Liputan6.com, Jakarta - Doa pagi hari setelah Subuh merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam dan memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Waktu setelah shalat Subuh hingga terbitnya matahari adalah momen istimewa bagi setiap muslim untuk memanjatkan doa, berdzikir, dan bermunajat kepada Sang Pencipta.
"Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang" (QS. Al-Ahzab: 41-42).
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa zikir siang (an-nahar) yang paling utama adalah di waktu pagi usai Subuh, dan doa akan berpengaruh terhadap perilaku kita sepanjang hari. Beliau menegaskan bahwa orang yang diberi taufik oleh Allah sehingga dapat membaca keseluruhan dzikir pagi, jelas dia mendapatkan nikmat dan anugerah yang tak terkira, namun bila tidak sanggup, minimal mengusahakan membaca satu doa pagi saja.
Advertisement
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa setelah menunaikan shalat Subuh, terdapat rangkaian dzikir dan doa yang diajarkan langsung oleh Nabi SAW, mulai dari dzikir bangun tidur, bersiwak, berwudhu, hingga dzikir pagi yang penuh keberkahan.
Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim merinci urutan dzikir pagi yang shahih dari Nabi, termasuk membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas tiga kali setelah Subuh.
MERANGKUM berbagai sumber, artikel ini menyajikan panduan lengkap tentang doa pagi hari setelah subuh, mencakup bacaan Arab, Latin, terjemahan, tata cara, waktu pelaksanaan, serta keutamaannya berdasarkan dalil-dalil shahih dan penjelasan para ulama.
Kumpulan Doa Pagi Hari Setelah Subuh: Arab, Latin, dan Terjemahan
1. Doa Memohon Ilmu, Rezeki, dan Amal yang Diterima
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Latin: Allāhumma innī as'aluka 'ilman nāfi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.
Terjemahan: "Ya Allah, sungguh aku mohon kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima."
Doa ini diriwayatkan oleh Ummu Salamah RA dan tercantum dalam riwayat Ibnu Majah. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini adalah salah satu doa yang paling masyhur dibaca oleh Rasulullah SAW di waktu pagi.
Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebut sebagai doa yang paling komprehensif karena mencakup tiga kebutuhan utama manusia: ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan baik, serta amal yang diterima oleh Allah.
2. Doa Memasuki Waktu Pagi
Arab: اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
Latin: Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.
Terjemahan: "Ya Allah, dengan-Mu kami memasuki waktu pagi, dengan-Mu kami memasuki waktu sore, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan hanya kepada-Mu kami dibangkitkan."
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H, halaman 63). Dalam kitab tersebut, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa doa ini mengandung pengakuan total atas kekuasaan Allah dalam setiap fase kehidupan: pagi, sore, hidup, mati, dan kebangkitan.
Doa ini juga disebutkan dalam Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani sebagai salah satu doa yang paling sering dibaca Nabi.
3. Doa Memasuki Waktu Pagi (Riwayat Ibnu Mas'ud)
Arab: أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسْلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Latin: Ashbahnā wa ashbahal mulku lillāhi wal hamdu lillāhi, lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr. Rabbi, as'aluka khaira mā fī hādzihil lailata wa khaira mā ba'dahā, wa a'ūdzu bika min syarri mā fī hādzihil lailata wa syarri mā ba'dahā. Rabbi, a'ūdzu bika minal kasli wa sū'il kibari. A'ūdzu bika min 'adzābin fin nāri wa 'adzābin dil qabri.
Terjemahan: "Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan kebaikan sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur."
Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud dalam Shahih Muslim dan dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar. Dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, doa ini termasuk dalam rangkaian dzikir pagi yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat Subuh.
4. Sayyidul Istighfar
Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā 'abduka, wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'ūdzu bika min syarri mā shana'tu. Abū'u laka bi ni'matika 'alayya wa abū'u bi dzanbī. Faghfir lī fainnahu lā yaghfirudz dzunūba illā anta.
Terjemahan: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di waktu pagi dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga" (HR. Bukhari).
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa doa ini dinamakan Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar) karena maknanya yang sangat komprehensif, mencakup tauhid, pengakuan dosa, syukur nikmat, dan taubat dalam satu kalimat.
5. Tasbih dengan Bilangan yang Banyak
Arab: سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhānallāhi wa bihamdih (100x)
Terjemahan: "Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya." (100x)
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa, ketika pagi dan sore, membaca doa 'Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya' sebanyak seratus kali, maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih" (HR. Muslim).
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengutip hadits ini dan menjelaskan keutamaannya yang sangat besar bagi mereka yang mengamalkannya secara rutin.
6. Doa Perlindungan dari Segala Keburukan
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ
Latin: Allāhumma innī a'ūdzu bika minal kufri wal faqri wa 'adzābil qabri.
Terjemahan: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, kefakiran, dan azab kubur."
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa'i. Dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, doa ini disebutkan sebagai doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah sholat Subuh, karena mencakup perlindungan dari tiga hal yang sangat berbahaya bagi seorang hamba.
7. Doa Memohon Ampunan dan Rahmat
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Latin: Allāhumma innī zhalamtu nafsī zhulman katsīran wa lā yaghfirudz dzunūba illā anta faghfir lī maghfiratan min 'indika warhamnī innaka antal ghafūrur rahīm.
Terjemahan: "Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR. Bukhari dan Muslim)
8. Doa Memohon Keselamatan Lahir dan Batin
Arab: اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي بَدَنِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي سَمْعِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allāhumma 'āfinī fī badanī, Allāhumma 'āfinī fī sam'ī, Allāhumma 'āfinī fī basharī, lā ilāha illā anta.
Terjemahan: "Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Tiada tuhan melainkan Engkau."
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud. Dalam buku Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Sholat Fardhu, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling sering dibaca Nabi untuk memohon kesehatan lahir dan batin.
9. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanā ātinā fid dunyā hasanah wa fil ākhirati hasanah wa qinā 'adzāban nār.
Terjemahan: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)
Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi SAW. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ini menghimpun semua kebaikan dunia dan akhirat.
Tata Cara dan Waktu Doa Pagi Hari Setelah Subuh
Waktu Pelaksanaan
1. Setelah salat Subuh hingga sebelum matahari terbit
Waktu yang paling utama untuk membaca doa dan dzikir pagi adalah setelah melaksanakan salat Subuh hingga sebelum matahari terbit. Imam An-Nawawi dalam *Al-Adzkar* menjelaskan bahwa waktu pagi yang paling utama untuk berdzikir adalah setelah Subuh. Suasana yang masih tenang juga membantu seseorang lebih mudah menghadirkan hati dan menjaga kekhusyukan.
2. Dimulai sejak terbit fajar hingga sebelum matahari terbit
Secara umum, waktu dzikir pagi dimulai sejak masuk waktu Subuh, yakni sejak terbit fajar shadiq, hingga matahari terbit. Namun, waktu setelah salat Subuh dinilai lebih utama untuk mengamalkannya.
3. Boleh dilakukan ketika terlambat karena uzur
Apabila seseorang tidak sempat membaca doa atau dzikir pagi pada waktu utamanya karena suatu uzur, sebagian ulama memberikan kelonggaran untuk mengamalkannya hingga menjelang siang, sebelum masuk waktu Zhuhur.
Adab dan Tata Cara
1. Duduk di tempat salat setelah Subuh
Setelah menyelesaikan salat Subuh, dianjurkan tetap duduk di tempat salat untuk berdzikir dan berdoa. Hal ini berdasarkan hadis Jabir bin Samurah bahwa Rasulullah SAW setelah salat Subuh tetap duduk di tempatnya hingga matahari terbit. (HR. Muslim).
2. Menghadap kiblat
Ketika berdoa, dianjurkan menghadap kiblat. Hal ini sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam beberapa kesempatan ketika berdoa, termasuk ketika beliau berada di Arafah.
3. Mengawali doa dengan hamdalah, istighfar, dan shalawat
Sebelum menyampaikan permohonan kepada Allah SWT, hendaknya seorang Muslim memuji Allah, memohon ampun, kemudian membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Urutan ini merupakan bagian dari adab berdoa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para sahabat.
4. Berdoa dengan suara lembut dan penuh kerendahan hati
Doa sebaiknya dipanjatkan dengan suara yang tidak berlebihan, disertai sikap tawaduk, takut kepada Allah, dan penuh pengharapan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 55 agar hamba-Nya berdoa dengan merendahkan diri dan suara yang lembut.
5. Yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa
Ketika berdoa, seorang Muslim dianjurkan memiliki prasangka baik kepada Allah SWT dan yakin bahwa doanya didengar. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Allah mengikuti prasangka hamba-Nya kepada-Nya. Karena itu, doa hendaknya disertai keyakinan, bukan keraguan terhadap rahmat dan pertolongan Allah.
6. Membaca dzikir dengan khusyuk dan menghadirkan hati
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam *Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW* menekankan pentingnya membaca dzikir dengan khusyuk, menghadirkan hati, serta berusaha memahami makna setiap bacaan. Dengan demikian, dzikir tidak hanya menjadi rutinitas lisan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah.
7. Memvariasikan bacaan dzikir
Agar tidak mudah merasa bosan dan kekhusyukan tetap terjaga, bacaan dzikir pagi dapat divariasikan sesuai tuntunan yang bersumber dari hadis. Dengan memahami kandungan masing-masing bacaan, seseorang dapat menjalankan dzikir dengan lebih sadar dan tidak sekadar mengulang lafaz secara rutin.
Keutamaan Doa Pagi Hari Setelah Subuh
1. Mendapatkan Pahala Setara Haji dan Umrah
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang salat Subuh berjamaah kemudian duduk berzikir hingga matahari terbit kemudian salat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna" (HR. Tirmidzi).
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini secara umum menunjukkan keutamaan memperbanyak zikir selepas Subuh, dan kata kaanaa dalam hadits tersebut menunjukkan sebuah peristiwa yang menjadi kebiasaan dan sering dilakukan.
2. Diampuni Dosa Meskipun Sebanyak Buih di Lautan
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa duduk di tempat sholatnya ketika selesai shalat Subuh hingga ia bertasbih dan shalat dua rakaat Dhuha, tidak mengucapkan kecuali kebaikan, maka diampuni dosa-dosanya meskipun lebih banyak dari buih di lautan".
Dalam hadits lain, membaca istighfar 100 kali pada pagi dan petang akan dihapuskan dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.
3. Mendapatkan Perlindungan dari Segala Keburukan
Dalam buku Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa dzikir yang dibaca secara rutin dapat menjaga seorang hamba dari berbagai keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Sementara itu, dalam hadis riwayat Sunan Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda bahwa membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas di pagi dan petang dapat mencukupi seseorang dari segala sesuatu.
4. Mendapatkan Ketenangan Hati dan Kesehatan Jiwa
Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28). Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap
Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.
5. Doa yang Mustajab
Waktu setelah Subuh termasuk waktu yang penuh keberkahan dan termasuk saat yang mustajab untuk berdoa. Para ulama menjelaskan bahwa doa yang dilakukan di waktu ini memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
6. Dicatat sebagai Amal Shalih yang Besar
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa zikir pada waktu pagi termasuk amalan utama yang sangat dianjurkan, dan mengawali hari dengan mengingat Allah akan memengaruhi arah aktivitas dan membentuk karakter seorang Muslim sepanjang hari.
7. Mendapatkan Syafaat Nabi di Hari Kiamat
Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari dan sepuluh kali pada sore hari, maka ia mendapat syafaatku pada hari Kiamat" (HR. At-Thabrani).
8. Mendapatkan Jaminan Masuk Surga
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin (Subuh dan Ashar) maka dia akan masuk surga" (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain, membaca Sayyidul Istighfar di waktu pagi dengan penuh keyakinan dan meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga.
9. Membuka Pintu Rezeki dan Keberkahan
Rasulullah SAW secara khusus mendoakan keberkahan bagi umatnya di waktu pagi: "Ya Allah, berkahilah untuk umatku di waktu paginya" (HR. Ahmad). Doa memohon rezeki yang baik (rizqan thayyiban) yang dibaca setelah Subuh menjadi sebab dibukanya pintu rezeki yang halal dan penuh keberkahan.
10. Terjaga dari Gangguan Setan dan Jin
Dzikir pagi berfungsi sebagai benteng yang melindungi seorang hamba dari gangguan setan dan jin. Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa zikir pagi dan sore ibarat baju besi; semakin banyak lapisan lempengnya, semakin kuat perlindungan yang diberikan.
Pertanyaan Seputar Doa Setelah Sholat Subuh
1. Apa saja doa yang dibaca setelah sholat Subuh?
Doa yang dibaca setelah sholat Subuh antara lain doa memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima (Allāhumma innī as'aluka 'ilman nāfi'an...), doa Allāhumma bika ashbahnā..., Sayyidul Istighfar, tasbih 100 kali, dan doa-doa perlindungan yang diajarkan Nabi SAW.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa pagi setelah Subuh?
Waktu terbaiknya adalah setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari terbit (bukroh). Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa zikir siang yang paling utama adalah di waktu pagi usai Subuh. Jika terlewat, sebagian ulama membolehkan membacanya hingga menjelang siang.
3. Apa keutamaan berdzikir setelah sholat Subuh?
Keutamaan berdzikir setelah sholat Subuh antara lain mendapatkan pahala setara haji dan umrah sempurna (HR. Tirmidzi), diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan, mendapatkan perlindungan dari segala keburukan, dan doa yang mustajab.
4. Apakah doa setelah Subuh harus dibaca dengan suara keras?
Tidak, doa setelah Subuh dianjurkan untuk dibaca dengan suara yang lembut dan penuh rasa takut serta harap, sebagaimana firman Allah: "Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut" (QS. Al-A'raf: 55).
5. Apakah boleh membaca doa pagi setelah matahari terbit?
Sebagian ulama membolehkan membaca dzikir pagi setelah matahari terbit hingga sebelum waktu Zhuhur, meskipun pahala keutamaan waktu utamanya telah hilang. Waktu yang paling utama tetap setelah Subuh hingga sebelum matahari terbit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360863/original/067393500_1758767787-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-09-25T090726.096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405874/original/079886700_1762501732-Berdoa.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)