Liputan6.com, Jakarta Kalender Islam didasarkan pada peredaran bulan, di mana setiap bulan baru dimulai ketika bulan sabit (hilal) terlihat di akhir bulan sebelumnya. Bagi umat Muslim di Indonesia, memahami kalender Islam bulan Juli menjadi kebutuhan penting untuk merencanakan ibadah serta menandai momen-momen keagamaan yang jatuh pada bulan tersebut.
Pada tahun 2026, kalender Islam bulan Juli mencakup dua bulan Hijriah sekaligus, yakni akhir Muharram dan awal Safar 1448 H. Tahun 2026 Masehi bertepatan dengan dua tahun dalam kalender Hijriah, yaitu 1447 Hijriah dan 1448 Hijriah.
Kalender Islam terdiri dari 12 bulan yang memiliki 354-355 hari, berbeda dengan kalender Masehi yang terdiri dari 365-366 hari. Umat Muslim di seluruh dunia menggunakan kalender Islam untuk menentukan tanggal perayaan keagamaan dan ibadah. Perbedaan mendasar inilah yang membuat konversi antara kalender Masehi dan Hijriah perlu dipahami dengan baik, termasuk saat memasuki bulan Juli.
Advertisement
Pengertian Kalender Islam dan Sistem Penanggalan Hijriah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4104854/original/037203900_1659064080-6398519.jpg)
Kalender Islam, yang juga dikenal sebagai kalender Hijriah, merupakan sistem penanggalan berbasis lunar (bulan) yang digunakan oleh umat Muslim untuk menentukan waktu pelaksanaan ibadah, hari besar keagamaan, dan berbagai momen penting dalam kehidupan. Kalender ini terdiri dari 12 bulan lunar, yang masing-masing dimulai dengan penampakan bulan baru, sehingga tahun Hijriah sekitar 10-12 hari lebih pendek dibandingkan tahun Masehi. Perbedaan durasi inilah yang menyebabkan tanggal-tanggal dalam kalender Islam terus bergeser jika dibandingkan dengan penanggalan Masehi setiap tahunnya.
Era kalender Islam dikenal dengan sebutan Hijri Era, yang dilambangkan dengan AH (Anno Hegirae, atau "Di Tahun Hijrah"). Dilansir dari TimeandDate.com, "astronom Iran Al-Biruni (973-1048 M) menyatakan bahwa Khalifah Umar memperkenalkan sistem perhitungan tahun Islam pada tahun 638 M." Peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M menjadi titik awal penanggalan ini.
Kalender Islam diatur oleh pergerakan bulan, yang berarti setiap bulan dimulai dengan siklus lunar baru, ditandai oleh 'kelahiran' bulan sabit baru, sehingga durasinya berkisar antara 29 hingga 30 hari. Berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan tahun kabisat untuk menyesuaikan diri dengan orbit bumi, kalender Islam sepenuhnya terlepas dari musim astronomis yang ditandai oleh ekuinoks dan solstis.
Karena sifatnya yang murni lunar, bulan-bulan Islam berputar melewati seluruh musim dalam siklus sekitar 33 tahun. Hal ini berarti ibadah seperti puasa Ramadan atau pelaksanaan haji dialami umat Muslim dalam berbagai kondisi cuaca yang berbeda dari generasi ke generasi. Kalender Islam didasarkan pada siklus sinodik lunar, yang rata-rata berlangsung sekitar 29,53 hari.
Advertisement
Kalender Islam Bulan Juli 2026: Konversi Tanggal Lengkap
Mengetahui konversi tanggal antara kalender Masehi dan Hijriah sangat penting bagi umat Muslim yang ingin menjalankan ibadah sesuai waktunya. Berdasarkan data dari situs Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) serta kalender yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, sebagian besar bulan Juli 2026 berada dalam rentang akhir Muharram hingga pertengahan Safar 1448 Hijriah. Awal Muharram 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026, dan bulan Muharram berlangsung selama 30 hari yang berakhir pada Rabu, 15 Juli 2026.
Berikut konversi kalender Islam bulan Juli 2026 secara lengkap:
- 1 Juli 2026 - 16 Muharram 1448 H
- 2 Juli 2026 - 17 Muharram 1448 H
- 3 Juli 2026 - 18 Muharram 1448 H
- 4 Juli 2026 - 19 Muharram 1448 H
- 5 Juli 2026 - 20 Muharram 1448 H
- 6 Juli 2026 - 21 Muharram 1448 H
- 7 Juli 2026 - 22 Muharram 1448 H
- 8 Juli 2026 - 23 Muharram 1448 H
- 9 Juli 2026 - 24 Muharram 1448 H
- 10 Juli 2026 - 25 Muharram 1448 H
- 11 Juli 2026 - 26 Muharram 1448 H
- 12 Juli 2026 - 27 Muharram 1448 H
- 13 Juli 2026 - 28 Muharram 1448 H
- 14 Juli 2026 - 29 Muharram 1448 H
- 15 Juli 2026 - 30 Muharram 1448 H
- 16 Juli 2026 - 1 Safar 1448 H
- 17 Juli 2026 - 2 Safar 1448 H
- 18 Juli 2026 - 3 Safar 1448 H
- 19 Juli 2026 - 4 Safar 1448 H
- 20 Juli 2026 - 5 Safar 1448 H
- 21 Juli 2026 - 6 Safar 1448 H
- 22 Juli 2026 - 7 Safar 1448 H
- 23 Juli 2026 - 8 Safar 1448 H
- 24 Juli 2026 - 9 Safar 1448 H
- 25 Juli 2026 - 10 Safar 1448 H
- 26 Juli 2026 - 11 Safar 1448 H
- 27 Juli 2026 - 12 Safar 1448 H
- 28 Juli 2026 - 13 Safar 1448 H
- 29 Juli 2026 - 14 Safar 1448 H
- 30 Juli 2026 - 15 Safar 1448 H
- 31 Juli 2026 - 16 Safar 1448 H
Perlu dicatat bahwa tanggal-tanggal di atas bersifat perkiraan dan dapat berbeda satu hingga dua hari tergantung pada metode yang digunakan. Variasi penetapan awal bulan terjadi karena perbedaan geografi, cuaca, dan perbedaan yurisprudensi, sehingga beberapa negara mengandalkan komite pengamatan bulan nasional sementara yang lain mengadopsi pendekatan pengamatan global atau perhitungan astronomis.
Baca juga: Tahun Baru Hijriah 2026 Jatuh pada 16 Juni, Ini Detail Penetapannya
Keutamaan Bulan Muharram yang Jatuh pada Kalender Islam Bulan Juli
Paruh pertama Juli 2026 masih berada dalam cakupan bulan Muharram 1448 H, bulan pertama dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan sangat mulia. Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam dan merupakan salah satu dari empat bulan suci di mana peperangan dilarang. Nama "Muharram" sendiri berasal dari kata "haram" yang bermakna "terlarang" atau "dihormati", mengisyaratkan betapa agungnya kedudukan bulan ini dalam syariat.
Pada tanggal sepuluh Muharram dikenal sebagai Asyura, hari peringatan penting dalam Islam; bagi Muslim Sunni, hari tersebut memperingati terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa dan keselamatan Bani Israil. Momen ini menjadikan bulan Muharram sarat dengan nilai historis dan spiritual. Muharram sering dikaitkan dengan refleksi, pembaruan, dan disiplin spiritual bagi umat Muslim.
Keutamaan puasa di bulan Muharram pun sangat besar. Keistimewaan puasa di bulan ini ditegaskan dalam hadis riwayat Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda:
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR. Muslim)
Meskipun peristiwa besar Muharram seperti puasa Tasu'a dan Asyura jatuh pada akhir Juni 2026, semangat ibadah di sisa Muharram yang memasuki bulan Juli tetap sangat dianjurkan. Umat Islam dapat memperbanyak puasa sunnah, sedekah, dan membaca Al-Qur'an sepanjang sisa Muharram sebagai wujud penghambaan kepada Allah SWT.
Baca juga: Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura di Bulan Muharam
Advertisement
Memasuki Bulan Safar: Transisi di Pertengahan Kalender Islam Bulan Juli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3295133/original/063123700_1605234661-pexels-photo-1071968__1_.jpeg)
Berdasarkan dokumen resmi Kalender Hijriah Indonesia 2026, tanggal 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Transisi dari Muharram ke Safar di pertengahan Juli ini menandai perjalanan umat Islam memasuki bulan kedua dalam tahun Hijriah. Kalender Islam bulan Juli 2026 dengan demikian memiliki keunikan tersendiri karena mencakup dua bulan Hijriah sekaligus.
Safar adalah bulan kedua dalam kalender Islam, yang mengikuti Muharram dan mendahului Rabi al-Awwal. Kata Safar memiliki akar linguistik dalam bahasa Arab dan berasal dari kata 'sifr' yang berarti 'kosong' atau 'hampa' nama ini mengindikasikan kebiasaan Arab pra-Islam yang mengosongkan rumah mereka dan berpindah pada bulan tersebut.
Salah satu hal yang perlu diluruskan terkait bulan Safar adalah mitos kesialan yang masih dipercaya oleh sebagian kalangan masyarakat. Sebelum datangnya Islam, bulan Safar diselimuti takhayul dan ketakutan; masyarakat Arab pra-Islam mengasosiasikan Safar dengan nasib buruk dan musibah, sehingga mereka percaya bahwa ini adalah waktu yang tidak baik untuk memulai usaha baru atau menikah. Namun, Islam secara tegas menolak keyakinan ini.
Safar tidak memiliki konotasi negatif dan tidak memuat ritual wajib tertentu. Rasulullah SAW sendiri telah membantah mitos kesialan bulan Safar. Sebagaimana dikutip dari Muslim Hands USA, "ajaran ini merupakan perubahan signifikan dari periode pra-Islam, meyakinkan umat Muslim bahwa Safar bukanlah bulan kejahatan melainkan bagian dari siklus waktu yang ditetapkan Allah.
Baca juga: Safar Itu Bulan Sial, Mitos atau Fakta?
Jadwal Puasa Sunnah dan Amalan di Bulan Juli 2026
Memasuki kalender Islam bulan Juli 2026, terdapat beberapa amalan sunnah yang dapat dikerjakan oleh umat Muslim. Meski puasa Asyura dan Tasu'a telah berlalu di akhir Juni, berbagai ibadah sunnah lainnya tetap bisa dilaksanakan sepanjang bulan ini. Berikut jadwal puasa sunnah yang dapat dikerjakan selama Juli 2026:
- Puasa Senin-Kamis: Puasa sunnah rutin yang dapat diamalkan setiap pekan. Pada Juli 2026, hari Senin jatuh pada tanggal 6, 13, 20, dan 27 Juli, sedangkan hari Kamis jatuh pada tanggal 2, 9, 16, 23, dan 30 Juli.
- Puasa Ayyamul Bidh Safar: Puasa tiga hari di pertengahan bulan Hijriah (tanggal 13, 14, dan 15). Untuk bulan Safar 1448 H, puasa Ayyamul Bidh diperkirakan jatuh pada 28, 29, dan 30 Juli 2026.
- Memperbanyak sedekah dan membaca Al-Qur'an: Amalan ini dianjurkan sepanjang waktu dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Puasa Daud: Bagi yang mampu, puasa selang-seling (sehari puasa, sehari tidak) menjadi tingkatan puasa sunnah yang sangat utama.
Safar menjadi bulan yang baik untuk merefleksikan Muharram dan melanjutkan kebaikan serta kebiasaan yang dimulai di awal tahun Islam. Meskipun tidak memiliki ibadah khusus layaknya Muharram, bulan Safar tetap menjadi waktu yang tepat untuk istiqamah dalam ketaatan.
Baca juga: Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 H
Advertisement
Mengapa Penting Memahami Kalender Islam Setiap Bulan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4270292/original/089440700_1671764205-masjid-pogung-dalangan-DdMZbKFFbaU-unsplash.jpg)
Keberadaan kalender Islam bukan sekadar alat penanda waktu, melainkan identitas peradaban yang memiliki dimensi spiritual mendalam. Kalender lunar memperkuat identitas Islam dan kesatuan umat, menawarkan irama spiritual dalam kehidupan yang melampaui batas nasional dan budaya. Memahami konversi kalender Islam bulan Juli dan bulan-bulan lainnya membantu umat Muslim merencanakan ibadah, kegiatan sosial, dan momen keagamaan secara lebih terstruktur.
Karena kalender Islam terlepas dari musim, bulan-bulannya mundur melalui seluruh tahun Masehi dalam periode sekitar 33 tahun -- ini berarti umat Muslim menjalankan ibadah seperti Ramadan dan Haji di semua musim, kadang di hari-hari panjang yang panas, kadang di hari-hari pendek yang sejuk. Situs DateKeep.net menyebut hal ini sebagai bentuk keadilan ilahiah yang memastikan semua umat merasakan ibadah dalam kondisi yang beragam.
Empat bulan dalam kalender Islam dianggap suci, dan dilarang berperang di dalamnya; sebagaimana disebutkan dalam riwayat dari Nabi (SAW) yang terdapat dalam Bukhari (3197), bulan-bulan tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Dalam konteks Indonesia, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia telah merilis kalender Islam 2026 sebagai acuan resmi yang memuat penanggalan Hijriyah serta prediksi hari-hari besar keagamaan. Dokumen ini menjadi rujukan utama bagi perencanaan ibadah dan kegiatan sosial umat Muslim di Tanah Air.
Tahun Hijriah bergerak melalui semua musim; misalnya, Ramadan dapat jatuh di bulan Juli dalam satu dekade dan di bulan Januari pada dekade berikutnya. Inilah mengapa pembaruan pengetahuan tentang kalender Islam setiap bulan, termasuk kalender Islam bulan Juli, menjadi hal yang niscaya bagi setiap Muslim.
Baca juga: Kapan 1 Muharram 2026? Simak Jadwal dan Keutamaannya
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kalender Islam Bulan Juli
Juli 2026 bertepatan dengan bulan apa dalam kalender Islam?
Bulan Juli 2026 dalam penanggalan Masehi bertepatan dengan dua bulan dalam kalender Hijriah. Paruh pertama Juli (1-15 Juli) masih masuk dalam bulan Muharram 1448 H, sementara paruh kedua (16-31 Juli) sudah memasuki bulan Safar 1448 H. Tanggal 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 16 Juli 2026 berdasarkan ketetapan Kemenag RI.
Apa saja amalan sunnah yang bisa dikerjakan di bulan Juli 2026?
Umat Muslim dapat mengerjakan berbagai amalan sunnah selama Juli 2026, antara lain puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh pada pertengahan bulan Safar (diperkirakan tanggal 28-30 Juli), memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, dan melakukan dzikir harian. Berpuasa selama Safar juga merupakan kebajikan, sebagaimana berpuasa di waktu lainnya, begitu pula membantu tetangga, memberi makan orang miskin, dan bersedekah.
Apakah bulan Safar yang jatuh di pertengahan Juli membawa kesialan?
Tidak. Anggapan bahwa bulan Safar membawa kesialan merupakan warisan keyakinan masyarakat Arab Jahiliah yang telah dibantah tegas oleh Rasulullah SAW. Ulama Islam menegaskan bahwa Safar sama seperti bulan lainnya, berada di bawah kehendak Allah, dan tidak secara inheren membawa nasib buruk atau kemalangan. Umat Islam dianjurkan untuk tetap beribadah dan beraktivitas seperti biasa tanpa terpengaruh oleh mitos yang tidak memiliki landasan syariat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719466/original/063211900_1782813074-p9xVfLWstN1erdTRhB90OGdiUvd1bPfbgIkXtFeU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430878/original/058976400_1618561327-20210416-Itikaf-Masjid-Kubah-Emas-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4270292/original/089440700_1671764205-masjid-pogung-dalangan-DdMZbKFFbaU-unsplash.jpg)