Jadi Wamentan, Letjen Saleh Mustafa Akan Mundur dari Wakil KSAD

Setiap anggota TNI aktif yang menjadi pejabat negara harus mundur dari jabatannya di militer.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 18:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Letjen Saleh Mustafa mundur dari Wakasad setelah dilantik sebagai Wamentan.
  • Anggota TNI aktif harus pensiun jika menjabat sebagai pejabat negara.
  • Saleh Mustafa, lulusan Akmil 1991, memiliki rekam jejak militer cemerlang.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak memastikan Letjen TNI Saleh Mustafa akan mundur dari jabatannya sebagai Wakil KSAD. Hal ini usai Saleh dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).

Maruli mengatakan setiap anggota TNI aktif yang menjadi pejabat negara harus mundur dari jabatannya di militer.

"Harus (mundur). Kalau jadi pejabat negara harus pensiun," jelas Maruli kepada Liputan6.com, Jumat (2/10/2026).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukam reshuffle atau perombakan kabinet Merah Putih pada Kamis, 1 Oktober 2026. Prabowo Subianto melantik Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).

Saleh mengisi posisi yang ditinggalkan Sudaryono karena diangkat Prabowo menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Sudaryono menggantikan Dadan Hindayana yang ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung.

Deretan Jabatan Strategis Saleh Mustafa

Sebelum menjabat sebagai Wamentan, dia menduduki posisi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Pria kelahiran Ternate, 14 Maret 1969 ini berprestasi saat menjalani karier militer.

Sejak muda dia juga dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan berprestasi. Muhammad Saleh Mustafa merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) pada 1991, dan satu angkatan dengan Jenderal Agus Subiyanto. Perwira tinggi ini berasal dari kecabangan Infanteri dengan spesialisasi di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Dia menempuh berbagai pendidikan militer bergengsi antara lain Sesarcabif, Dik PARA, dan Dik PARA utama yang memperkuat kemammpuan di bidang operasi khusus. Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa juga menyelesaikan Dik Komando pada 1992, Diklapa I dan II, serta Dikreg Seskoad.

Selain itu, pendidikan strategis lainnya termasuk Sesko TNI pada 2015 dan Lemhannas yang membekali dengan wawasan kepemimpinan tingkat nasional.

Seiring pengalaman di pasukan elite memberikan bekal operasional dan kepemimpinan yang sangat berharga saat menjalankan berbagai tugas strategis TNI AD. Dia memulai karier dari jabatan-jabatan strategis di Kopassus.

Dia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 23 Grup 2/Kopassus dan Wakil Asisten Operasi (Waasops) Danjen Kopassus.

Pengalaman ini memperkuat kemampuan operasional saat menangani misi-misi khusus. Pada 2012-2013, Muhammad Saleh Mustafa dipercaya memimpin Grup 1/Kopassus, salah satu unit elite terpenting dalam struktur Kopassus.

Setelah itu, dia mengemban tugas sebagai Asisten Operasi (Asops) Kasdam Iskandar Muda dari 2013-2015, yang memberikan pengalaman dalam pengelolaan wilayah strategis. Perjalanan karier Saleh berlanjut dengan berbagai jabatan penting, termasuk Danrem 132/Tadulako (2016-2017), Kasdam Jaya (2019-2021), dan Kaskogabwilhan II (2021-2022).

Puncak kariernya sebelum menjadi Wakasad adalah sebagai Pangkostrad dari Desember 2023 hingga Juli 2024. Sebelum diangkat menjadi Wakasad, dia sempat menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI dari Juli 2024 hingga Agustus 2025. Pengalaman di berbagai jabatan strategis ini membuatnya memiliki pemahaman komprehensif tentang struktur dan operasional TNI AD.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6