji.

5. Mendapatkan Ketenangan dan Kedamaian Hati

Waktu malam adalah waktu yang tenang dan sangat tepat bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan khusyuk. Doa setelah shalat Tahajud membawa ketenangan dan kedamaian hati, sebagaimana disebutkan dalam QS. Ar-Ra'd ayat 28: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

Pertanyaan Seputar Doa Setelah Tahajud

1. Apa doa yang paling mustajab setelah shalat Tahajud?

Doa yang paling mustajab setelah shalat Tahajud adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: "Allahumma rabbana lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fihinna..." (Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkaulah yang mengurus langit, bumi, dan segala makhluk di dalamnya). Selain itu, seorang Muslim dapat memanjatkan doa sesuai dengan hajatnya masing-masing.

2. Kapan waktu terbaik membaca doa setelah Tahajud?

Waktu terbaik membaca doa setelah Tahajud adalah pada sepertiga malam yang terakhir, yaitu kira-kira antara pukul 01.00 dini hari hingga menjelang masuknya waktu Subuh. Pada waktu ini Allah SWT turun ke langit dunia dan menyeru hamba-hamba-Nya, menjanjikan pengabulan bagi siapa yang berdoa.

3. Apakah harus membaca doa tertentu setelah shalat Tahajud?

Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca setelah shalat Tahajud. Seseorang dapat berdoa dengan kata-kata apa pun yang dihafalnya, dan lebih utama menggunakan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Yang terpenting adalah berdoa dengan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut.

4. Bagaimana cara agar doa setelah Tahajud cepat terkabul?

Agar doa setelah Tahajud cepat terkabul, seorang Muslim dianjurkan untuk: (1) melaksanakan shalat Tahajud dengan khusyuk, (2) memperbanyak istighfar dan taubat, (3) berdoa dengan penuh keyakinan dan tidak ragu-ragu, (4) memanjatkan doa dengan rendah hati dan menangis, serta (5) tidak berdoa untuk hal-hal yang berdosa atau memutuskan silaturahmi.

5. Bolehkah berdoa setelah Tahajud dengan bahasa Indonesia?

Doa sebaiknya dibaca dalam bahasa Arab sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW untuk menjaga keaslian dan keberkahan lafaznya. Namun, jika seseorang belum mampu membaca dalam bahasa Arab, ia diperbolehkan berdoa dengan bahasa yang dipahami, karena Allah Maha Mendengar segala doa hamba-Nya dalam bahasa apa pun.