Cara Mengirim Al-Fatihah untuk Orang yang Benci Kita, Lengkap Doa Melunakkan Hati yang Keras

Al-Fatihah, sebagai Ummul Kitab dan As-Sab'ul Matsani, memiliki kedudukan istimewa dalam Al-Qur'an dan diyakini memiliki fadhilah besar.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara mengirim Al-Fatihah untuk orang yang benci kita menjadi amalan yang banyak dicari saat seseorang ingin memperbaiki hubungannya yang rusak dengan orang lain. Al-Fatihah, sebagai Ummul Kitab dan As-Sab'ul Matsani, memiliki kedudukan istimewa dalam Al-Qur'an dan diyakini memiliki fadhilah besar, termasuk melunakkan hati yang keras.

Ebook Keutamaan Surat Al-Fatihah karya Dr. Abu Hafizhah Irfan, MSI, memuat hadis qudsi yang menyatakan bahwa Allah membagi Al-Fatihah antara Dia dan hamba-Nya, dan hamba-Nya mendapatkan apa yang ia minta. Dalam konteks lain, masyarakat Muslim Indonesia sangat memperhatikan amalan dengan bacaan Al-Qur'an untuk berbagai hajat.

Dalam kitab Tafsir Al-Qur'an Al-'Adzim, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Al-Fatihah menghimpun seluruh makna Al-Qur'an, termasuk tauhid, hari kebangkitan, dan jalan yang lurus. Jurnal "Analisis Peran Surah Al-Fatihah dalam Pelaksanaan Ibadah Sehari-hari" karya Azis Rustandi dan M. Aufa menegaskan bahwa surat ini menjadi panduan etis dan praktis dalam ibadah sehari-hari.

Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah penjelasan mengenai cara mengirim Al-Fatihah untuk orang yang benci kita, lengkap dengan doanya.

Cara Mengirim Al-Fatihah untuk Orang yang Benci Kita

Berikut adalah cara mengirim Al-Fatihah untuk orang yang membenci kita, sebagaimana yang diajarkan oleh para ulama dan praktisi spiritual:

1. Luruskan Niat dan Bersihkan Hati

Langkah pertama yang paling penting adalah meluruskan niat. Niatkan dalam hati bahwa amalan ini semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT, bukan untuk memaksa orang lain agar menyukai kita. Hati harus bersih dari rasa dendam dan keinginan membalas.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 10: "Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman."

2. Berwudhu dan Duduk dengan Tenang

Sebelum memulai amalan, disunnahkan untuk berwudhu agar dalam keadaan suci. Kemudian duduklah dengan tenang, bisa sambil membaca istighfar pelan-pelan agar hati lebih tenang dan siap menerima keberkahan. Usahakan dalam keadaan suci (wudhu lebih baik, tapi kalau tidak pun tetap boleh).

3. Membaca Shalawat dan Istighfar

Sebelum membaca Al-Fatihah, dianjurkan untuk membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan beristighfar memohon ampunan kepada Allah. Ini bertujuan untuk membuka pintu langit dan memudahkan doa dikabulkan.

4. Membaca Al-Fatihah dengan Khusyuk

Bacalah Surat Al-Fatihah dengan pelan, khusyuk, dan menghayati maknanya. Setiap ayat yang dibaca menjadi doa khusus untuk orang yang dituju. Dalam sebuah amalan yang diajarkan, setelah membaca sholat hajat pada malam hari, bacalah Al-Fatihah dengan cara berikut:

"Li ridhoo lillaahi ta'ala," membaca Al-Fatihah sebanyak 1 kali

"Ila hadrotin nabiyyil musthofa sayyidina Muhammad saw," membaca Al-Fatihah sebanyak 1 kali

"Wa ila hadroti syeikh Abdul Qodir Jailani ra," membaca Al-Fatihah sebanyak 1 kali

"Wa khususon ila ruhi wajasadi (nama orang yang dituju) bin/binti (nama ibu kandungnya)," membaca Al-Fatihah sebanyak 1 kali

5. Membaca Al-Fatihah 7 Kali atau 41 Kali

Setelah membaca pembuka, lanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah sebanyak 7 kali atau 41 kali. Dalam sebuah amalan yang diajarkan, kita bisa meluluhkan hati orang yang kita cintai dengan membaca surat Al-Fatihah 7 kali setelah sholat fardhu. Ada juga yang mempraktikkan 311 kali untuk hajat tertentu.

6. Menyebut Nama Orang yang Dituju

Di tengah-tengah bacaan Al-Fatihah, tepatnya pada ayat "iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in", sebutkan nama orang yang membenci kita dalam hati. Berdoalah agar Allah meluluhkan hatinya dan memperbaiki hubungan.

7. Membaca Doa Penutup

Setelah selesai membaca Al-Fatihah, tutup dengan doa memohon kepada Allah agar Dia melunakkan hati orang tersebut. Doa ini bisa dibaca dengan bahasa sendiri atau menggunakan doa yang diajarkan.

Doa Mengirim Al-Fatihah untuk Orang yang Benci Kita

Berikut adalah doa yang dapat dibaca setelah mengirim Al-Fatihah untuk orang yang membenci kita:

Doa Pertama:

Arab: اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ ... (sebut nama orang dimaksud)... كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin: Allāhumma innaka antal 'azīzul kabīr. Wa anā 'abdukal ḍa'īful żalīlul lażī lā ḥaula wa lā quwwata illā bika. Allāhumma sakhkhir lī ... (sebut nama) ... kamā sakhkharta Fir'auna li Mūsā wa layyin lī qalbahu kamā layyantal ḥadīda li Dāwūda fa innahu lā yanṭiqu illā bi iżnika nāṣiyatuhu fī qabḍatika wa qalbuhu fī yadika jalla ṡanā'u wajhika yā arḥamar rāḥimīn.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Besar, dan aku adalah hamba-Mu yang lemah lagi hina yang tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu. Ya Allah, tundukkanlah untukku ... (sebut nama) ... sebagaimana Engkau menundukkan Fir'aun kepada Musa, dan lunakkanlah hatinya sebagaimana Engkau melunakkan besi kepada Daud. Sesungguhnya ia tidak dapat berbicara kecuali dengan izin-Mu, ubun-ubunnya berada dalam genggaman-Mu, dan hatinya berada di tangan-Mu. Maha Agung pujian bagi wajah-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi."

Doa Kedua:

Arab: اللَّهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ وَبِسِرِّ الْفَاتِحَةِ وَبِبَرَكَةِ الْفَاتِحَةِ وَبِكَرَامَةَ الْفَاتِحَةِ أَنْ تَفْتَحَ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ , وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ الْخَيْرِ, وَأَنْ تَجْعَلَنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْرِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلَامٌ وآخِرُ دَعْوَاهُمْ عَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ

Latin: Allāhumma bi ḥaqqil fātiḥah, wa bi sirril fātiḥah, wa bi barakatil fātiḥah, wa bi karāmatil fātiḥah, an taftaḥa lanā abwābal khair, wa an tatafaḍḍala 'alainā bi kullil khair, wa an taj'alanā min ahlil khair. Subḥānakallāhumma wa taḥiyyatuhum fīhā salām, wa ākhiru da'wāhum anil ḥamdu lillāhi rabbil 'ālamīn.

Artinya: "Ya Allah, dengan kebenaran Al-Fatihah, dengan rahasia Al-Fatihah, dengan keberkahan Al-Fatihah, dan dengan kemuliaan Al-Fatihah, bukakanlah untuk kami pintu-pintu kebaikan, karuniakanlah kepada kami segala kebaikan, dan jadikanlah kami bagian dari ahli kebaikan. Maha Suci Engkau Ya Allah, dan penghormatan mereka di surga adalah salam, dan akhir doa mereka adalah alhamdulillahi rabbil 'alamin."

Hikmah Mengirim Al-Fatihah untuk Orang Lain dan yang Membenci Kita

1. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda

Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an akan mendatangkan pahala, dan Al-Fatihah sebagai Ummul Kitab memiliki keutamaan yang besar. Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Muslim, Allah berfirman bahwa Al-Fatihah dibagi antara Dia dan hamba-Nya, dan hamba-Nya mendapatkan apa yang ia minta.

Prof Quraish Shihab dalam bukunya menjelaskan bahwa banyak keutamaan dari membaca Al-Fatihah hingga dinyatakan dalam sebuah riwayat bahwa pahala membaca Al-Fatihah tergantung kepada niat pembacanya.

2. Meluluhkan Hati yang Keras

Al-Fatihah memiliki khasiat untuk meluluhkan hati seseorang. Dalam sebuah amalan yang diajarkan, kita bisa meluluhkan hati orang yang kita cintai dengan membaca surat Al-Fatihah 7 kali setelah sholat fardhu. Hati yang keras dapat menjadi lembut dengan izin Allah melalui perantara bacaan Al-Fatihah yang penuh keberkahan.

3. Memperbaiki Hubungan Sosial

Mengirim Al-Fatihah untuk orang yang membenci kita merupakan bentuk ikhtiar untuk memperbaiki hubungan yang retak. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berbuat baik dan saling menyayangi terhadap sesama makhluk ciptaan Allah. Tatkala ada seseorang yang membenci kita tanpa alasan, artinya Allah SWT di saat itu telah meninggikan derajat kita.

4. Menjadi Sarana Muhasabah Diri

Jika kita sedang dibenci atau tidak disukai oleh seseorang, kita diharuskan untuk muhasabah diri. Itu dilakukan agar kita dapat lebih berhati-hati dalam bertindak dan berucap di kemudian hari. Dalam ajaran Agama Islam, sebagai seorang Muslim kita dianjurkan untuk mendoakan seseorang yang membenci kita. Doa tersebut berisikan memohon ampun dan meminta Allah SWT untuk meluluhkan hatinya.

5. Menjadi Amal Saleh yang Bermanfaat

Membaca Al-Fatihah untuk orang lain, termasuk yang membenci kita, adalah bentuk amal saleh yang bermanfaat. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Madarijus Salikin menegaskan bahwa mengkhususkan Surat Al-Fatihah sebagai doa memiliki dalil syar'i yang kuat, karena Al-Fatihah adalah induk Al-Qur'an dan di dalamnya terkumpul semua makna Al-Qur'an.

6. Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membalas keburukan dengan kebaikan. Mengirim Al-Fatihah untuk orang yang membenci kita adalah salah satu bentuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW. Dalam QS. Fussilat ayat 34, Allah berfirman: "Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia."

Waktu Terbaik Membaca Hadiah Al-Fatihah untuk Orang Lain

1. Sepertiga Malam Terakhir (Saat Qiyamul Lail)

Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan waktu ini. Pada waktu ini, pintu-pintu langit dibuka dan doa-doa dikabulkan.

2. Setelah Shalat Fardhu

Setelah menunaikan shalat fardhu, terutama shalat Subuh dan Isya, adalah waktu yang baik untuk mengirim Al-Fatihah kepada orang lain. Dalam sebuah amalan, kita bisa meluluhkan hati orang yang kita cintai dengan membaca surat Al-Fatihah 7 kali setelah sholat fardhu.

3. Malam Jumat

Malam Jumat memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Banyak umat Islam Indonesia yang rutin mengirimkan Al-Fatihah kepada orang tua atau keluarga yang sudah meninggal pada malam Jumat. Waktu ini juga baik untuk mengirim Al-Fatihah kepada orang yang membenci kita.

4. Saat Rasa Rindu atau Kebutuhan Mendesak

Ada juga yang memilih hari-hari tertentu seperti malam Jumat, hari ulang tahun almarhum, atau hari-hari penting lainnya. Intinya, tidak ada batasan baku, semakin sering kita mendoakan tentu semakin baik.

5. Setelah Sholat Hajat

Untuk hajat tertentu, seperti meluluhkan hati seseorang, dianjurkan untuk melaksanakan sholat hajat terlebih dahulu pada malam hari, kemudian membaca Al-Fatihah dengan tata cara yang telah dijelaskan.