Shalat Safar Berapa Rakaat? Simak Penjelasan Dalil dan Penjelasan Ulama

Islam menganjurkan setiap muslim memulai perjalanan dengan memperbanyak doa dan ibadah

Diterbitkan 03 Juli 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Shalat safar berapa rakaat menjadi pertanyaan yang kerap diajukan oleh kalangan awam sebelum melakukan perjalanan jauh. Pertanyaan ini penting dijawab mengingat masih banyak yang mencampuradukkan antara shalat sunnah safar dengan shalat qashar bagi musafir. Padahal, keduanya memiliki tujuan, hukum, serta jumlah rakaat yang berbeda.

Dalam pembahasan fiqih, istilah ‘shalat safar’ merujuk pada dua hal yang berbeda: shalat sunnah safar yang dikerjakan sebelum berangkat bepergian, dan shalat qashar yang merupakan keringanan bagi musafir dalam melaksanakan shalat fardhu. Kali ini, kita akan membahas sholat safar dalam pengertian sunnah safar.

Islam menganjurkan setiap muslim memulai perjalanan dengan memperbanyak doa dan ibadah, termasuk melaksanakan shalat sunnah safar. Kesunnahan amalan ini didasarkan pada sejumlah hadits, di antaranya riwayat Anas bin Malik RA yang menerangkan bahwa Rasulullah SAW meninggalkan suatu tempat dengan mengerjakan shalat dua rakaat.

Merujuk ebook Panduan Musafir, Adab dan Hukum Safar, karya Abdullah Haidir, Buku Tuntunan Shalat Musafir Plus Panduan Ibadah Musafir Lainnya, karya Aulia Fadhli, serta sumber lainnya, berikut ini ulasan selengkapnya.

Jumlah Rakaat Shalat Safar

Rakaat Shalat Sunnah Safar

Shalat sunnah safar dikerjakan sebanyak dua rakaat. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam berbagai sumber fiqih dan hadits Nabi Muhammad SAW. "Sungguh, Nabi Muhammad SAW tidak tinggal di suatu tempat kecuali meninggalkan tempat tersebut dengan shalat dua rakaat." (HR Anas bin Malik).

Selain itu, terdapat hadis lainnya: "Tidak ada sesuatu yang lebih utama untuk ditinggalkan seorang hamba bagi keluarganya, daripada dua rakaat yang dia kerjakan di tengah (tempat) mereka ketika hendak melakukan perjalanan." (HR ath-Thabrani), dan "Jika engkau keluar dari rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat, yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah." (HR al-Baihaqi).

Dalam Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, Imam Nawawi menjelaskan bahwa shalat sunnah safar disunnahkan bagi orang yang hendak bepergian dan dapat dikerjakan sebelum berangkat. Beliau juga menganjurkan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

Sementara dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menganjurkan membaca Ayat Kursi sebelum keluar rumah sebagai doa memohon keselamatan selama perjalanan.

Rakaat Shalat Qashar bagi Musafir

Untuk memahami sholat safar dalam pengertian sunnah dan safar dalam pengertian rukhsah perjalanan, berikut ini adalah penjelasan sholat qadhar. Qashar secara bahasa berarti memendekkan atau meringkas.

Dalam istilah fiqih, qashar adalah meringkas shalat yang berjumlah empat rakaat menjadi dua rakaat. Shalat yang dapat diqashar adalah shalat Zuhur, Ashar, dan Isya.

Seorang musafir yang memenuhi syarat diperbolehkan meringkas shalat empat rakaat menjadi dua rakaat. Hal ini berdasar firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 101, yang artinya: "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalat(mu)..."

Dalam beberapa hadis, Rasulullah juga menjelaskan mengenai rukhsah untuk musafir ini. "Sesungguhnya Allah mewajibkan shalat melalui lisan Nabi saw; untuk musafir: 2 rakaat, untuk mukim: 4 rakaat, dan shalat khauf (ketika perang) dengan 1 rakaat." (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Hukum Shalat Sunnah Safar

Berdasarkan dalil-dalil hadits yang sahih, shalat safar hukumnya sunnah (dianjurkan). Kesunnahan ini berlaku bagi setiap muslim yang akan melakukan perjalanan. Shalat sunnah safar dianjurkan untuk dikerjakan secara sendirian (munfarid) tanpa berjamaah sebelum meninggalkan rumah.

Murtadha Zabidi dalam kitab Ithāf as-Sādah al-Muttaqīn, Jilid VI, halaman 403, mengatakan ketika hendak keluar dari rumah, ia dianjurkan melaksanakan salat dua rakaat atau empat rakaat untuk tujuan safar. Adapun salat dua rakaat, itulah yang secara tegas dinyatakan (sebagai anjuran) dalam mazhab Imam Syafi'i.

Imam As-Suyuthi di dalam kitabnya, Jam'ul Jawami', menjelaskan bahwa ibadah ini merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Beliau menyandarkan penjelasannya pada hadis riwayat Al-Baihaqi.

Rasulullah SAW bersabda: "Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua rakaat, yang akan menghindarkanmu dari keburukan di luar rumah. Dan jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua rakaat, yang akan menghindarkanmu dari keburukan di dalam rumah."

Para ulama memandang ibadah ini sebagai gerbang permohonan penjagaan ilahiah agar perjalanan dihindarkan dari musibah dan keburukan.

Tata Cara Sholat Safar

Secara teknis, pelaksanaan shalat sunnah safar tidak berbeda dengan shalat sunnah dua rakaat pada umumnya. Berikut adalah urutan pelaksanaannya:

• Niat: Memantapkan niat di dalam hati untuk melaksanakan shalat sunnah safar. (Lafal niat: Ushalli sunnatas safari rak'ataini lillâhi ta'âla).

• Takbiratul Ihram: Memulai shalat.

• Rakaat Pertama: Membaca Surah Al-Fatihah, kemudian sangat dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun.

• Rakaat Kedua: Membaca Surah Al-Fatihah, kemudian sangat dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas.

• Salam: Mengakhiri shalat setelah tasyahud akhir.

• Berdoa: Seusai shalat, dianjurkan membaca Ayat Kursi untuk memohon perlindungan dari Allah, dilanjutkan dengan doa safar untuk memohon kebaikan, ketakwaan, kemudahan jarak, dan menitipkan keluarga kepada Allah.

Keutamaan Sholat Safar

1. Tolak Bala dan Marabahaya: Shalat dua rakaat bertindak sebagai perisai rohani yang membentengi musafir dari kejahatan atau kecelakaan selama di jalan.

2. Mendatangkan Keberkahan: Mengawali langkah dengan ibadah akan mengundang keberkahan dari Allah SWT atas tujuan perjalanan tersebut.

3. Wujud Tawakal yang Sempurna: Musafir menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada Allah SWT sebagai penjaga terbaik bagi keluarga dan harta yang ditinggalkan di rumah.

4. Ketenangan Psikologis: Ibadah ini menghapus rasa cemas dan waswas, memberikan ketenangan batin yang dibutuhkan musafir saat menempuh rute panjang.

5. Menghidupkan Sunnah Nabi: Melaksanakan shalat sunnah safar serta menerima keringanan (qashar dan jamak) di perjalanan adalah bentuk ketaatan dalam mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW.

Pertanyaan Seputar Sholat Safar

1. Shalat sunnah safar berapa rakaat?

Shalat sunnah safar, baik yang dilakukan sebelum keberangkatan maupun sesaat setelah tiba dari perjalanan, dikerjakan sebanyak dua rakaat.

2. Kapan waktu pelaksanaan shalat sunnah safar?

Waktu pelaksanaannya adalah sesaat sebelum melangkahkan kaki keluar rumah untuk memulai perjalanan, dan sesaat setelah tiba kembali di daerah asal sebelum masuk ke dalam rumah.

3. Bolehkah shalat safar dilakukan di masjid?

Boleh. Saat keberangkatan lebih diutamakan di rumah, namun saat kepulangan dari perjalanan jauh, musafir sangat disunnahkan untuk singgah di masjid terdekat dan shalat dua rakaat sebelum kembali ke keluarganya.

4. Apa bedanya shalat sunnah safar dan shalat qashar safar?

Shalat sunnah safar adalah ibadah sunnah dua rakaat yang mengiringi awal dan akhir perjalanan. Sedangkan shalat qashar adalah keringanan meringkas shalat fardhu (Zuhur, Asar, Isya) menjadi dua rakaat selama musafir menempuh perjalanan.

5. Surah apa yang sebaiknya dibaca saat shalat sunnah safar?

Ulama menganjurkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah, dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.