Liputan6.com, Jakarta - Umat Muslim akan memiliki kesempatan menunaikan Puasa Ayyamul Bidh bulan September 2026. Ibadah sunah yang dikenal dengan pahala besar ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, menawarkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Puasa Ayyamul Bidh, yang secara harfiah berarti "hari-hari putih", adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Penamaan ini merujuk pada kondisi bulan purnama yang bersinar terang benderang pada malam-malam pelaksanaannya, menyerupai warna putih yang melambangkan penerangan hati dan jiwa.
Ibadah ini secara rutin dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Hijriah. Pelaksanaannya saat bulan sedang penuh dan bersinar terang menjadi ciri khas dari puasa sunah tersebut. Berikut ini ulasan tentang Puasa Ayyamul Bidh bulan September 2026, oleh Liputan6.com, Jumat (28/8/2026).
Advertisement
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4699265/original/081589400_1703666627-top-view-calendar-modern-concept.jpg)
Berdasarkan perhitungan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Puasa Ayyamul Bidh pada September 2026 bertepatan dengan tanggal 13, 14, dan 15 Rabiul Akhir 1448 Hijriah. Rangkaian ibadah tersebut berlangsung selama tiga hari, yaitu:
-
Kamis, 24 September 2026: 13 Rabiul Akhir 1448 H
-
Jumat, 25 September 2026: 14 Rabiul Akhir 1448 H
-
Sabtu, 26 September 2026: 15 Rabiul Akhir 1448 H
Dengan mengetahui jadwal tersebut, umat Muslim dapat mempersiapkan diri lebih awal untuk menjalankan puasa. Perlu diperhatikan bahwa penanggalan Hijriah dapat berbeda berdasarkan metode kalender atau ketetapan yang digunakan. Karena itu, sebaiknya tetap mengikuti kalender Hijriah dan rujukan keagamaan yang menjadi acuan masing-masing.
Advertisement
Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3144545/original/075172000_1591330736-muslim-woman-pray-hijab_73740-639.jpg)
Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunah yang dilakukan selama tiga hari pada setiap bulan Hijriah, tepatnya tanggal 13, 14, dan 15. Nama Ayyamul Bidh berasal dari bahasa Arab yang berarti “hari-hari putih”. Penyebutan tersebut berkaitan dengan kondisi malam ketika bulan tampak terang karena berada di sekitar waktu purnama.
Selain memiliki makna yang berkaitan dengan kondisi bulan, puasa tiga hari setiap bulan juga termasuk amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW. Puasa ini dapat dilakukan secara rutin sebagai bentuk ibadah sunah sekaligus latihan untuk mengendalikan diri.
Pelaksanaannya tidak hanya berkaitan dengan menahan lapar dan haus. Seperti puasa pada umumnya, umat Muslim juga dianjurkan menjaga ucapan, perilaku, serta menghindari berbagai hal yang dapat mengurangi nilai ibadah selama menjalankannya.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Sebelum menjalankan puasa, umat Muslim perlu memiliki niat untuk berpuasa karena Allah SWT. Salah satu lafal niat Puasa Ayyamul Bidh yang umum digunakan adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa."
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah) karena Allah Ta'ala."
Niat pada dasarnya merupakan kehendak hati untuk menjalankan ibadah puasa. Karena itu, yang terpenting adalah adanya niat untuk melaksanakan puasa sunah tersebut karena Allah SWT. Niat dapat dipersiapkan sebelum menjalankan puasa sesuai ketentuan yang berlaku untuk puasa sunah.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719471/original/043786900_1782813094-Nee6l6Vhvmr3FujVqMBCjz70AKyZHX7e5fZCLXcW.jpg)
Puasa Ayyamul Bidh memiliki sejumlah keutamaan yang membuatnya menjadi salah satu puasa sunah yang dianjurkan. Salah satu keutamaannya berkaitan dengan pahala yang diperoleh dari puasa tiga hari setiap bulan.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa tiga hari setiap bulan memiliki nilai seperti puasa sepanjang masa. Hal ini berkaitan dengan perhitungan bahwa satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat, sehingga tiga hari puasa dapat bernilai seperti 30 hari.
Jika amalan tersebut dilakukan secara rutin setiap bulan, umat Muslim memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pahala yang setara dengan puasa sepanjang tahun. Keutamaan ini menjadi salah satu alasan mengapa puasa tiga hari setiap bulan sangat dianjurkan.
Selain itu, Puasa Ayyamul Bidh dapat menjadi sarana untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri. Dengan menahan lapar, haus, serta hawa nafsu, seseorang dapat belajar membiasakan diri untuk lebih disiplin dalam menjalankan perintah agama.
Puasa sunah ini juga dapat menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah lainnya, seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, bersedekah, dan menjaga perilaku selama menjalankan puasa.
Advertisement
Dalil Anjuran Puasa Tiga Hari Setiap Bulan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489091/original/015887800_1769822758-Niat_Puasa_Nisfu_Syaban_dan_Ayyamul_Bidh.jpg)
Anjuran menjalankan puasa tiga hari setiap bulan memiliki dasar dari sejumlah hadis Rasulullah SAW. Salah satunya berasal dari Abu Hurairah RA. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW berpesan agar tidak meninggalkan tiga perkara, yaitu salat witir sebelum tidur, puasa tiga hari setiap bulan, dan salat duha.
Riwayat lainnya berasal dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash. Dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan memiliki nilai seperti puasa sepanjang masa.
Ada pula riwayat dari Ibnu Abbas RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sering berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, baik ketika berada di rumah maupun dalam perjalanan.
Hadis-hadis tersebut menjadi salah satu dasar anjuran bagi umat Muslim untuk membiasakan diri menjalankan puasa tiga hari setiap bulan. Meski demikian, terdapat penjelasan ulama bahwa puasa tiga hari dalam sebulan tidak harus selalu dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15. Tanggal tersebut secara khusus dikenal sebagai waktu Ayyamul Bidh.
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
Pada dasarnya, tata cara Puasa Ayyamul Bidh sama seperti puasa sunah lainnya. Umat Muslim dapat mempersiapkan diri dengan makan sahur sebelum waktu Subuh dan kemudian menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa hingga masuk waktu Magrib.
Selama berpuasa, penting untuk tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga perkataan dan perbuatan. Menghindari pertengkaran, perkataan buruk, serta perilaku yang tidak baik dapat membantu menjaga kualitas ibadah.
Ketika waktu Magrib tiba, puasa dapat diakhiri dengan berbuka. Setelah itu, umat Muslim dapat melanjutkan ibadah dengan salat Magrib, membaca Al-Qur'an, berzikir, atau melakukan amalan baik lainnya.
Apakah Puasa Ayyamul Bidh Wajib Dilakukan Tiga Hari?
Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunah sehingga tidak wajib dilakukan. Artinya, umat Muslim yang tidak melaksanakannya tidak menanggung dosa seperti ketika meninggalkan ibadah puasa wajib.
Meskipun begitu, menjalankannya secara rutin dapat menjadi kebiasaan baik untuk menambah amal ibadah. Jika seseorang memiliki kemampuan untuk berpuasa selama tiga hari, tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah dapat dimanfaatkan sebagai waktu pelaksanaannya.
Dalam kondisi tertentu, seseorang mungkin hanya mampu berpuasa pada sebagian hari. Puasa tiga hari setiap bulan sendiri memiliki anjuran yang luas, sehingga tidak perlu merasa terbebani ketika belum mampu melaksanakannya secara rutin.
Advertisement
Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah secara keseluruhan. Selain menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, umat Muslim dapat mengisinya dengan berbagai amalan positif.
Membaca Al-Qur'an, memperbanyak zikir dan doa, bersedekah, melaksanakan salat sunah, serta membantu orang lain merupakan beberapa kegiatan yang dapat dilakukan. Menjaga ucapan dan menghindari perbuatan buruk juga penting agar waktu berpuasa tidak hanya menjadi aktivitas menahan lapar dan haus.
Dengan demikian, Puasa Ayyamul Bidh tidak hanya menjadi rutinitas ibadah setiap bulan, tetapi juga kesempatan untuk membangun kebiasaan baik dan meningkatkan kedekatan spiritual kepada Allah SWT.
Pertanyaan Seputar Puasa Ayyamul Bidh
Kapan Puasa Ayyamul Bidh September 2026 dilaksanakan?
Puasa Ayyamul Bidh September 2026 dijadwalkan pada Kamis–Sabtu, 24–26 September 2026, bertepatan dengan 13–15 Rabiul Akhir 1448 H.
Apa niat Puasa Ayyamul Bidh?
Lafal niatnya adalah "Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa", yang berarti berniat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala.
Apa keutamaan Puasa Ayyamul Bidh?
Puasa tiga hari setiap bulan memiliki keutamaan yang disebut setara dengan puasa sepanjang masa berdasarkan hadis Rasulullah SAW.
Apakah Puasa Ayyamul Bidh wajib dilakukan selama tiga hari?
Tidak. Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunah. Tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah adalah waktu yang dianjurkan untuk melaksanakannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334197/original/046223400_1787824544-HOAX__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3144547/original/016421200_1591330738-muslim-woman-pray-with-beads-read-quran_73740-667__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719471/original/043786900_1782813094-Nee6l6Vhvmr3FujVqMBCjz70AKyZHX7e5fZCLXcW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489091/original/015887800_1769822758-Niat_Puasa_Nisfu_Syaban_dan_Ayyamul_Bidh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528302/original/061463600_1773276398-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)