Liputan6.com, Jakarta - Contoh kultum singkat tentang bersyukur atas nikmat Allah dapat menjadi bahan ceramah yang relevan untuk mengingatkan umat Islam agar tidak melupakan berbagai karunia yang telah diberikan Allah SWT. Nikmat tersebut tidak selalu berupa harta dan materi, tetapi juga kesehatan, keluarga, kesempatan beribadah, ilmu, waktu, keamanan, hingga ketenangan hati.
Allah SWT secara tegas menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba yang bersyukur. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam QS Ibrahim ayat 7: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, syukur tidak berhenti pada pengakuan atas nikmat, tetapi diwujudkan dengan ketaatan kepada Allah. Sebaliknya, mengingkari nikmat berarti tidak mengakui dan tidak mensyukurinya sehingga seseorang terancam kehilangan nikmat tersebut.
Advertisement
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering lebih mudah mengingat kekurangan daripada menghitung nikmat yang telah dimiliki. Nikmat sekecil apa pun harus disikapi dengan kerendahan hati dan ketakwaan. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Uddatush Shabirin wa Dzakhiratusy Syakirin menjelaskan bahwa syukur memiliki tiga rukun pokok, yaitu mengakui nikmat secara batin, memujinya secara lisan, dan menggunakannya dalam ketaatan.
Materi kultum tentang syukur sebaiknya tidak hanya mengajak jamaah mengucapkan Alhamdulillah, tetapi juga memahami hakikat syukur dan menerapkannya dalam kehidupan. Berikut tujuh contoh kultum singkat yang dapat disampaikan dalam pengajian, setelah salat berjamaah, maupun dalam berbagai kegiatan keislaman.
Contoh Kultum Singkat tentang Bersyukur atas Nikmat Allah
1. Kultum Singkat: Hakikat Bersyukur dalam Kehidupan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya.
Selawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada teladan terbaik umat manusia, baginda Nabi Muhammad SAW, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.
Jemaah sekalian yang senantiasa dirahmati dan dimuliakan oleh Allah SWT di mana pun berada.
Pada kesempatan kultum kali ini, kita akan merenungkan bersama mengenai pentingnya memelihara rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan.
Sering kali manusia lupa bahwa setiap helaan napas dan kesehatan badan adalah anugerah tak ternilai yang harus selalu disyukuri.
Allah SWT telah memberikan penegasan yang sangat jelas mengenai keutamaan bersyukur melalui firman-Nya dalam Al-Qur'an:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim: 7).
Ayat ini menjadi jaminan langsung dari Sang Pencipta bahwa rasa syukur akan selalu mendatangkan tambahan rezeki dan keberkahan hidup.
Sebaliknya, kufur nikmat hanya akan membawa manusia pada kesempitan jiwa dan mengundang murka serta azab yang sangat pedih.
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kelapangan hati untuk selalu bersyukur, dan jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang tahu berterima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Kultum Singkat: Syukur di Saat Sempit dan Lapang
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah SWT, penguasa alam semesta yang tidak pernah berhenti mencurahkan kasih sayang dan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya.
Selawat teriring salam mari bersama kita sampaikan kepada junjungan mulia kita Nabi Agung Muhammad SAW, sang pembawa cahaya kebenaran.
Hadirin wal hadirat rahimakumullah, semoga senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan Sang Maha Pencipta.
Kita sering kali dengan mudah mengucapkan alhamdulillah ketika mendapatkan rezeki nomplok atau ketika segala urusan berjalan lancar sesuai rencana.
Namun, ujian sesungguhnya dari rasa syukur adalah ketika kita berada dalam kondisi sempit, sakit, atau tengah menghadapi masalah berat.
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk melihat segala ketetapan Allah sebagai sebuah kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih berikut:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Artinya: "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya." (HR. Muslim).
Sikap mental inilah yang membuat seorang muslim sejati tidak pernah merasa sedih berlebihan karena yakin semua skenario Allah adalah kebaikan.
Mari kita latih hati kita untuk pandai menemukan celah-celah nikmat yang tersembunyi di balik setiap ujian kehidupan sehari-hari.
Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang bersabar saat diuji, bersyukur saat diberi nikmat, dan selalu rida dengan ketetapan-Mu.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Kultum Singkat: Bahaya Kufur Nikmat
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, puji dan syukur tiada terhingga kita haturkan kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala fasilitas kehidupan yang gratis ini.
Selawat dan salam tak lupa kita hadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW, penutup para utusan yang telah mencontohkan akhlak mulia.
Jemaah sekalian yang saya hormati, semoga kebahagiaan selalu menyertai setiap langkah kebaikan yang kita lakukan.
Kufur nikmat adalah penyakit hati yang sangat berbahaya karena membuat seseorang merasa selalu kurang dan lupa untuk berterima kasih.
Penyakit ini perlahan-lahan menggerogoti ketenangan batin, memunculkan keluh kesah, serta menumbuhkan sifat rakus terhadap gemerlap harta duniawi semata.
Allah SWT memperingatkan kita akan bahaya mengabaikan karunia Tuhan dalam Al-Qur'an melalui perumpamaan yang sangat tegas:
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ
Artinya: "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (QS. An-Nahl: 112).
Kufur nikmat tidak hanya mencabut keberkahan hidup individu, tetapi juga dapat mendatangkan bencana dan krisis bagi sebuah kelompok masyarakat.
Jangan sampai nikmat yang Allah berikan justru menjadi bumerang yang menghancurkan kita karena kita enggan mensyukurinya dengan benar.
Ya Rabbana, lindungilah kami dari sifat kufur nikmat, dan bimbinglah lisan kami agar selalu basah menyebut asma-Mu dalam syukur.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Kultum Singkat: Menilik Nikmat Kesehatan dan Waktu Luang
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji bagi Allah yang masih memberikan kita kesehatan dan kesempatan bernapas hari ini.
Selawat dan untaian doa keselamatan senantiasa kita lantunkan kepada utusan teragung, Nabi Muhammad SAW, beserta seluruh pengikutnya di bumi.
Kaum muslimin wal muslimat yang sungguh dirahmati Allah, semoga ibadah kita hari ini diterima di sisi-Nya.
Ada dua nikmat besar yang sering sekali dilalaikan oleh manusia, karena keduanya tidak berbentuk harta benda atau uang tunai.
Dua nikmat tersebut adalah kesehatan badan dan ketersediaan waktu luang, yang nilainya baru disadari ketika keduanya telah hilang.
Rasulullah SAW telah mengingatkan umatnya mengenai fenomena kelalaian massal ini melalui sebuah hadis yang sangat populer:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Artinya: "Ada dua nikmat yang banyak membuat manusia tertipu (lalai) di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari).
Bersyukur atas kesehatan berarti menggunakan fisik kita untuk taat beribadah sebelum datang masa sakit yang membatasi ruang gerak.
Bersyukur atas waktu luang bermakna mengisi hari-hari dengan amalan produktif sebelum datang masa sibuk yang menyita seluruh perhatian.
Ya Allah, berkahilah waktu luang dan kesehatan kami, agar tidak menjadi penyesalan di hari kiamat kelak.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Kultum Singkat: Sujud Syukur sebagai Ekspresi Bahagia
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Puji dan syukur yang ikhlas senantiasa terucap dari lisan kita ke hadirat Allah SWT, pembuka segala pintu kemudahan hidup.
Teriring selawat serta salam yang mulia senantiasa ditujukan bagi teladan abadi kita, Nabi Muhammad SAW.
Saudara-saudara seiman yang berbahagia, semoga Allah menetapkan hati kita dalam keimanan yang kokoh dan tak tergoyahkan.
Ketika kita mendapatkan sebuah kejutan bahagia atau terhindar dari musibah yang mengerikan, Islam memiliki tata cara khusus untuk merayakannya.
Cara yang diajarkan bukanlah dengan berfoya-foya atau berpesta ria, melainkan dengan langsung merendahkan diri kepada Allah melalui sujud syukur.
Tindakan sujud syukur ini merupakan kebiasaan langsung dari Rasulullah SAW ketika menerima kabar yang menggembirakan hatinya:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: "Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila datang kepadanya suatu perkara yang menggembirakan, atau diberi kabar gembira, beliau langsung tersungkur sujud sebagai bentuk syukur kepada Allah Ta'ala." (HR. Abu Daud).
Sujud adalah simbol kerendahan hati tertinggi seorang manusia, meletakkan kepala di atas tanah sebagai bentuk pengakuan atas kebesaran Tuhan.
Mulai sekarang, mari biasakan merespons kabar baik sekecil apa pun dengan bersujud atau setidaknya mengucap alhamdulillah dari lubuk hati.
Ya Allah, jadikanlah kening ini selalu merindukan tempat sujud kepada-Mu, baik di saat lapang maupun di saat bahagia.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
6. Kultum Singkat: Melihat ke Bawah untuk Memupuk Syukur
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segenap rasa syukur tiada henti kita haturkan kepada Allah SWT, Pemilik segala skenario jalannya kehidupan.
Selawat dan salam yang tulus senantiasa tercurahkan kepada baginda junjungan Nabi Muhammad SAW, guru terbaik dalam mengelola batin.
Jemaah salat yang sangat dimuliakan Allah, semoga rahmat dan kasih sayang-Nya selalu menaungi keluarga kita di rumah.
Kehidupan modern yang penuh dengan pamer harta di media sosial sering kali membuat hati kita menjadi panas dan kurang bersyukur.
Penawar terbaik dari penyakit hati ini adalah memutus kebiasaan membandingkan hidup kita dengan mereka yang lebih kaya secara materi.
Rasulullah SAW memberikan sebuah panduan psikologis yang luar biasa aplikatif untuk mempertahankan perasaan cukup dan rasa syukur dalam dada:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
Artinya: "Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atasmu." (HR. Muslim).
Apabila kita merasa sepatu kita usang, ingatlah mereka yang tidak memiliki kaki, niscaya rasa syukur akan otomatis memenuhi hati.
Dengan senantiasa melihat ke bawah dalam urusan dunia, jiwa kita akan menjadi lebih tenang, damai, dan terbebas dari sifat iri.
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami sifat qanaah, merasa cukup atas apa yang Engkau bagikan, dan jauhkan kami dari ketamakan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
7. Kultum Singkat: Bersyukur dengan Membantu Sesama
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji semata kepunyaan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa Melapangkan dada setiap manusia yang ingin mendekat kepada-Nya.
Selawat dan salam suci mari senantiasa kita dengungkan teruntuk Sang Nabi pemimpin Akhir Zaman, Muhammad SAW.
Bapak, Ibu, dan saudara-saudariku yang insyaallah senantiasa disayangi Allah, semoga segala ikhtiar ibadah kita dinilai pahala.
Wujud syukur yang paling nyata dan berdampak luas bukanlah sekadar perayaan ritual, melainkan pembuktian sosial dengan berbagi kepada sesama.
Harta dan ilmu yang kita miliki tidak akan berkurang sedikit pun ketika disalurkan; justru itulah bentuk syukurnya.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman mengingatkan pentingnya menceritakan nikmat Tuhan sebagai bentuk rasa syukur dan penyemangat bagi orang lain:
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Artinya: "Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan (ceritakan)." (QS. Ad-Duha: 11).
Menyebut dan menyiarkan nikmat di sini bukan bermaksud pamer (riya), melainkan menularkan kebahagiaan dan mengamalkan bantuan nyata.
Seseorang yang bersyukur atas nikmat harta akan bersedekah, dan seseorang yang bersyukur atas nikmat ilmu akan membagikan ilmunya.
Ya Allah, jadikanlah nikmat-Mu di tangan kami sebagai jalan kebaikan bagi orang banyak, bukan sebagai fitnah yang menyesatkan jiwa.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertanyaan Seputar Materi Kultum
1. Apa saja rukun dalam mempraktikkan syukur atas nikmat Allah?
Syukur memiliki tiga rukun pokok: meyakini dalam hati bahwa nikmat berasal dari Allah, memuji dengan lisan melalui ucapan alhamdulillah, dan mengamalkannya dengan perbuatan untuk ketaatan.
2. Mengapa contoh kultum singkat tentang bersyukur atas nikmat allah banyak dicari?
Tema ini sangat universal, relevan untuk seluruh umat Islam dalam segala kondisi, serta efektif untuk memberikan ketenangan batin bagi jamaah yang sedang diuji maupun yang sedang lapang.
3. Berapa lama durasi ideal untuk membawakan kultum ini?
Sesuai kepanjangan akronimnya yakni kuliah tujuh menit, rentang waktu yang direkomendasikan adalah antara 5 sampai 7 menit, sehingga pesan tersampaikan secara padat tanpa membuat jenuh.
4. Apa bahaya utama dari sifat kufur nikmat?
Bahaya utamanya adalah dicabutnya keberkahan hidup, jiwa yang selalu merasa kurang (rakus), serta ancaman azab yang sangat pedih dari Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Surah Ibrahim ayat 7.
5. Apakah sifat sabar dan syukur saling berkaitan?
Sangat berkaitan. Sabar dan syukur adalah dua sayap keimanan seorang mukmin; mereka dituntut bersyukur saat dalam keadaan lapang, dan dituntut bersabar saat berada dalam kesempitan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253327/original/062598000_1750044459-cek_fakta_dubes_jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326231/original/086623200_1786966565-1000044426.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564243/original/006285600_1776931428-sandu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7731862/original/010252900_1780537314-igor_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326206/original/098944100_1786965144-1001566021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326179/original/011860900_1786962464-email-attachment_2026_08_17_fauzan_viral-polisi-tendang-pemotor-berkecapatan-tinggi-saat-bubarkan-balapan-liar-di-kendari_1019039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326177/original/075847500_1786962305-IMG-20260816-WA0096_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326165/original/007349400_1786959890-IMG-20260817-WA0020.jpg)