Musim Panas Terpanas Ungkap Jejak Kota Romawi Kuno di Swiss

Apa saja benda yang yang terlihat dan ditemukan oleh arkeolog di Swiss.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bern - Para arkeolog menggambar ulang peta Romawi di Swiss setelah jejak-jejak reruntuhan yang sudah lama terkubur muncul lantaran negara tersebut mengalami musim panas terpanas dalam sejarah.

Dikutip dari Channel News Asia, Kamis (1/10/2026), kekeringan bisa memunculkan situs-situs arkeologi yang tersembunyi lewat "bekas kekeringan" yang terbentuk saat vegetasi di atasnya layu, salah satu dari beberapa dampak gelombang panas tahun ini, yang juga mengungkap bangkai-bangkai kapal Perang Dunia II di dasar sungai.

Dari informasi seorang penggemar sejarah, para arkeolog di Kanton Vaud, Swiss, menggunakan drone untuk mengambil foto harian ladang-ladang di sekitar Aventicum, bekas ibu kota Helvetia Romawi, yang berdiri 2.000 tahun lalu setelah Julius Caesar mengalahkan suku-suku setempat. Sekarang, lokasi tersebut menjadi kota kecil Avenches.

"Ini adalah penemuan paling berharga yang ditemukan di sana dalam 50 tahun terakhir, setidaknya selama dua generasi arkeolog terakhir," tutur arkeolog dari Vaud, Jordan Anastassov.

Foto-foto tersebut menunjukkan jejak-jejak pemandian air panas, rumah-rumah, jalan-jalan, dan kemungkinan sebuah kuil yang sebelumnya tidak diketahui atau hanya dipahami secara samar. Banyak di antaranya berada di kawasan kota yang belum pernah digali sebelumnya, yang pernah berjaya di bawah kekuasaan Romawi sebelum pelan-pelan redup bersamaan meningkatnya serangan suku-suku Jermanik mulai abad ketiga dan seterusnya.

Tim yang terdiri dari lima arkeolog menandai temuan-temuan tersebut pada peta warna ungu, mengisi ruang-ruang kosong, dan memperbaiki penandaan yang salah.

"Kami sekarang mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat menarik, yang tidak akan kami lakukan jika bukan dalam situasi ini," ujar arkeolog Hugo Amoroso.

Beberapa jejak yang tertangkap mulai bulan Juni sampai Agustus hilang setelah pemotongan rumput dan seiring suhu turun. Namun, batas-batas kolam baru di pemandian tersebut masih terlihat di ladang alfalfa yang sebagian layu karena cuaca hangat yang tidak biasa untuk musim ini terus berlanjut hingga bulan September.

Sisa-sisa sejarah yang terkubur lainnya sudah ditemukan di berbagai tempat lain di Swiss dan Eropa, tapi banyak di antaranya lebih sulit untuk melakukan penafsiran lantaran lokasinya yang terpencil dan kurangnya peneliti yang khusus meneliti hal tersebut.

Para arkeolog Swiss akan memaparkan penemuan mereka kepada rekan-rekannya dan mungkin akan melakukan penggalian terarah nanti.

"Kami tidak akan berharap terjadi kekeringan," ujar direktur penggalian di situs tersebut, Pierre Blanc. "Namun, kami akan memanfaatkan situasi ini sebaik-baiknya dan terus melakukan pencarian."

Â