Liputan6.com, Tokyo - Hampir 15.000 orang menghadiri Festival Indonesia di Chiba City Chuo Park, Chiba, Jepang, yang digelar selama dua hari, 8-9 Agustus 2026. Jumlah itu jauh melampaui proyeksi awal penyelenggara yang memperkirakan sekitar 5.000 pengunjung.
Dalam sambutannya, Counsellor Pensosbud KBRI Tokyo Iqbal Mohammad Amrullah mengingatkan masyarakat Indonesia di Jepang untuk menjaga persatuan, kekompakan, dan harmoni, serta menaati peraturan yang berlaku. Ia juga mengajak masyarakat memandang berbagai perbedaan sebagai kekayaan bersama.
Menurut Iqbal, persahabatan Indonesia dan Jepang tidak hanya dibangun melalui hubungan antarpemerintah, tetapi juga hubungan antarmasyarakat.
Advertisement
Ia meminta masyarakat Indonesia menghormati peraturan dan tata tertib yang berlaku di Jepang. Jumlah WNI di Jepang tercatat mencapai 266.069 orang per Desember.
Dengan jumlah tersebut, setiap individu turut membawa nama Indonesia dalam kehidupan sehari-hari di Jepang. Karena itu, masyarakat Indonesia diharapkan menunjukkan sikap tertib, saling menghargai, serta menghormati lingkungan dan aturan yang berlaku. Iqbal mengajak masyarakat saling mengingatkan apabila ada pihak yang tidak menaati aturan.
KBRI Tokyo turut mengapresiasi CEO MFI Association Mahmudi Fukumoto dan Maha-Job, platform informasi lowongan kerja di Jepang, atas penyelenggaraan festival yang dinilai memberikan ruang interaksi dan silaturahmi bagi masyarakat Indonesia dan Jepang.
MFI Association sebuah asosiasi berbasis di Jepang yang bertujuan memperkuat hubungan Indonesia–Jepang, termasuk melalui kegiatan budaya dan komunitas.
Pesan mengenai ketertiban turut disampaikan Tokyo Metropolitan Police. Pihak kepolisian berharap para tenaga kerja migran Indonesia di Jepang terus menaati peraturan serta menjaga ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat.
Festival Indonesia pertama yang digelar di Chiba ini menghadirkan seni, budaya, musik, kuliner, serta berbagai aktivitas interaktif dari kedua negara.
Â
Budaya Indonesia dan Jepang dalam Satu Panggung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325659/original/097992000_1786892627-WhatsApp_Image_2026-08-16_at_20.44.49.jpeg)
Dari Indonesia, pengunjung dapat menyaksikan Reog Ponorogo, tari tradisional, serta berbagai pertunjukan budaya lainnya. Sementara itu, budaya Jepang hadir melalui Taiko, Yosakoi, serta alat musik tradisional Jepang.
Pengunjung tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga diberi kesempatan untuk terlibat langsung. Dalam sesi Taiko, masyarakat Indonesia dipersilakan mencoba menabuh alat musik tradisional Jepang tersebut. Penonton diajak ikut menari dalam pertunjukan Yosakoi.
Dalam pertunjukan Reog, pengunjung yang tertarik diberi kesempatan mencoba menaiki Reog dengan pengawasan panitia yang memperhatikan keamanan dan ketertiban.
Mahmudi mengatakan festival ini diharapkan dapat mempererat persahabatan Indonesia dan Jepang melalui pertukaran seni dan budaya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat Indonesia, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan diaspora Indonesia di Jepang, untuk berkumpul, bersilaturahmi, serta menikmati kegiatan bersama.
Menurut Mahmudi, keberadaan masyarakat Indonesia di Jepang merupakan bagian penting dari hubungan kedua negara. Festival budaya, menurut dia, dapat menjadi ruang pertemuan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Indonesia di perantauan.
Secretary-General Asian Productivity Organization Indra Pradana Singawinata mengatakan inti kegiatan seperti Festival Indonesia di Chiba adalah silaturahmi, memperkenalkan budaya, dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk saling mengenal.
Ia menekankan pentingnya menampilkan budaya yang baik, termasuk ketertiban dan keramahan. Menurut Indra, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk saling menjaga agar kegiatan berjalan lancar dan sukses.
Advertisement
Stok Makanan Dua Hari Habis pada Hari Pertama
Besarnya jumlah pengunjung turut dirasakan para pelaku usaha dan tenant kuliner yang berpartisipasi.
Sejumlah tenant menerima permintaan yang jauh lebih tinggi dari perkiraan. Salah satu tenant bahkan menyampaikan bahwa stok makanan yang disiapkan untuk kebutuhan dua hari telah habis pada hari pertama.
Untuk memenuhi permintaan pada hari kedua, mereka harus kembali memproduksi dan menyiapkan stok makanan hingga malam hari.
Tingginya kunjungan tersebut memberi kesempatan kepada para pelaku usaha Indonesia untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas di Jepang.
Pengamanan dan Pengelolaan Sampah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325660/original/041908400_1786892688-WhatsApp_Image_2026-08-16_at_20.44.51__1_.jpeg)
Sejak sebelum acara, panitia telah menetapkan sejumlah aturan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di area festival. Penjualan minuman beralkohol tidak diperbolehkan di dalam area acara sebagai salah satu langkah pencegahan.
Panitia berkoordinasi dengan kepolisian setempat dalam pengamanan festival. Selama kegiatan berlangsung, panitia bersama polisi secara rutin melakukan patroli dan berkeliling di area acara untuk memantau kondisi secara langsung.
Pengawasan dilakukan selama festival agar situasi yang muncul di lapangan dapat segera ditangani dan kegiatan tetap berjalan tertib.
Jumlah pengunjung yang jauh melampaui perkiraan menjadi tantangan dalam pengelolaan fasilitas, termasuk sampah. Penyelenggara menyediakan tempat sampah dan area pemilahan di berbagai titik.
Menurut panitia, meski volume sampah meningkat karena banyaknya pengunjung, sebagian besar pengunjung tetap mengikuti aturan dan membuang sampah di tempat yang telah disediakan.
Panitia secara berkala mengosongkan tempat sampah dan mengangkut sampah selama festival berlangsung. Namun, tingginya jumlah pengunjung membuat tempat sampah yang baru dikosongkan dapat kembali penuh dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah pada kegiatan berikutnya.
Tanggung jawab panitia berlanjut setelah festival selesai. Pada Senin (10/8) pagi, sejumlah panitia kembali mendatangi Chiba City Chuo Park untuk menyisir dan membersihkan sisa-sisa kegiatan di area taman.
Menurut panitia, kehadiran mereka sempat membuat petugas kebersihan taman setempat heran karena pembersihan masih dilakukan meskipun pada hari tersebut terdapat petugas yang secara rutin bertugas di kawasan itu.
Bagi panitia, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lokasi yang telah digunakan sekaligus penghormatan terhadap lingkungan sekitar.
Pengalaman selama festival pun dipastikan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya, termasuk kapasitas lokasi, pengaturan arus pengunjung, fasilitas, keamanan, pengelolaan sampah, serta koordinasi dengan berbagai pihak.
Penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang di Chiba dan menjadi ruang bagi masyarakat Indonesia dan Jepang untuk bertemu, berinteraksi, saling mengenal, serta merayakan keberagaman budaya kedua negara.
Salah satu panitia mengatakan festival ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan budaya Indonesia, tetapi juga memberi kesempatan kepada masyarakat Indonesia dan Jepang untuk saling mengenal. Menurutnya, keterlibatan pengunjung dalam Taiko dan Yosakoi, serta kesempatan menikmati Reog dan tari tradisional Indonesia, menjadi salah satu nilai utama festival.
Panitia menyebut tingginya antusiasme pengunjung sebagai tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan berikutnya agar semakin baik, aman, nyaman, dan memberikan pengalaman positif bagi masyarakat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325658/original/028010100_1786892177-WhatsApp_Image_2026-08-16_at_20.44.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411723/original/069752100_1479709693-Jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3650271/original/092134200_1638413262-AP21336071050184.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365459/original/093580700_1541506163-040291100_1537702786-download_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323869/original/067593800_1786678163-download.jpg)