Liputan6.com, Jakarta - Sholat dan peribadatan Islam lainnya menuntut hafalan Al-Qur’an, utamanya surat-surat di Juz Amma. Bagi mukalaf, kewajiban tersebut melekat. Namun, banyak yang ragu untuk mulai menghafal karena khawatir sulit. Oleh sebab itu, awam perlu mengetahui metode menghafal Juz Amma untuk pemula dewasa agar lebih mudah dan cepat hafal.
Tidak ada kata terlambat untuk mendekatkan diri kepada kalamullah. Pada awal Islam, banyak sahabat dari kalangan Muhajirin dan Anshar yang masuk Islam di usia dewasa, 30-an, 40-an, dan bahkan 60-an tahun. Namun mereka mampu menjadi penghafal Al-Qur'an.
Allah SAWT juga telah menjanjikan kemudahan dalam firman-Nya: "Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (QS. Al-Qamar: 17). Ayat ini menjadi keyakinan bahwa siapa pun, tanpa memandang usia, dapat menghafal Al-Qur'an dengan metode yang tepat.
Advertisement
Syaikh Abdul Muhsin bin Muhammad Al-Qasim, Imam dan Khatib Masjid Nabawi, dalam buku Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an menjelaskan metode menghafal yang efektif, cepat sekaligus meletat di ingatan.
Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I dalam Panduan Menghafal Al-Qur'an bagi Anak-Anak mengutip perkataan ulama bahwa menghafal di waktu kecil laksana mengukir di atas batu, sedangkan menghafal di usia dewasa laksana mengukir di atas air. Namun beliau juga menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk menghafal.
Metode Menghafal Juz Amma untuk Pemula Dewasa
1. Metode Al-Qasimi (40 Kali Pengulangan)
Metode Al-Qasimi merupakan metode menghafal Al-Qur'an yang diciptakan oleh Ustadz Abu Hurri Al-Qasimi. Metode ini memiliki ciri khusus: membaca 40 kali sebelum menghafal untuk orang dewasa, sedangkan untuk anak-anak dan remaja cukup 20 kali.
Membaca 40 kali sebelum menghafal memberikan waktu yang cukup bagi otak untuk memantapkan bacaan, sehingga terhindar dari kesalahan ketika menghafal. Tanpa disadari, ketika tahapan 40 kali telah dilalui dengan baik, surah yang dibaca akan lebih mudah dihafal dan diingat. Bagi usia dewasa, pengulangan 40 kali memiliki manfaat besar karena ingatan semakin kuat.
Jika proses membaca 40 kali tidak dilalui dengan baik, hafalan akan mudah hilang. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengulang-ulang kata sebanyak tiga kali agar dapat dipahami. Para ulama juga menerapkan pola membaca berulang kali dalam menghafal—Imam Ahmad bin al-Farrat mengulang setiap hadis sampai 500 kali.
Langkah-langkah Metode Al-Qasimi:
• Langkah 1: Bacalah ayat pertama sebanyak 40 kali.
• Langkah 2: Bacalah ayat kedua sebanyak 40 kali.
• Langkah 3: Bacalah ayat ketiga sebanyak 40 kali.
• Langkah 4: Bacalah ayat keempat sebanyak 40 kali.
• Langkah 5: Gabungkan keempat ayat tersebut dan bacalah bersama-sama sebanyak 40 kali.
• Langkah 6: Lanjutkan ke ayat berikutnya dengan pola yang sama.
Jika membaca 40 kali tidak bisa dilakukan sekali duduk, bisa dilakukan dengan cara "setengah dosis"—dibagi selama 2 hari.
2. Metode Pengulangan 20 Kali (Metode Al-Qasim)
Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim dalam Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an memaparkan metode yang lebih sederhana:
• Langkah 1-4: Bacalah ayat pertama hingga keempat masing-masing sebanyak 20 kali.
• Langkah 5: Setelah keempat ayat dihafal secara terpisah, bacalah keempat ayat tersebut secara bersamaan dari awal hingga akhir sebanyak 20 kali.
• Langkah 6-9: Ulangi proses yang sama untuk ayat kelima hingga kedelapan, masing-masing dibaca 20 kali.
• Langkah 10: Gabungkan ayat kelima hingga kedelapan dan bacalah bersama-sama sebanyak 20 kali.
• Langkah 11: Bacalah seluruh ayat dari pertama hingga kedelapan sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalan.
3. Metode Tikrar (Pengulangan Berkelanjutan)
Metode tikrar adalah bentuk sistematis dari cara menghafal Al-Qur'an paling tua dan paling banyak diamalkan oleh para penghafal dari dulu hingga sekarang. Metode ini menekankan proses pengulangan sebanyak 40 kali.
Dengan metode ini, penghafal bisa lebih mudah menghafal Al-Qur'an tanpa terbebani untuk berpikir keras, cukup dengan terus mengulang hingga mendapatkan hafalan yang lancar.
4. Metode Muraja'ah (Penguatan Hafalan)
Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim menekankan bahwa jangan sekali-kali menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumnya. Cara terbaik adalah menggabungkan antara muraja'ah (mengulang) dan menambah hafalan baru.
Sistem Muraja'ah yang Direkomendasikan:
• Jika menghafal satu halaman per hari, ulangilah empat halaman sebelumnya
• Setelah menyelesaikan 10 juz, berhentilah selama satu bulan untuk muraja'ah dengan mengulang 8 halaman setiap hari
• Setelah menyelesaikan 20 juz, berhentilah selama dua bulan untuk muraja'ah
• Setelah menyelesaikan 30 juz, ulangi dengan pola yang terstruktur
5. Metode Hafis (Hafal dan Tulis)
Metode ini menggabungkan aktivitas menulis dan menghafal secara bersamaan. Pembaca mengikuti contoh tulisan dan mengisi ruang kosong dalam huruf. Saat menulis, usahakan ayat yang sedang ditulis sudah dihafal.
Metode ini sangat efektif karena tulisan akan membekas pada ingatan sehingga memudahkan untuk menghafal. Biasakan dalam satu hari memiliki tambahan kegiatan menulis huruf Arab Al-Qur'an (One Day, One Page).
Kaidah-Kaidah Penting untuk Pemula Dewasa
Berdasarkan panduan para ulama, terdapat beberapa kaidah fundamental yang perlu diperhatikan:
• Berguru kepada ustadz atau syekh yang bisa membenarkan bacaan jika terdapat kekeliruan.
• Memuraja'ah hafalan setiap hari, dan yang paling afdhal adalah mencari waktu yang dapat digunakan untuk konsentrasi penuh pada hafalan. Dianjurkan pula untuk memuraja'ah hafalan di dalam salat-salat sunnah.
• Menjauhi kemaksiatan kepada Allah, karena ilmu adalah cahaya dari Allah dan cahaya tersebut tidak akan diberikan kepada seorang pelaku maksiat.
• Menghafal dengan menggunakan mushaf yang sama, agar lebih mudah mengingat posisi ayat dan awal serta akhir setiap halaman.
• Jangan menghafal lebih dari seperdelapan juz dalam sehari agar tidak berat untuk mengulang dan menjaganya.
• Mulai dari surat terpendek, menengah, kemudian panjang, karena lebih mudah bagi pemula
Rekomendasi Surat-Surat yang Bisa Dihafalkan untuk Mengawali Hafalan
Urutan Menghafal dari yang Terpendek Para ulama dan pengajar tahfidz menyarankan untuk memulai dari surat-surat terpendek di akhir Juz 30, kemudian bergerak maju ke depan. Strategi ini bertujuan membangun kepercayaan diri (Small Wins)——keberhasilan menghafal surat-surat pendek akan memotivasi untuk melanjutkan ke surat berikutnya.
Tahap 1: Fondasi Awal (Surat 3-5 Ayat)
• Surat Al-Kausar (QS. 108) – 3 ayat: surah yang sangat ringkas dan menjadi favorit untuk rakaat shalat, berpusat pada rasa syukur atas nikmat Allah serta perintah mendirikan shalat dan berkurban.
• Surat Al-'Asr (QS. 103) – 3 ayat: terdiri dari tiga ayat pendek yang mengingatkan manusia akan pentingnya memanfaatkan waktu untuk beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
• Surat An-Nashr (QS. 110) – 3 ayat: menyimpan makna historis tentang kemenangan umat Islam dan pentingnya bertasbih serta memohon ampunan kepada Allah.
• Surat Al-Ikhlas (QS. 112) – 4 ayat: menjadi fondasi tauhid dalam Islam yang sangat diutamakan untuk dihafal karena nilainya disetarakan dengan sepertiga Al-Qur'an.
• Surat Quraisy (QS. 106) – 4 ayat: surah yang ritmis dan mudah dihafal, menceritakan tentang kebiasaan suku Quraisy serta perintah untuk menyembah Tuhan pemilik Ka'bah.
• Surat Al-Falaq (QS. 113) – 5 ayat: termasuk bagian dari Al-Mu'awwizatain (dua surat pelindung) yang sangat penting dihafal untuk rutinitas shalat dan dzikir perlindungan sehari-hari.
• Surat Al-Lahab (QS. 111) – 5 ayat: menceritakan balasan bagi Abu Lahab dengan susunan akhir ayat khas yang membuatnya mudah direkam dalam memori orang dewasa.
Tahap 2: Penguatan Hafalan (Surat 6-11 Ayat)
• Surat An-Nas (QS. 114) – 6 ayat: surat penutup dalam Al-Qur'an yang memuat doa permohonan perlindungan dari godaan setan dengan kalimat berulang sehingga sangat mudah dilantunkan.
• Surat Al-Kafirun (QS. 109) – 6 ayat: menegaskan batasan toleransi beragama dan sangat dianjurkan dibaca pada rakaat pertama shalat sunnah, seperti Qabliyah Subuh atau Ba'diyah.
• Surat Al-Ma'un (QS. 107) – 7 ayat: menyoroti karakter pendusta agama yang menghardik anak yatim dan enggan berbagi sebagai pengingat moral yang kuat.
• Tahap 3: Meningkatkan Kapasitas (Surat 11-20 Ayat) • Surat Ad-Duha (QS. 93) – 11 ayat: penghiburan bagi Nabi Muhammad dan pengingat akan kasih sayang Allah
• Surat Al-Insyirah (QS. 94) – 8 ayat: tentang kelapangan setelah kesulitan
• Surat At-Tin (QS. 95) – 8 ayat: sumpah Allah atas ciptaan manusia
• Surat Al-Qadr (QS. 97) – 5 ayat: keutamaan Lailatulqadar
• Surat Az-Zalzalah (QS. 99) – 8 ayat: dahsyatnya hari Kiamat
Juz 'Amma Isyarat Metode Kitabah yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama RI dilengkapi dengan tajwid warna dan transliterasi Latin yang memudahkan pemula dalam mempelajari makhraj dan hukum bacaan.
Hikmah Menghafal Juz Amma Saat Sudah Dewasa
1. Menyempurnakan Kekhusyukan Shalat
Setiap rakaat shalat mengharuskan membaca surat setelah Al-Fatihah. Dengan menghafal surat-surat di Juz Amma, variasi bacaan shalat menjadi lebih kaya dan kekhusyukan lebih terjaga. Shalat tidak lagi terasa monoton dengan pengulangan surat yang sama. Banyak dan sedikitnya hafalan Al-Qur'an menentukan tinggi dan rendahnya kedudukan seorang mukmin di surga.
2. Mendapatkan Pahala Berlipat Tanpa Batas Waktu
Setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca bernilai satu kebaikan dan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali. Surat Al-Ikhlas misalnya, setara dengan sepertiga Al-Qur'an. Dengan hafalan yang melekat di hati, pahala dapat mengalir kapan saja—saat berjalan, bekerja, atau beristirahat—tanpa perlu membuka mushaf.
3. Menjaga Kesehatan Mental dan Mencegah Kepikunan
Penelitian dari PubMed Central menyatakan bahwa banyak penghafal Al-Qur'an terhindar dari riwayat penyakit diabetes, hipertensi, dan depresi. Dengan membaca Al-Qur'an, tingkat spiritualitas juga meningkat. Membaca dan menghafal Al-Qur'an secara rutin melatih otak, menjaga fungsi kognitif, dan menjadi benteng dari pikun di usia senja.
4. Mendapatkan Ketenangan Hati dan Keberkahan Hidup
Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28). Menghafal Al-Qur'an—dengan pengulangan, perenungan makna, dan interaksi intens dengan kalamullah—memberikan ketenangan jiwa. Dengan membaca Al-Qur'an akan membawa kedamaian yang membawa ketenangan bagi tubuh, pikiran, dan jiwa.
5. Menjadi Teladan bagi Keluarga dan Lingkungan
Seorang dewasa yang menghafal Al-Qur'an menjadi teladan bagi anak-anak dan keluarganya. Sebagaimana para sahabat mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak mereka sebelum belajar yang lainnya, orang tua yang menghafal Al-Qur'an akan menanamkan kecintaan pada kalamullah dalam diri anak-anaknya.【100†L1-L2】
Pertanyaan Seputar Metode Menghafal Juz Amma
1. Berapa kali idealnya mengulang ayat sebelum menghafal untuk usia dewasa?
Untuk usia di atas 25 tahun, disarankan membaca ayat yang akan dihafal sebanyak 40 kali sebelum memulai proses menghafal. Untuk anak-anak dan remaja cukup 20 kali. Pengulangan 40 kali memberikan waktu lebih bagi otak dewasa untuk memantapkan bacaan dan menghindari kesalahan saat menghafal.
2. Apakah harus menghafal Juz Amma dari awal atau dari belakang?
Para ulama menyarankan untuk memulai dari surat-surat terpendek di akhir Juz 30 (dari belakang), kemudian bergerak maju ke depan. Strategi ini membangun kepercayaan diri karena surat-surat pendek lebih mudah dihafal dan sering didengar saat shalat.
3. Bagaimana cara menggabungkan hafalan baru dengan muraja'ah di usia dewasa?
Jangan pernah menambah hafalan tanpa mengulang hafalan lama terlebih dahulu. Bacalah hafalan lama dari awal sampai akhir, baru kemudian memulai hafalan baru. Dianjurkan pula untuk memuraja'ah hafalan di dalam salat-salat sunnah.
4. Apakah metode pengulangan 40 kali cocok untuk semua orang dewasa?
Metode ini sangat cocok untuk semua usia dewasa. Jika membaca 40 kali tidak bisa dilakukan sekali duduk, bisa dilakukan dengan cara "setengah dosis"—dibagi selama 2 hari. Yang terpenting adalah konsistensi dan kualitas pengulangan, bukan kecepatan menghafal.
5. Berapa target hafalan yang realistis per hari untuk pemula dewasa?
Target ideal adalah 1-2 halaman per hari—satu halaman setelah Subuh dan satu halaman setelah Ashar atau Maghrib. Jangan menghafal lebih dari seperdelapan juz dalam sehari agar tidak berat untuk mengulang dan menjaganya. Kualitas hafalan jauh lebih penting daripada kuantitas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253327/original/062598000_1750044459-cek_fakta_dubes_jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326335/original/044634300_1787006887-IMG-20260817-WA0168.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326334/original/044122400_1787006887-IMG-20260817-WA0167.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326336/original/013904900_1787007259-1000044510.jpg)