Desil Bukan Cuma Soal Gaji, Ini Faktor yang Menentukan

Desil tidak hanya ditentukan berdasarkan penghasilan. Pemerintah juga melihat pekerjaan, pendidikan, rumah, listrik, dan kepemilikan aset.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas skema penataan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite agar tepat sasaran. Salah satunya melalui wacana melarang masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 9 dan desil 10 untuk mengonsumsi BBM bersubsidi tersebut.

Untuk diketahui, penentuan desil tidak hanya ditentukan berdasarkan penghasilan. Pemerintah menggunakan sejumlah variabel sosial dan ekonomi untuk menentukan posisi kesejahteraan suatu keluarga dalam pemeringkatan nasional.

Desil merupakan pengelompokan keluarga menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Karena itu, besarnya penghasilan seseorang tidak secara otomatis menentukan apakah keluarga tersebut masuk desil 1, 5, 9, atau 10.

Dikutip dari Antara, Selasa (18/8/2026), data Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos) mencakup sejumlah variabel dalam menggambarkan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Variabel tersebut antara lain pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, dan kepemilikan aset.

Artinya, penentuan desil melihat kondisi keluarga secara lebih menyeluruh, bukan sekadar angka pendapatan.

Data desil saat ini menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut digunakan pemerintah sebagai salah satu basis untuk menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial.

Karena kondisi sosial ekonomi keluarga dapat berubah, posisi desil juga dapat berubah seiring dengan pembaruan data.

Masyarakat dengan penghasilan tertentu belum tentu otomatis berada pada desil tertentu. Kondisi pekerjaan, tempat tinggal, daya listrik, pendidikan, dan aset juga masuk dalam variabel yang digunakan untuk pemeringkatan.

 

Contoh Faktor yang Dinilai

Ada sejumlah faktor yang perlu dipahami masyarakat ketika melihat istilah desil.

  • Pekerjaan: kondisi pekerjaan menjadi salah satu variabel sosial ekonomi yang tercatat.
  • Pendidikan: tingkat pendidikan termasuk dalam informasi yang digunakan dalam data.
  • Kondisi tempat tinggal: keadaan perumahan menjadi bagian dari gambaran kesejahteraan keluarga.
  • Daya listrik: penggunaan atau daya listrik menjadi salah satu variabel yang tercakup dalam data.
  • Kepemilikan aset: aset yang dimiliki keluarga turut menjadi bagian dari data sosial ekonomi.

Dengan mempertimbangkan berbagai variabel tersebut, posisi desil menggambarkan pemeringkatan kesejahteraan keluarga dalam data pemerintah.

Kaitannya dengan Bansos

Data desil juga digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran bantuan sosial.

Desil 1 sampai 4 dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako, sedangkan desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.

Namun, posisi desil tidak otomatis membuat seseorang menjadi penerima bansos.

Setiap program memiliki kriteria dan mekanisme penetapan penerima masing-masing. Karena itu, seseorang yang masuk desil tertentu belum tentu mendapatkan seluruh jenis bantuan sosial.

Desil 9 dan 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi. Desil 10 merupakan 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam pemeringkatan.

 

Desil Dapat Berubah

Posisi desil keluarga tidak bersifat permanen. Hal ini karena kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah dari waktu ke waktu.

Perubahan pekerjaan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, kepemilikan aset, pendidikan, atau faktor sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi data yang digunakan dalam pemeringkatan.

Karena itu, seseorang yang saat ini berada pada desil tertentu dapat mengalami perubahan posisi setelah data sosial ekonominya diperbarui.

Masyarakat yang merasa data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat melakukan pembaruan melalui mekanisme yang disediakan pemerintah sesuai ketentuan.

Data yang telah diperbarui kemudian dapat dihitung kembali untuk menghasilkan pemeringkatan yang lebih sesuai dengan kondisi terbaru.

 

Jadi, Desil Bukan Ukuran Gaji

Dengan demikian, desil sebaiknya tidak dipahami sebagai kategori yang hanya ditentukan dari besarnya gaji atau penghasilan.

Desil merupakan hasil pemeringkatan berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga dengan menggunakan sejumlah variabel.

Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak keliru mengartikan angka desil, terutama ketika data tersebut digunakan sebagai salah satu dasar dalam penentuan sasaran program bantuan sosial.

Dengan mengetahui faktor yang memengaruhi desil, masyarakat juga dapat memahami mengapa dua keluarga dengan penghasilan yang terlihat serupa belum tentu memiliki posisi desil yang sama.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6