Puasa Ayyamul Bidh Bulan Juli 2026: Jadwal Safar 1448 H, Niat, Keutamaan, dan Panduan Lengkapnya

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh bulan Juli 2026 bertepatan Safar 1448 H. Simak niat puasa, keutamaan, dalil, dan tata cara lengkapnya di sini.

Diterbitkan 03 Juli 2026, 16:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Memasuki bulan Juli 2026, umat Islam masih memiliki kesempatan memperbanyak ibadah sunnah melalui Puasa Ayyamul Bidh, yang pada akhir Juli 2026 bertepatan dengan pertengahan bulan Safar 1448 Hijriah. Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah, sehingga jadwalnya bergeser setiap bulan jika dikonversi ke penanggalan Masehi.

Puasa ini merupakan sunnah yang dikonfirmasi langsung oleh Nabi Muhammad SAW dan memiliki pahala yang sangat besar. Bagi umat Muslim yang ingin meraih pahala berlipat, Puasa Ayyamul Bidh bulan Juli menjadi kesempatan emas untuk menjaga konsistensi ibadah di luar bulan Ramadan.

Pengertian Puasa Ayyamul Bidh dan Makna di Balik Hari-Hari Putih

Istilah Ayyamul Bidh secara harfiah berarti "hari-hari putih," yang merujuk pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, ketika bulan purnama bersinar terang dan menerangi langit malam dengan cahaya putihnya. Penamaan ini bukan tanpa makna - Ayyam al-Beedh menggambarkan cahaya bulan yang sedang berada pada fase terpenuh dan paling terang, melambangkan petunjuk dan pencerahan hati melalui ibadah puasa.

Secara ilmiah, bulan dalam kalender Hijriah dimulai dari fase bulan baru (new moon), kemudian secara bertahap membesar dari sabit selama 12 malam hingga menjadi purnama penuh yang memancarkan cahaya paling terang selama tiga malam berturut-turut. Setelah itu, bulan perlahan memudar hingga kembali menjadi sabit dan siklus ini terus berulang setiap bulan.

Menurut Imam al-Nawawi, tidak ada persyaratan ketat untuk hanya berpuasa pada hari-hari ini demi memenuhi anjuran puasa tiga hari setiap bulan. Namun, beliau menyepakati bahwa waktu terbaik tetaplah tanggal 13, 14, dan 15 berdasarkan beberapa hadis sahih. 

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi dan An Nasai. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Baca juga: Asal-Usul Puasa Ayyamul Bidh dan Cahaya Bulan Purnama

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Juli 2026 (Safar 1448 H)

Penetapan jadwal Puasa Ayyamul Bidh bulan Juli 2026 perlu diperhatikan karena terdapat perbedaan antara lembaga keagamaan di Indonesia. Bulan Safar 1448 H diperkirakan jatuh pada tanggal 16 Juli 2026 hingga 14 Agustus 2026, sehingga pertengahan bulan Safar bertepatan dengan akhir Juli 2026.

Berdasarkan kalender Hijriah 1448 H dari Kementerian Agama RI, jadwal Puasa Ayyamul Bidh bulan Juli 2026 adalah sebagai berikut:

Versi Kemenag RI:

  • Selasa, 28 Juli 2026 - 13 Safar 1448 H (Hari Ke-1)
  • Rabu, 29 Juli 2026 - 14 Safar 1448 H (Hari Ke-2)
  • Kamis, 30 Juli 2026 - 15 Safar 1448 H (Hari Ke-3)

Versi KHGT Muhammadiyah:

  • Senin, 27 Juli 2026 - 13 Safar 1448 H
  • Selasa, 28 Juli 2026 - 14 Safar 1448 H
  • Rabu, 29 Juli 2026 - 15 Safar 1448 H

Perbedaan jadwal ini terjadi karena Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) versi Muhammadiyah menetapkan Puasa Ayyamul Bidh pada 27, 28, dan 29 Juli 2026, sementara Lembaga Falakiyah PBNU menetapkannya pada 28, 29, dan 30 Juli 2026. Perlu diketahui bahwa terdapat kemungkinan perbedaan satu hari sesuai hasil rukyatul hilal dan penetapan masing-masing otoritas keagamaan. Umat Islam dapat mengikuti ketetapan lembaga yang menjadi rujukan di daerah masing-masing.

Baca juga: 10 Macam-Macam Puasa Sunnah Lengkap dengan Niat

Dalil dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Anjuran melaksanakan puasa Ayyamul Bidh memiliki landasan kuat dalam hadis-hadis sahih. Qatadah ibn Malhan al-Qaysi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk berpuasa pada hari-hari putih, yakni tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Berikut sejumlah keutamaan yang menyertainya:

  1. Pahala Setara Puasa Sepanjang Tahun

    Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berpuasa tiga hari setiap bulan, maka ia seperti berpuasa sepanjang hidupnya" (Sahih Muslim, 1159). Logika "puasa seumur hidup" ini berasal dari prinsip Allah bahwa setiap kebaikan dibalas sepuluh kali lipat - tiga hari dikalikan sepuluh sama dengan tiga puluh hari, yang secara efektif mencakup seluruh hari dalam satu bulan.

  2. Termasuk Wasiat Utama Rasulullah SAW

    Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi SAW menasihatinya melakukan tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, menunaikan salat Dhuha dua rakaat, dan salat Witir sebelum tidur.

  3. Diperbolehkan Masuk Surga Melalui Pintu Ar-Rayyan

    Allah mencintai hamba-Nya yang berpuasa karena-Nya dan telah menjanjikan pintu khusus di surga bernama Ar-Rayyan bagi orang-orang yang tekun berpuasa.

  4. Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah

    Sebagaimana disampaikan About Islam, puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah nafilah (sukarela) yang dilakukan untuk meraih kecintaan Allah, dan setiap amal nafilah menjadi sarana langsung memperoleh cinta-Nya.

  5. Melatih Pengendalian Diri dan Empati

    Puasa membantu seseorang merasakan kesulitan kaum yang membutuhkan sehingga meningkatkan rasa syukur, sekaligus melatih kontrol diri, membangun akhlak mulia, dan menghilangkan kebiasaan buruk yang bermanfaat bagi jiwa maupun raga.

  6. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Puasa terbukti meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit, dan berbagai studi dari kalangan Islam maupun non-Islam menunjukkan bahwa mereka yang rutin berpuasa cenderung memiliki sistem imun yang lebih kuat.

Baca juga: Doa Puasa Sunnah Senin dan Kamis beserta Keutamaannya

Bacaan Niat dan Doa Berbuka Puasa Ayyamul Bidh

Niat merupakan rukun penting yang menentukan keabsahan ibadah puasa. Berbeda dengan puasa wajib Ramadan yang harus berniat sejak malam hari, puasa sunnah memberikan kelonggaran - niat puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan sejak malam hari maupun pada pagi hari selama seseorang belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Berikut bacaan niat Puasa Ayyamul Bidh yang dapat dilafalkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyamil bidhi lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari putih) karena Allah Ta'ala."

Kemudian saat waktu Maghrib tiba, umat Islam dapat membaca doa berbuka puasa berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu.

Artinya: "Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Atau bisa membaca doa berbuka yang berasal dari hadist riwayat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, yang mengatakan ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka beliau membaca doa berikut ini,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Penting untuk dicatat bahwa niat puasa sunnah Ayyamul Bidh boleh diucapkan secara lisan maupun cukup di dalam hati saja. Hukum puasa tiga hari setiap bulan ini adalah Sunnah Muakkadah (sunnah yang dikuatkan) - artinya Nabi SAW secara rutin menjalankannya dan sangat menganjurkan orang lain melakukannya pula. Meskipun meninggalkannya tidak menimbulkan dosa, seseorang akan kehilangan pahala spiritual yang sangat besar.

Tata Cara dan Amalan Selama Puasa Ayyamul Bidh

Pada dasarnya, tata cara puasa Ayyamul Bidh sama seperti puasa sunnah lainnya. Pelaksanaannya tidak rumit dan dapat diikuti oleh siapa saja yang mampu. Puasa pada hari-hari putih bukan sekadar menahan diri dari makanan dan minuman, melainkan juga membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah, melatih disiplin diri, menumbuhkan rasa syukur, dan merenungkan perjalanan spiritual.

Berikut langkah-langkah pelaksanaannya:

  1. Membaca Niat Puasa - Niat diucapkan pada malam hari sebelum fajar, atau jika lupa, dapat dilakukan pada pagi hari sebelum waktu zawal (tengah hari) dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.
  2. Makan Sahur - Dianjurkan menyantap sahur mendekati waktu Subuh karena di dalamnya terdapat keberkahan.
  3. Menahan Diri dari Pembatal Puasa - Menahan makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
  4. Menjaga Kualitas Puasa - Tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dari perkataan buruk, menghindari pertengkaran, dan memperbanyak amalan saleh.
  5. Menyegerakan Berbuka - Segera berbuka saat waktu Maghrib tiba, dianjurkan dengan kurma atau air putih, lalu membaca doa berbuka puasa.

Selain menahan lapar dan dahaga, Puasa Ayyamul Bidh menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, di antaranya: memperbanyak membaca Al-Qur'an, memperbanyak istighfar dan zikir, bersedekah kepada sesama, menjaga lisan dan akhlak, serta memperbanyak doa menjelang waktu berbuka.

Baca juga: Jadwal Puasa Lengkap dengan Niat dan Doa Berbuka

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Puasa Ayyamul Bidh

Apakah Puasa Ayyamul Bidh harus dilakukan tiga hari berturut-turut?

Seseorang memiliki pilihan untuk berpuasa secara berturut-turut maupun terpisah, karena hadis-hadis yang ada tidak membatasi pelaksanaannya harus secara berurutan. Meskipun idealnya dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15, jika berhalangan di salah satu hari, umat Muslim tetap dapat melanjutkan di hari berikutnya tanpa mengurangi nilai pahala.

Bolehkah berniat Puasa Ayyamul Bidh di pagi hari jika lupa niat malam?

Jika seseorang lupa berniat pada malam hari atau sebelum fajar, niatnya tetap sah selama dilakukan sebelum tengah hari, asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Kelonggaran ini merupakan kemudahan yang diberikan syariat Islam khusus untuk puasa sunnah, berbeda dengan puasa wajib Ramadan yang niatnya wajib dilakukan pada malam hari.

Apakah puasa Ayyamul Bidh bisa digabung dengan puasa sunnah lainnya?

Umat Muslim dapat berpuasa di tiga hari mana pun dalam sebulan Hijriah, namun berpuasa pada hari-hari putih (tanggal 13, 14, 15) lebih utama karena Nabi SAW secara khusus merekomendasikannya. Jika tanggal tersebut bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, seseorang dapat menggabungkan dua niat puasa sunnah sekaligus untuk memperoleh pahala berlipat.