5.353 UMKM Cirebon Dibantu Melek Digital, Ini Tujuannya

Pemerintah Kota Cirebon dan Grab-OVO memperkuat daya saing ribuan UMKM di kawasan strategis Pantura lewat pemanfaatan teknologi digital.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cirebon memiliki potensi ekonomi yang sangat besar karena berada di jalur strategis Pantai Utara (Pantura) Jawa sekaligus menjadi bagian dari kawasan Metropolitan Rebana. Aktivitas ekonomi di wilayah ini terutama ditopang oleh sektor perdagangan, jasa, akomodasi, serta makanan dan minuman.

Pemerintah Kota Cirebon mencatat terdapat sebanyak 5.353 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Sektor perdagangan dan jasa sendiri memberikan kontribusi signifikan sebesar 27,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Cirebon.

Potensi besar tersebut dinilai dapat terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat ekosistem usaha lokal serta memperluas akses ekonomi.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan bahwa pengembangan ekonomi daerah perlu mempertimbangkan keterhubungan Cirebon dengan wilayah lain dalam kawasan metropolitan, termasuk dalam membuka lebih banyak peluang bagi para pelaku UMKM.

"Kami melihat Cirebon bukan hanya sebagai satu wilayah administratif, tetapi sebagai bagian dari kawasan metropolitan yang terhubung dengan Indramayu, Kuningan, dan Majalengka," jelas Iing di acara Kota Masa Depan Grab-OVO yang berlangsung di Kantor Wali Kota Cirebon, Kamis malam (1/10/2026).

Iing melanjutkan, pihaknya ingin Cirebon menjadi bagian utama yang menggerakkan perekonomian kawasan, salah satunya lewat pembukaan akses yang lebih luas bagi UMKM.

"Kehadiran program Kota Masa Depan #BeraniDigital dari Grab dan OVO menunjukkan bagaimana teknologi dapat menghubungkan masyarakat dan aktivitas ekonomi lintas kabupaten dan kota. Kami berharap Cirebon dapat terus menjadi penggerak UMKM dan sektor usaha lainnya sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri UMKM Hasby M. Zamri bersama Iing Daiman dan Direktur Grab Indonesia Richard Aditya turut berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM dan Mitra Pengemudi di Cirebon.

Para pelaku usaha membagikan pengalaman mereka dalam memanfaatkan teknologi digital, mulai dari memperluas jangkauan pelanggan hingga meningkatkan peluang penjualan harian.

 

Perluasan Program Kota Masa Depan

Direktur Grab Indonesia Richard Aditya menjelaskan bahwa perluasan program Kota Masa Depan #BeraniDigital ke Cirebon merupakan bagian dari komitmen Grab dan OVO untuk mendekatkan akses teknologi serta pengembangan kapasitas bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

"Setiap kota memiliki karakter dan potensi usaha yang berbeda. Di Cirebon, kami melihat peluang besar untuk membantu pengusaha UMKM memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan bisnis mereka—baik untuk menjangkau pelanggan, meningkatkan produktivitas, maupun mengelola usaha secara efisien," ujar Richard.

Sebagai informasi, program Kota Masa Depan #BeraniDigital sebelumnya telah hadir di sejumlah kota di Indonesia, seperti Kudus pada akhir 2025 dan Banjarmasin pada 2026.

Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 200.000 UMKM di berbagai kota dan membantu lebih dari 5.200 pedagang pasar tradisional melakukan digitalisasi melalui inisiatif GrabMart Pasar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6