Liputan6.com, Jakarta - Adab bangun tidur sesuai sunnah Rasulullah SAW menjadi teladan pedoman untuk membuka hari penuh berkah, sebagaimana diteladankan makhluk terbaik dan kekasih-Nya. Dalam pandangan Islam, bangun tidur berarti bangkit dari ‘kematian kecil’, yang semestinya disyukuri.
Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa ketika bermalam di rumah bibinya, Maimunah RA, ia menyaksikan Rasulullah SAW terbangun pada pertengahan malam, lalu duduk dan mengusap bekas kantuk di wajahnya dengan tangan (HR. Bukhari No. 183). Momen sederhana ini mengandung hikmah mendalam: kesadaran akan kembalinya ruh, syukur atas nikmat hidup, dan kesiapan menyambut amal di hari baru.
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam kitab Doa-Doa Pilihan Terbaik menempatkan doa bangun tidur sebagai salah satu doa harian yang paling utama. Sementara itu, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW secara khusus membahas sunnah-sunnah yang dilakukan Nabi SAW setelah bangun tidur, mulai dari bersiwak, membaca wirid, hingga berwudhu.
Advertisement
Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan lengkap adab bangun tidur mendeladani Rasulullah SAW, lengkap dengan doanya.
Adab Bangun Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
1. Mengusap Wajah dari Bekas Tidur
Salah satu sunnah pertama yang dilakukan Rasulullah SAW setelah bangun tidur adalah duduk sejenak dan mengusap wajah dengan kedua tangan. Ibnu Abbas RA meriwayatkan, "Rasulullah SAW bangun dari tidurnya lalu duduk, kemudian mengusap wajahnya dengan tangannya" (HR. Muslim).
Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar menyebutkan bahwa amalan ini termasuk sunnah yang dianjurkan (sunnah mustahab), karena mengandung hikmah menghilangkan sisa kantuk dan membantu tubuh beradaptasi dari kondisi istirahat menuju kesadaran penuh.
2. Membaca Doa Bangun Tidur
Rasulullah SAW senantiasa membaca doa setelah bangun tidur. Doa ini diriwayatkan oleh sejumlah sahabat, di antaranya Hudzaifah bin al-Yaman dan Al-Bara' bin Azib RA (HR. Bukhari No. 6312, Muslim No. 2711).
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa tidur itu mirip dengan kematian, sedangkan bangun tidur adalah kebangkitan kecil. Oleh karena itu, doa bangun tidur menjadi pembuka amalan di hari itu berupa mengingat tauhid dan perkataan yang baik.
3. Membaca Sepuluh Ayat Terakhir Surah Ali Imran
Dalam riwayat Ibnu Abbas RA, setelah mengusap wajah, Rasulullah SAW membaca sepuluh ayat terakhir dari Surah Ali Imran, yang diawali dengan firman Allah: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal" (QS. Ali Imran: 190) (HR. Ahmad No. 2201, Bukhari No. 183, Nasai No. 1631). Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim mencantumkan amalan ini sebagai bagian dari dzikir pagi yang sebaiknya tidak ditinggalkan.
4. Bersiwak atau Menggosok Gigi
Hudzaifah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW selalu membersihkan mulut dengan siwak ketika bangun malam (HR. Bukhari No. 245, Muslim No. 255). Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa bersiwak setelah bangun tidur adalah kali pertama dari empat waktu yang sangat dianjurkan untuk bersiwak, yaitu saat bangun tidur, sebelum berwudhu, sebelum shalat, dan sebelum masuk rumah. Anjuran ini diperkuat dengan sabda Nabi SAW, "Bersiwak itu membuat mulut menjadi bersih dan mendatangkan keridhaan Tuhan" (HR. Ahmad, An-Nasa'i).
5. Membersihkan Hidung Tiga Kali
Rasulullah SAW menganjurkan membersihkan hidung sebanyak tiga kali setelah bangun tidur. Beliau bersabda: "Apabila kalian bangun tidur maka bersihkan bagian dalam hidung tiga kali, karena setan bermalam di rongga hidungnya" (HR. Bukhari No. 3295, Muslim No. 238).
Syaikh Al-Forih menjelaskan bahwa sunnah ini dilakukan dengan cara menghirup air ke dalam hidung lalu menghembuskannya, sebagai bagian dari persiapan berwudhu.
6. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali
Rasulullah SAW melarang mencelupkan tangan ke dalam bejana air sebelum mencucinya tiga kali setelah bangun tidur. Beliau bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka jangan mencelupkan tangan (kalian) ke dalam bejana sebelum ia mencucinya tiga kali. Karena ia tidak mengetahui di mana letak tangannya semalam" (HR. Bukhari-Muslim).
Islam adalah agama yang mengajarkan kebersihan sedetail mungkin, bahkan sejak bangun tidur.
7. Berwudhu
Setelah membersihkan diri, Rasulullah SAW berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Sunnah ini disebutkan dalam hadits Al-Bara' bin Azib RA, di mana Nabi SAW bersabda: "Apabila kamu hendak beranjak menuju ke pembaringan, maka berwudhulah seperti wudhumu ketika hendak shalat" (HR. Bukhari No. 247, Muslim No. 2710).
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan secara rinci sunnah-sunnah dalam berwudhu, termasuk bersiwak, membaca basmalah, membasuh telapak tangan tiga kali, dan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan.
8. Bangun Sebelum Fajar
Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah (Permulaan Jalan Hidayah) menekankan bahwa adab pertama seorang Muslim ketika bangun tidur adalah berusaha sebisa mungkin untuk bangun sebelum terbit fajar.
Beliau menulis, "Hendaklah berusaha sebisa mungkin untuk bangun sebelum subuh. Hendaklah yang terlintas pertama kali dalam mulut dan hatinya adalah dzikir kepada Allah”.
Bacaan Doa Setelah Bangun Tidur
Doa yang diajarkan Rasulullah SAW setelah bangun tidur adalah sebagai berikut:
Arab: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ
Latin: Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami akan dikembalikan."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari (No. 6312) dan Imam Muslim (No. 2711) dari Hudzaifah bin al-Yaman dan Al-Bara' bin Azib RA. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ini mengandung pengakuan tauhid bahwa Allah-lah yang menghidupkan dan mematikan, serta keyakinan akan hari kebangkitan.
Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Hisnul Muslim mencantumkan doa ini sebagai dzikir pertama yang dibaca setelah bangun tidur.
Selain doa tersebut, terdapat doa lain yang diajarkan Nabi SAW ketika bangun tidur di malam hari, yaitu:
Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَدَّ عَلَيَّ رُوحِي، وَعَافَانِي فِي جَسَدِي، وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ
Latin: Alhamdulillaahil-ladzii rodda 'alayya ruuhii, wa 'aafaanii fii jasadii, wa adzina lii bidzikrih.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan ruhku, menyehatkan tubuhku, dan mengizinkanku untuk mengingat-Nya." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani)
Fadhilah Mengamalkan Adab Bangun Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
1. Mendapatkan Ampunan Dosa Sebanyak Buih di Laut
Dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada seorang hamba pun yang telah dikembalikan ruhnya oleh Allah lalu membaca 'Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli sya'in qodiir', melainkan segala dosanya diampuni oleh Allah meski sebanyak buih di laut" (HR. Ibnu As-Sunni). Syaikh Al-Forih menjelaskan bahwa zikir ini dibaca pada saat bangun tidur di malam hari, dan keutamaannya sangat luar biasa.
2. Doa yang Dikabulkan dan Shalat yang Diterima
Dalam hadits riwayat Ubadah bin Ash-Shamit RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang terbangun di malam hari lalu membaca zikir tertentu dan berdoa, maka doanya akan dikabulkan. Jika ia berwudhu lalu shalat, maka shalatnya akan diterima (HR. Bukhari No. 1154). Syaikh Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua kabar gembira: pertama, doa yang dipanjatkan setelah zikir bangun tidur akan diijabah; kedua, shalat yang dilakukan setelah berwudhu akan diterima oleh Allah SWT.
3. Terjaga dari Gangguan Setan Sepanjang Hari
Syaikh Al-Forih menjelaskan bahwa membaca doa dan zikir bangun tidur, terutama ayat Kursi dan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, akan menjaga seseorang dari gangguan setan hingga pagi hari. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah pada malamnya, maka kedua ayat itu sudah cukup (sebagai penjagaan baginya)" (HR. Bukhari No. 4008, Muslim No. 807).
4. Mendapatkan Pahala Sedekah bagi Setiap Persendian
Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih mengutip hadits dari Abu Dzar RA bahwa Nabi SAW bersabda: "Ketika memasuki pagi, setiap persendian kalian berhak atas sedekah, namun ketahuilah bahwa setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah... dan jumlah tersebut sudah bisa terpenuhi cukup dengan melakukan shalat sunnah dhuha dua rakaat" (HR. Muslim No. 720).
5. Mendapatkan Syafaat Nabi SAW di Hari Kiamat
Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Hisnul Muslim menyebutkan bahwa di antara keutamaan mengamalkan dzikir pagi setelah bangun tidur adalah mendapatkan syafaat Nabi SAW. Dalam hadits riwayat Ath-Thabrani, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari, dan sepuluh kali pada sore hari, maka ia mendapat syafaatku pada hari Kiamat" (HR. Ath-Thabrani).
6. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Ketenangan Hati
Membaca doa setelah bangun tidur merupakan ungkapan syukur atas nikmat kehidupan yang kembali diberikan Allah SWT. Tidur adalah gambaran kematian, dan bangun tidur adalah kebangkitan. Kesadaran ini menumbuhkan rasa syukur yang mendalam, sekaligus memperkuat tauhid dan keimanan. Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa ketika bangun tidur dilanjutkan dengan zikir, wudhu, dan shalat, maka akan membuat seseorang semangat dan baik raga dan jiwanya.
Pertanyaan Seputar Adab Bangun Tidur
1. Apa doa yang dibaca setelah bangun tidur?
Doa yang dibaca setelah bangun tidur adalah "Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur", yang artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami akan dikembalikan." Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
2. Mengapa Rasulullah SAW mengusap wajah setelah bangun tidur?
Rasulullah SAW mengusap wajah setelah bangun tidur untuk menghilangkan bekas kantuk dan membantu tubuh beradaptasi dari kondisi istirahat menuju kesadaran penuh. Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW duduk dan mengusap wajahnya dengan tangan (HR. Muslim). Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar menyebutkan bahwa amalan ini termasuk sunnah yang dianjurkan.
3. Apakah ada doa khusus ketika bangun tidur di malam hari?
Ya, ada doa khusus ketika bangun tidur di malam hari. Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW jika bangun tidur di malam hari membaca takbir 10 kali, tahmid 10 kali, subhaanallaahi wa bihamdih 10 kali, subhaanal qudduus 10 kali, istighfar 10 kali, tahlil 10 kali, lalu membaca "Allahumma inni a'uudzubika min dhiiqid dunya wa dhiiqi yawmil qiyaamah" (HR. Abu Daud).
4. Apa keutamaan membaca doa bangun tidur?
Keutamaan membaca doa bangun tidur antara lain: mendapatkan ampunan dosa sebanyak buih di laut (HR. Ibnu As-Sunni), doa yang dikabulkan dan shalat yang diterima (HR. Bukhari), terjaga dari gangguan setan, menumbuhkan rasa syukur, serta memperkuat tauhid dan keimanan. Syaikh Al-Forih menjelaskan bahwa zikir bangun tidur adalah benteng yang kokoh bagi seorang hamba.
5. Kapan waktu yang tepat untuk membaca doa bangun tidur?
Doa bangun tidur dibaca segera setelah seseorang sadar dari tidurnya, sebelum melakukan aktivitas lain. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW membaca doa ini ketika beliau bangun dari tidurnya. Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Hisnul Muslim mencantumkan doa ini sebagai dzikir pertama yang dibaca setelah bangun tidur, sebelum membaca dzikir pagi lainnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694399/original/071316700_1703154571-Stasiun_Senen_mulai_dipadati_pemudik_Nataru-ANGGA_10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325714/original/050754000_1786927542-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-17T074440.081.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4735779/original/010114200_1707186914-elizabeth-lies-PIQCA1ReSgU-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364860/original/074369300_1791076388-WhatsApp_Image_2026-10-04_at_08.09.32__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360233/original/060899500_1790601106-1000529674.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)