Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia naik pada perdagangan Senin setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) menutup peluang memperpanjang nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni untuk mengakhiri perang.
Kesepakatan tersebut dijadwalkan berakhir pada Senin.
Di tengah situasi itu, seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa Teheran akan beralih dari strategi bertahan ke pendekatan ofensif jika upaya diplomasi dengan AS gagal.
Advertisement
Mengutip CNBC, Selasa (18/8/2026), harga minyak mentah AS naik 2,6% dan ditutup pada level US$ 84,50 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent yang menjadi patokan global naik 2,7% menjadi US$ 90,87 per barel.
“Entitas-entitas Iran harus bersiap meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz dan kawasan yang lebih luas, karena Iran akan siap membuat keputusan dan mengambil tindakan terkait keputusan-keputusan sulit,” kata pejabat Iran tersebut.
AS dan Iran sebelumnya menyepakati nota kesepahaman pada 17 Juni. Kesepakatan itu seharusnya membuka kembali akses Selat Hormuz, sementara kedua negara melakukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan final terkait program nuklir Teheran dalam waktu 60 hari.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan tidak ada pembicaraan untuk memperpanjang nota kesepahaman tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui kantor berita pemerintah Iran, Tasnim.
“Kami sama sekali tidak memulai negosiasi apa pun, dan AS melanggar kesepahaman tersebut sejak awal; oleh karena itu, persoalan 60 hari tersebut tidak relevan,” kata Baghaei, menurut Tasnim.
Trump Minta Iran Menyerah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490104/original/053721500_1769996978-Untitled.jpg)
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mendesak Iran untuk “mengibarkan bendera putih tanda menyerah” dalam wawancara dengan Fox News. Trump juga mengancam akan membom Oman, sekutu AS, karena negara tersebut melakukan negosiasi dengan Teheran mengenai pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
“Jika Oman menghalangi, kami akan menghancurkan mereka habis-habisan,” kata Trump kepada Fox News.
Trump kemudian mengatakan kepada wartawan di Oval Office bahwa dirinya tidak akan berupaya memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.
Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz hampir terhenti pada Minggu. Berdasarkan data Kpler, hanya tiga kapal yang melintasi selat tersebut. Padahal, rata-rata selama lima hari tercatat sebanyak 12 kapal melintas setiap harinya.
Sebelum perang dimulai pada 28 Februari, sekitar 130 kapal melintasi Selat Hormuz.
Advertisement
Harga Minyak Bisa Tembus US$ 100
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
Presiden Rapidan Energy Bob McNally memperkirakan harga minyak Brent berpotensi kembali mendekati US$ 100 per barel seiring China meningkatkan impor minyak mentah.
China sebelumnya memangkas impor minyak mentah hingga 4 juta barel per hari, menjadi sekitar 5 juta barel per hari. Menurut McNally, kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat harga minyak mentah tidak melonjak lebih tinggi selama perang Iran.
Namun, Beijing kemungkinan akan mengizinkan kilang-kilangnya meningkatkan impor sehingga mereka dapat memanfaatkan tingginya harga produk olahan minyak, kata McNally kepada CNBC.
“China yang mulai keluar dari pola pengurangan konsumsi secara drastis tidak sejalan dengan harga Brent yang tetap stabil,” ujar analis tersebut.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253327/original/062598000_1750044459-cek_fakta_dubes_jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258069/original/058566900_1781312784-AP26162502155547.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325869/original/020922300_1786944023-Photo_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326008/original/071336800_1786951283-daf890bc-f16f-4de0-b410-a8a70b284ece.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5163765/original/058418400_1742049945-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2247367/original/062175600_1528768799-20180612-Jabat-Tangan-Perdana-Trump-dan-Kim-Jong-un-Memulai-KTT-AP-20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325622/original/080659800_1786885230-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5066207/original/065685300_1735200702-063_2188387322.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1702591/original/011174500_1504761407-20170907-Balon-Udara-Di-Turki-AFP7.jpg)