Siap-Siap, Hasil Uji Coba CNG 3 Kg Pengganti LPG Bakal Diumumkan

Pemerintah melalu Lemigas tengah menyelesaikan evaluasi uji coba tabung CNG 3 kg. Bahan bakar gas alam ini diklaim lebih murah 40 persen dibanding LPG impor.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga merangkap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, akan menyampaikan hasil uji coba Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3 kilogram (kg) dalam waktu dekat. CNG tabung ini digadang-gadang bakal menjadi alternatif utama pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Rencana tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung. Ia menyampaikan bahwa saat ini penggunaan CNG dalam kemasan tabung 3 kg masih dievaluasi oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

"Ya, ini kan sedang dievaluasi oleh Lemigas. Mulai dari tabungnya hingga proses bisnis penyaluran CNG sampai ke dalam tabung sedang diselesaikan oleh Lemigas," kata Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Yuliot menerangkan, hasil evaluasi teknis dan bisnis tersebut nantinya akan disampaikan langsung oleh Bahlil. Namun, ia belum merincikan tanggal pasti pengumuman tersebut.

"Jadi dalam waktu dekat ini hasil evaluasinya akan disampaikan langsung oleh Pak Menko," ujar Yuliot.

Sebagai informasi, pemanfaatan CNG dinilai mampu menghemat anggaran negara secara signifikan karena sumber pasokannya berasal dari dalam negeri. Sebaliknya, pasokan LPG nasional hingga kini masih didominasi oleh komoditas impor. Penggunaan CNG tabung diharapkan dapat menekan ketergantungan impor energi secara bertahap.

 

CNG Diproyeksikan Jadi Pengganti LPG

Langkah Kementerian ESDM menyiapkan CNG dalam kemasan tabung 3 kg dilakukan demi menekan beban impor sekaligus meningkatkan efisiensi dan kemandirian energi nasional.

Bahlil Lahadalia sebelumnya mengungkapkan bahwa pemanfaatan CNG sebenarnya sudah mulai diterapkan di berbagai sektor komersial, seperti hotel, restoran, hingga fasilitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Untuk varian 3 kilogram ini memang baru mau dibuat. Biaya produksinya diproyeksikan lebih murah 30 sampai 40 persen," kata Bahlil.

Meski mengakui pengembangan infrastruktur CNG masih menghadapi sejumlah tantangan distribusi, pemerintah menegaskan akan terus mematangkan inovasi ini sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran energi.

 

Mengenal Karakteristik CNG

CNG merupakan bahan bakar gas yang dihasilkan dari proses kompresi gas alam murni, terutama yang mengandung metana (C1) dan etana (C2). Gas ini kemudian disimpan dalam wadah tabung bertekanan tinggi sekitar 200–250 bar atau setara 2.900 hingga 3.600 psi.

Tabung CNG dirancang dengan standar keamanan ekstra ketat agar mampu menahan tekanan tinggi selama proses penyimpanan maupun distribusi, sehingga aman untuk penggunaan sehari-hari.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi LPG nasional saat ini mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun. Namun, kapasitas produksi dalam negeri hanya berkisar 1,6 hingga 1,7 juta ton per tahun, sehingga sebagian besar kebutuhan nasional masih harus ditutup melalui impor.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6