Deretan Hoaks Terkait Jepang, Simak Faktanya

Banyak hoaks beredar seputar Jepang, simak beberapa di antaranya dalam artikel ini!

Diterbitkan 17 Agustus 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa dikaitkan dengan negara mana saja tak terkecuali Jepang. Hoaks ini muncul dalam beragam tema dan tersebar di media sosial.

Lalu apa saja hoaks terkait Jepang? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Foto Presiden Prabowo Pinjam Dana dari Korsel dan Jepang 500,5 Triliun untuk MBG dan Kopdes

Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim foto Presiden Prabowo Subianto pinjam dana 500,5 T ke Korea Selatan (Korsel) dan Jepang untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes). Foto itu beredar di media sosial Facebook pada 7 Agustus 2026.

Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar foto artikel berlogo Kompas.com bernarasi sebagai berikut:

"PRESIDEN PRABOWO RESMI MENERIMA PINJAMAN DANA DARI KOREA DAN JEPANG SENILAI 500,5 TRILIYUN UNTUK MELANJUTKAN PROGRAM MBG DAN KOPDES. TOTAL HUTANG NEGARA MENCAPAI 15000 TRILIYUN,"

Selain itu dalam foto tersebut juga terdapat narasi:

"Uang riba emang manis tapi bayar nya akan sulit/udah di pastikan Indonesia akan bangkrut".

Akun itu menambahkan narasi, "Parah ini".

Lalu benarkah klaim foto Presiden Prabowo Subianto pinjam dana 500,5 T ke Korsel dan Jepang untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes)? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Dubes Jepang untuk Indonesia akan Laporkan Rismon Sianipar karena Ijazah Palsu

Beredar di media sosial postingan video Duta Besar Jepang di Indonesia, Masaki Yasushi akan melaporkan Rismon Sianipar karena ijazah palsu ke Mabes Polri. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 11 Juni 2025.

Dalam postingannya terdapat video dengan narasi sebagai berikut:

"Duta Besar Jepang resmi menyampaikan bahwa ijazah resmon Sianipar palsu dan bukan lulusan Yamaguchi jepang. Kedutaan besar jepang di Jakarta akan melaporkan pemalsuan ijazah resmon Sianipar ke mabes polri."

Akun itu menambahkan narasi:

"Dubes Jepang Melaporkan balik ke Mabes Polri utk Barisan Sakit Hati..."

Lalu benarkah postingan video Duta Besar Jepang di Indonesia, Masaki Yasushi akan melaporkan Rismon Sianipar karena ijazah palsu ke Mabes Polri? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Peristiwa Gempa dan Tsunami Jepang 1 Januari 2024

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video peristiwa gempa bumi dan tsunami di Jepang 1 Januari 2024, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 3 Januari 2024.

Klaim video peristiwa gempa bumi dan tsunami di Jepang 1 Januari 2024 menampilkan arus air yang menerjang sejumlah bangunan dan kendaraan, terlihat aliran tersebut membawa puing-puing bangunan.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"1 Januari 2024. Gempa yg di susul Tsunami di Jepang."

Benarkah klaim video peristiwa gempa bumi dan tsunami di Jepang 1 Januari 2024? Simak dalam artikel berikut ini...

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.